Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
77. Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Malam pun telah berganti pagi. Yeni mengerjapkan matanya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. Yeni pun segera mendudukkan tubuhnya


" Aku mandi dulu aja setelah itu baru masak buat sarapan " ucap Yeni.


Kemudian Yeni beranjak dari tempat tidurnya dan memasuki kamat mandi. Setelah lima belas menit akhirnya Yeni pun keluar.


Yeni membereskan semua barang miliknya karena mereka akan kembali ke Jakarta. Setelah selesai membereskan barang miliknya Yeni pun keluar dari kamar.


Yeni mulai memasak nasi goreng dan telur dadar. Tak butuh waktu lama masakannya pun matang. Yeni menatanya di meja makan.


" Leon kok belum keluar ya " ucap Yeni.


Yeni pun pergi ke kamar Leon dan mengetuk pintunya.


Tok tok tok.


Tak lama pintu pun terbuka dengan Leon yang sedang bertelanjang dada. Yeni yang melihat itu pun langsung mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah.


" Ada apa?" tanya Leon.


" Sarapan sudah siap. Cepatlah keluar " ucap Yeni.


" Hmm " jawab Leon lalu menutup pintu kamarnya.


" Aaa kenapa aku jadi malu begini " ucap Yeni menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Yeni pun kembali ke meja makan dan duduk menunggu mereka untuk sarapan.


Leon yang sudah keluar dari kamarnya pun langsung duduk di sebelah Yeni.


" Apa mereka belum keluar?" tanya Leon pada Yeni.


" Belum " jawab Yeni.


Karena sudah lama menunggu tetapi Ardi dan Tya tidak juga keluar akhirnya mereka pun sarapan terlebih dahulu.


" Kenapa mereka lama sekali?" ucap Yeni.


" Kita sarapan saja duluan " ucap Leon mengambil nasi goreng untuknya sendiri. Begitu juga dengan Yeni.


Saat Leon dan Yeni sedang memakan sarapan mereka, Ardi dan Tya keluar dari kamar.


" Uh mentang-mentang masih pengantin baru betah banget beduaan di kamar " ucap Yeni saat melihat Ardi dan Tya.


Tya yang merasa sedang digoda Yeni pun wajahnya langsung memerah.


" Kalo lo mau kaya kita minta Leon suruh cepet-cepet nikahin lo " ucap Ardi.


Leon yang sedang memakan sarapannya pun langsung tersedak. Yeni yang melihat itu pun langsung memberikan segelas air putih pada Leon. Leon pun menerimanya dan langsung meminumnya sampai habis.


" Lo sih Ar" ucap Yeni pada Ardi.


" Kok nyalahin gue" jawab Ardi.

__ADS_1


Setelah selesai minum, Leon langsung menatap Ardi dengan tajam. Ardi yang sadar Leon memberikan tatapan tajamnya pun hanya tersenyum.


Setelah selesai sarapan mereka pun memutuskan untuk langsung kembali ke Jakarta. Mereka menaiki mobil Leon dengan Leon yang mengemudi dan Yeni berada di sampingnya. Sedangkan Tya dan Ardi berada di kursi bagian belakang.


Di dalam mobil Leon dan Yeni hanya diam. Sesekali Yeni mencuri-curi pandang pada Leon yang sedang fokus menyetir. Sedangkan Ardi dan Tya menikmati waktu berdua tanpa menghiraukan kehadiran Leon dan Yeni


" Kamu tidur aja. Nanti kalo sudah sampai aku bangunin kamu " ucap Ardi pada Tya dan menarik Tya dan pelukannya.


Tya pun menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya dalam pelukan Ardi. Tidak butuh waktu lama Tya pun tertidur. Ardi tersenyum melihat Tya yang tertidur pulas di pelukannya lalu mencium pucuk kepala Tya. Setelah itu Ardi pun ikut memejamkan matanya dan tertidur bersama Tya. Leon bisa melihat itu semua dari kaca mobilnya.


Yeni menoleh ke belakang dan melihat Ardi dan Tya tertidur dengan berpelukan mesra. Yeni pun tersenyum.


" Semoga nanti aku bisa seperti itu bersama Leon " batin Yeni lalu beralih melihat ke arah Leon yang sedang fokus menyetir.


" Jangan melihatku seperti itu " ucap Leon tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.


" Memangnya kenapa?" tanya Yeni.


" Aku tidak nyaman " jawab Leon.


" Kalau begitu kamu juga lihat aku supaya nyaman " ucap Yeni.


" Jika aku melihatmu kita akan mengalami kecelakaan nanti " ucap Leon pada Yeni.


" Baiklah kamu benar " ucap Yeni mengalihkan pandangannya ke jendela.


Leon melirik ke arah Yeni sebentar dan tersenyum kemudian fokus melihat ke jalan kembali.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam mereka pun sampai di Jakarta. Leon mengantarkan Ardi dan Tya ke kediaman keluarga Wicaksono terlebih dahulu.


" Kita sudah sampai mas?" tanya Tya pada Ardi.


" Iya sayang. Ayo kita turun " jawab Ardi.


Ardi pun menggendong Tya keluar dari mobil dan membawa ke kursi roda yang sudah dibawakan oleh Angga. Leon dan Yeni juga turun dari mobil.


Terlihat kedua orang tua dan seluruh keluarga menunggu kepulangan mereka membawa Tya kembali. Ardi mendorong kursi roda Tya menghampiri mereka diikuti oleh Leon dan Yeni di belakang.


Bibi Sari pun langsung memeluk putrinya. Begitu pun dengan Paman Nadi. BibiSari tidak bisa menahan air matanya lagi.


" Kamu baik-baik saja kan sayang ?" ucap Paman Nadi pada Tya.


" Tya baik-baik saja yah" jawab Tya.


Tya yang melihat ibunya menangis pun langsung menghapus air mata ibunya dengan kedua ibu jarinya.


" Ibu jangan menangis. Tya sudah kembali dengan baik-baik saja " ucap Tya pada ibunya.


" Iya sayang " jawab Bibi Sari tersenyum.


Leon dan Yeni hanya diam dan memperhatikan mereka.


Kemudian Tante Dewi pun memeluk Tya. Dia sudah menganggap Tya seperti putrinya sendiri.

__ADS_1


" Akhirnya kamu pulang sayang. Kami semua disini sangat mengkhawatirkanmu " ucap Tante Dewi pada Tya.


" Maafkan Tya bu sudah membuat ibu dan semuanya khawatir " ucap Tya.


" Yang penting sekarang kamu sudah kembali dengan selamat. Itu yang paling penting " ucap Om Gunawan tersenyum mengusap kepala Tya.


Tya pun membalasnya dengan senyuman. Semua orang yang berada disana merasa bahagia karena Tya kembali dengan selamat.


" Hmm semuanya kami pamit pulang dulu " ucap Leon pada mereka semua.


" Terima kasih ya Leon sudah membantu membawa Tya kembali " ucap Bibi Sari memegang pipi sebelah kanan Leon.


" Sama-sama bibi " jawab Leon tersenyum.


" Makasih juga Yen " ucap Bibi Sari pada Yeni.


" Aaa bibi. Bibi tidak perlu berterima kasih pada Yeni " ucap Yeni memeluk Bibi Sari.


" Jika ada apa-apa beritahukan pada kami. Kami pasti akan membantumu " ucap Paman Nadi pada Leon.


" Benar. Kamu tidak perlu sungkan " sambung Om Gunawan.


" Baik. Terima kasih banyak " ucap Leon.


" Sekali lagi terima kasih. Gue pasti bakal kehilangan istri gue kalo gak ada bantuan dari lo " ucap Ardi pada Leon.


Leon pun menganggukkan kepalanya dan segera akan pulang.


" Kalau begitu kami permisi. Assalamualaikum " ucap Leon mencium tangan para orang tua diikuti oleh Yeni.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Leon dan Yeni pun menaiki mobil milik Leon dan pergi dari kediaman keluarga Wicaksono.


Di dalam mobil lagi-lagi terjadi suasana hening diantara Leon dan Yeni.


" Leon " panggil Yeni membuka suara.


" Hmm " jawab Leon.


" Sampai kapan kita akan terus seperti ini ?" tanya Yeni.


" Maksudmu?" ucap Leon.


" Hubungan kita ini tidak jelas. Disini hanya aku yang mencintaimu. Kamu tidak pernah membuka hatimu untukku" ucap Yeni.


" Mungkin sekarang tidak lagi " jawab Leon.


" Apa maksudmu?" tanya Yeni.


" Aku tidak tahu apa aku sudah mencintamu atau belum. Tapi hatiku sudah menerima kehadiranmu dan rasa cintaku pada Tya sudah hilang mungkin itu berkat dirimu " jawab Leon.


" Benarkah ? Jika seperti itu apa sekarang kita sudah jadian?" ucap Yeni senang.

__ADS_1


" Terserah dirimu menyebutnya apa " ucap Leon.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2