
Leon hanya berjalan bolak-balik di depan ruang ICU. Sudah lebih dari satu jam tapi Dokter Diki belum keluar juga.
" Lo sebaiknya duduk dulu. Dari tadi lo mondar-mandir terus " ucap Aska.
Tapi Leon tidak mempedulikannya, ia hanya ingin memastikan bahwa istri dan calon anak-anaknya baik-baik saja.
Tak lama Papa Axcel dan Mama Rita datang. Leon langsung memeluk Mama Rita.
" Ma, Yeni ma " ucap Leon pada Mama Rita.
Mama Rita mengusap punggung Leon, mencoba menenangkan.
" Yeni pasti baik-baik saja sayang " ucap Mama Rita menghapus air matanya.
" Sekarang keadaan Yeni bagaimana? " tanya Papa Axcel.
" Yeni kritis pa. Ada pendarahan di kepalanya akibar terbentur trotoar " jawab Leon.
" Bagaimana ini bisa terjadi? Tadi Yeni kirim pesan ke mama. Dia mau nemenin mama " tanya Mama Rita.
Leon pun menceritakan kejadian yang seperti yang Aska ceritakan.
" Maafkan saya tante tidak bisa menyelamatkan Yeni " ucap Aska merasa bersalah.
" Ini bukan salahmu nak. Tante berterima kasih kamu sudah menolong Yeni " jawab Mama Rita mengusap bahu Aska.
" Siapa yang berani mengusik keluargaku " ucap Papa Axcel marah.
" Ardi sedang mencari pelakunya pa. Leon juga sudah menyerahkan anak buah Leon " ucap Leon.
" Kamu yang tenang dan fokus sama Yeni. Biar papa yang urus ini " ucap Papa Axcel.
" Iya pa " jawab Leon.
Papa Axcel pun pergi untuk menelepon anak buahnya.
" Kandungan Yeni gimana? " tanya Mama Rita.
" Kandung Yeni lemah ma. Beruntung mereka kuat dan bisa bertahan " jawab Leon.
" Syukurlah. Kamu juga harus kuat demi mereka" ucap Mama Rita.
" Iya ma " jawab Leon.
__ADS_1
Terlihat Dokter Diki keluar dari ruang icu dengan beberapa perawat. Mereka semua pun langsung menghampiri Dokter Diki.
" Bagaimana istri saya dok? " tanya Leon tidak sabar.
" Pendarahan di kepalanya sudah bisa dihentikan tapi keadaannya masih kritis. Kita liat bagaimana keadaannya sampai besok pagi. Jika sampai besok pagi pasien belum sadar juga, maka kemungkinan besar pasien akan mengalami koma " jawab Dokter Diki.
Deg
Leon sangat terpukul mendengar itu. Ia seperti tidak sanggup hidup lagi.
" Saya ingin bertemu istri saya dok " ucap Leon ingin masuk ke ruang ICU.
Para perawat menghadang Leon dan melarang Leon masuk.
" Saya ingin bertemu istri saya " bentak Leon.
" Mohon maaf untuk saat ini pasien belum bisa bertemu siapa pun " ucap Dokter Diki.
" Maaf dokter " ucap Papa Axcel.
Dokter Diki pun menganggukkan kepalanya. Ia sudah biasa berada dalam posisi seperti itu.
" Sudah Leon. Kamu harus tenang " ucap Papa Axcel.
" Saya permisi dulu " ucap Dokter Diki.
Papa Axcel pun menganggukkan kepalanya.
" Ma. Leon gak mau kehilangan Yeni ma. Leon cinta sama Yeni " ucap Leon menangis bersimpuh di pangkuan Mama Rita.
Mama hanya bisa mengusap kepala Leon sambil menangis. Mama Rita juga begitu sedih. Apalagi harus melihat Leon seperti ini. Leon tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya kepada siapa pun selain dirinya. Leon adalah anak yang kuat. Sudah sangat lama Leon tidak menunjukkan sisi lemahnya. Tapi hari ini, begitu hancur. Bukan seperti Leon yang dingin.
" Sudah sayang. Kamu harus kuat. Kamu jangan lemah " ucap Mama Rita.
Aska yang masih berada disana juga baru kali ini melihat Leon yang begitu lemah. Aska melihat Yeni dari balik kaca.
" Lo harus baik-baik aja Yen. Leon begitu hancur tanpa lo. Gue lebih baik liat lo sama Leon dari pada lo kayak gini " ucap Aska dalam hati.
" Aska " panggil Papa Axcel.
" Iya om " jawab Aska.
" Sebaiknya kamu pulang dulu. Baju kamu juga masih penuh dengan darah " ucap Papa Axcel pada Aska.
__ADS_1
" Baik om. Nanti saya akan ke sini lagi " jawab Aska.
" Saya permisi om " pamit Aska.
Aska pun pergi untuk pulang terlebih dahulu.
Beberapa saat setelah Aska pulang, Ardi datang bersama Kak Angga.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Papa Axcel.
" Gimana Ar? Apa sudah tertangkap pelakunya? " tanya Papa Axcel.
" Pelaku yang menabrak Yeni sudah tertangkap om. Tapi orang itu adalah suruhan seseorang. Dia belum mau mengaku siapa yang menyuruhnya " jawab Ardi.
" Lalu dimana dia? " tanya Leon berdiri dari duduknya.
" Dia ada di markas tempat latihan Kak Angga " jawab Ardi.
" Besok gue ke sana. Gue harus kasih pelajaran orang itu " ucap Leon marah.
" Gimana keadaan Yeni? " tanya Ardi.
" Yeni kritis. Kalo sampai besok belum sadar juga, kemungkinan Yeni koma " jawab Leon sedih.
" Lo yang sabar " ucap Ardi menepuk bahu Leon.
" Gue pulang dulu. Tya pasti khawatir gue belum pulang " lanjut Ardi melihat jam tangannya yang sudah hampir malam.
Leon menganggukkan kepalanya.
" Ardi pamit om tante " ucap Ardi.
Setelah memberikan kunci mobil Leon dan mengucapkan salam, Ardi dan Kak Angga pun pamit pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1