
Leon kembali ke rumah sakit, ia melihat seseorang yang mirip Ardi dan Tya meninggalkan ruang perawatan Yeni.
" Assalamualaikum " ucap Leon bersama Papa Axcel dan Ayah Yendi.
" Walaikumsalam " jawab Mama Rita dan Bu Yosi.
" Ma, Ardi sama Tya habis dari sini? " tanya Leon setelah menyalami Mama Rita dan Bu Yosi.
" Iya mereka baru saja pergi " jawab Mama Rita.
" Gimana urusan di kantor polisi? " tanya Mama Rita.
" Semuanya sudah beres. Pengacara akan memastikan mereka dihukum berat " jawab Papa Axcel.
" Syukurlah, saya ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal " ucap Bu Yosi.
Leon masuk ke dalam ruangan perawatan Yeni. Para orang tua menunggu di luar, sedangkan Papa Axcel pergi ke kantor Paman Smith.
" Sayang aku datang " ucap Leon mencium kening Yeni.
Leon duduk di kursi sebelah brankar Yeni. Lagi-lagi ia hanya bisa memandangi Yeni yang masih memejamkan matanya. Hatinya begitu hancur melihat Yeni terbaring tak berdaya.
" Sampai kapan kamu begini sayang. Aku benar-benar gak bisa tanpa kamu " ucap Leon sendu.
Hari-harinya yang biasanya dihabiskan dengan Yeni kini terasa hampa. Semangat dalam dirinya pun serasa hilang.
Leon pergi ke taman rumah sakit setelah cukup lama berada di ruang perawatan Yeni. Ia duduk sendirian melihat para perawat dan pasien yang lain berlalu lalang.
Tiba-tiba ia melihat seseorang anak perempuanl yang jatuh dari kursi rodanya. Leon pun dengan cepat menolong anak tersebut.
" Kamu gak gak papa? " tanya Leon setelah membantu anak itu kembali ke kursi rodanya.
" Gak papa kak. Terima kasih " jawab anak itu.
Leon pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Kenapa kamu bisa jatuh? " tanya Leon pada anak itu.
" Tadi aku ingin mengambil krayon ini tapi malah jatuh " jawabnya dengan alat gambar di tangannya.
" Orang tuamu kemana? " tanya Leon lagi.
" Ayah sedang pergi ke kantor dan bunda sudah berada di surga " jawab anak itu tersenyum.
" Kamu ke sini bersama siapa? " tanya Leon.
" Bersama perawatku tapi ia sedang ke toilet " jawab anak itu lagi.
" Baiklah, kita tunggu perawatmu disana ya " ucap Leon menunjuk bangku yang ia duduki tadi.
Anak perempuan itu pun menganggukkan kepalanya.
Leon mendorong kursi roda itu dan membawanya ke dekat bangku uang ia duduki. Disana ada pohon yang rindang sehingga terasa sejuk di bawahnya.
" Nama kakak siapa? " tanya anak itu.
" Oh kenalin kak, nama aku Nadia " ucap anak itu tersenyum mengulurkan tangannya pada Leon.
Leon pun membalas uluran tangan tersebut.
" Kakak ngapain di rumah sakit? " tanya Nadia.
" Istri kakak dirawat di rumah sakit ini. Dia sedang koma setelah mengalami kecelakaan " jawab Leon.
" Ya ampun. Aku ikut sedih denger. Semoga istri kakak cepat sadar ya " ucap Nadia.
" Terima kasih ya " ucap Leon.
" Kakak harus semangat ya, aku yakin kok istri kakak pasti bakal sadar lagi " ucap Nadia memberi semangat untuk Leon.
Leon pun tersenyum dan mengusap kepala Nadia yang tertutup hijab.Ia merasa kesedihannya sedikit berkurang setelah berbicara dengan Nadia yang ceria.
__ADS_1
" Kamu sakit? " tanya Leon pada Nadia.
" Iya kak, aku sakit kanker otak stadium empat. Sekarang aku sedang kemoterapi " jawab Nadia tersenyum.
Leon mendengar itu pun terkejut. Nadia begitu tegar dan tidak terlihat jika sedang sakit parah. Ia bahkan bisa mengatakan dengan tersenyum.
" Kata dokter hidup aku tinggal sebentar, tapi Ayah selalu bilang kalo hidup dan mati manusia itu Allah yang ngantur. Aku sama ayah percaya sama kekuatan Allah yang bisa saja memberikan keajaiban asal kita selalu berdoa dan taat kepadanya. Bisa aja kan besok Allah mengangkat penyakit aku dan aku sembuh " ucap Nadia tersenyum.
Leon sangat kagum mendengar itu dari seorang anak kecil.
" Kakak juga harus percaya keajaiban itu ada. Siapa tau kan setelah ini Allah menyadarkan istri kakak biar bisa berkumpul lagi sama kakak " ucap Nadia yang tadi melihat wajah Leon begitu sedih.
" Aamiin " jawab Leon.
" Bener kata anak ini. Aku gak boleh menyerah, aku harus tetep semangat. Yeni pasti akan sadar " ucap Leon dalam hati.
" Terima kasih Ya Alla, Engkau telah mempertemukan aku dengan anak seperti Nadia ini " lanjut Leon dalam hati.
Leon tersenyum pada Nadia. " Istria kakak pasti seneng kalo ketemu kamu. Dia juga orangnya ceria sama seperti kamu " ucap Leon.
" Wah beneran kak? Aku juga pengen ketemu istri kakak " ucap Nadia antusias.
Leon pun menganggukkan kepalanya.
" Gimana kalo besok kamu minta izin sama ayah kamu dulu baru kakak bawa kamu ketemu istri kakak. Kamu mau? " tanya Leon.
" Iya kak, aku mau " jawab Nadia.
Tak lama perawat Nadia pun datang dan membawanya pergi. Mereka besok janj untuk bertemu di taman lagi pada jam yang sama.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘