Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
43. Leon yang Khawatir


__ADS_3

Yeni melajukan motornya untuk menuju rumahnya. Tak butuh waktu lama Yeni pun sampai di rumahnya.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi setelah membuka pintu.


Kemudian Yeni pun langsung mencium tangan Ayah Yeni. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah.


" Baru pulang dek" ucap Bu Yosi.


" Iya bu " jawab Yeni.


" Ya sudah sana kamu ke kamar dan langsung tidur " ucap Bu Yosi.


" Iya bu " jawab Yeni.


Yeni melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Yeni langsung mencuci tangan, kaki dan wajahnya. Tak lupa juga dia menggosok giginya. Setelah itu Yeni langsung mengganti bajunya dengan piyama.


Kemudian Yeni pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu mulai terlelap menjelajahi mimpinya.


Keesokan harinya Yeni sudah bersiap berangkat ke sekolah. Saat mengambil tasnya Yeni melihat jaket Leon yang ia pakai saat hujan. Yeni tersenyum saat mengingat itu.


" Jaketnya aku balikin aja ke Leon nanti " ucap Yeni lalu memasukkan jaket itu ke dalam tasnya.


Kemudian Yeni langsung keluar dari kamarnya untu sarapan. Setelah sarapan dan berpamitan pada kedua orang tuanya Yeni melajukan motornya ke sekolah.


Sesampainya di sekolah Yeni langsung memasuki kelasnya. Dia langsung duduk di tempat duduknya dan menunggu Leon datang untuk mengembalikan jaket milik Leon.


Tak lama Leon pun datang tapi keadaan kelas sudah ramai.


"Aku kembaliin nanti aja lah " gumam Yeni.


Ardi dan Tya pun datang. Ardi membawa Tya ke sebelah Yeni. Tapi saat Ardi hendak pergi Tya terlihat seperti tidak sadarkan diri.


" Sayang, kamu kenapa?" ucap Ardi memegang kedua pipi Tya.


" Badan kamu panas banget kayanya kamu demam " ucap Ardi panik.


Teman-teman yang melihat Ardi panik langsung menghampiri mereka.


" Mba Tya kenapa Ar ?" tanya Yeni panik melihat Tya yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.


" Dia demam. Badannya panas banget " jawab Ardi langsung membawa Tya dalam gendongannya.


" Yen, lo ikut gue ke UKS " ucap Ardi.


" Aska tolong izinin kita ya " lanjut Ardi pada Aska.


" Lo tenang aja. Sekarang cepet bawa Tya ke UKS " jawab Aska.


Ardi pun langsung berjalan menuju UKS dengan menggedong Tya diikuti oleh Yeni di belakang.

__ADS_1


Leon yang melihat itu pun menjadi khawatir dengan keadaan Tya. Leon diam-diam mengikuti mereka ke UKS. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Tya.


" Lo mau kemana?" tanya Dareen saat melihat Leon berdiri dari bangkunya.


" Keluar bentar "jawab Leon lalu melenggang pergi.


" Dasar tu anak " ucap Risky menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian Leon berjalan menuju UKS tapi berusaha bersembunyi agar Ardi dan Yeni tidak mengetahuinya.


" Semoga kamu gak papa Tya. Aku bener-bener khawatir sama kamu " gumam Leon sambil berjalan mengikuti Ardi dan Yeni.


Yeni membuka pintu UKS dan Ardi langsung masuk diikuti Yeni. Ardi menidurkan Tya di brankar yang ada di UKS. Petugas UKS yang kebetulan sedang berada disana langsung memeriksa Tya.


" Gimana keadaan Tya dok ?" tanya Ardi sangat khawatir.


" Demamnya cukup tinggi tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan " jawab dokter membuat Ardi menjadi sedikit tenang.


" Coba buatkan teh hangat dan berikan padanya setelah sadar. Ini obat yang perlu diminum untuk menurunkan demamnya " ucap dokter seraya memberikan obat pada Ardi.


" Terima kasih dok " ucap Ardi.


" Sama-sama. Saya permisi dulu " jawab dokter itu kemudian keluar dari UKS. Ardi dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.


Setelah dokter keluar, Yeni memutuskan untuk membuat teh hangat untuk Tya dan membiarkan Ardi yang menjaga Tya di UKS.


" Ar, gue keluar dulu buatin teh buat Mba Tya " ucap Yeni pada Ardi.


Yeni pun keluar dari ruang UKS. Tapi saat Yeni keluar, dia tidak sengaja melihat Leon yang sedang duduk di bangku tidak jauh dari ruang UKS. Yeni tahu bahwa Leon sedang mengkhawatirkan Tya dan mengikuti mereka.


Yeni menghampiri Leon dan duduk di sampingnya. Leon melihat ke arah Yeni sebentar kemudian kembali menatap ke depan.


" Tenang aja Mba Tya baik-baik aja kok. Demamnya memang tinggi tapi gak ada yang perlu dikhawatirkan " ucap Yeni pada Leon.


Hatinya terasa sakit saat orang yang menarik hatinya mengkhawatirkan orang lain.


" Lo gak bilang kan soal perasaan gue ke Tya ? " tanya Leon dengan nada sedih. Sikap dingin Leon entah hilang kemana.


" Nggak " jawab Yeni.


" Tolong jangan kasih tahu dia " ucap Leon.


" Kenapa?" tanya Yeni. " Bukannya bagus kalo Mba Tya tahu " lanjut Yeni menautkan kedua alisnya bingung.


" Dia udah bahagia sama Ardi. Gue gak mau ngerusak kebahagiaan mereka. Kebahagiaan dia lebih penting bagi gue. Gue udah relain dia" jawab Leon.


" Tapi kenapa lo gak mau buka hati lo buat gue " ucap Yeni menatap Leon. " Kasih gue kesempatan buat gantiin Mba Tya di hati lo " lanjut Yeni


Leon pun menatap Yeni sehingga mata mereka bertemu. " Bukan untuk sekarang. Mungkin lain kali gue bakal kasih lo kesempatan" ucap Leon kemudian beranjak pergi meninggalkan Yeni.


Yeni menghela nafasnya panjang. Kemudian dia pergi untuk membuatkan teh untuk Tya. Setidaknya ada sedikit kesempatan untuk menggantikan Tya di hati Leon seperti yang diucapkan Leom mungkin suatu saat akan memberikan Yeni kesempatan di hatinya.

__ADS_1


Setelah membuat teh Yeni langsung kembali ke UKS untuk memberikan teh tersebut pada Tya. Saat Yrbi membuka pintu UKS ternyata Tya sudah sadar.


" Mba Tya sudah sadar " ucap Yeni langsung mendekati Tya. " Ini Mba minum dulu tehnya " lanjut Yeni memberikan secangkir teh pada Tya.


" Makasih ya dek " ucap Tya kemudian meminum teh yang diberikan Yeni.


" Yen kamu balik aja ke kelas. Biar aku yang jaga Tya " ucap Ardi pada Yeni.


" Ya udah. Mba, aku ke kelas dulu " ucap Yeni dan Tya pun menganggukkan kepalanya.


Yeni keluar dari UKS dan kembali ke kelasnya. Setelah sampai di kelas Yeni melihat Leon yang sudah kembali lalu duduk di tempat duduknya.


" Gimana keadaan Tya Yen?" tanya Aska pada Yeni.


" Mba Tya cuma demam dan sekarang udah sadar " jawab Yeni.


" Syukur deh kalo gitu " ucap Sasa.


Setelah itu mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing karena pelajaran akan di mulai.


Pak Anton memasuki kelas setelah lonceng pertanda masuk berbunyi.


" Selamat pagi anak-anak " ucap Pak Anton.


" Pagi pak " jawab mereka.


" Kenapa tempat duduk Ardi dan Tya kosong ? Kemana mereka ?" tanya Pak Anton.


" Mereka ada di UKS pak. Tya demam. Mereka titip izin pada saya untuk menyampaikannya pada bapak " jawab Aska.


" Baiklah. Sekarang mari kita mulai pelajarannya. Buka buku kalian " ucap Pak Anton.


Terdengar suara pintu diketuk dan terlihat Ardi di depan pintu.


Tok tok tok.


" Permisi pak " ucap Ardi.


" Iya ada apa Ardi?" ucap Pak Anton. Kemudian Ardi pun memasuki ruang kelas.


" Saya ingin minta izin pak untuk Tya " ucap Ardi.


" Baiklah, bagaimana keadaan Tya?" tanya Pak Anton.


" Tya mengalami demam pak, tapi demamnya sudah turun. Saya juga minta izin untuk mengantar Tya pulang " ucap Ardi.


" Bapak kasih izin kamu tapi kamu harus cepat kembali " ucap Pak Anton memberikan izin.


" Baik pak terima kasih " ucap Ardi kemudian mengambil tas dan kursi roda Tya lalu kembali menuju ke ruang UKS.


Setelah Ardi pergi mereka pun melanjutkan kegiatan belajar mereka kembali.

__ADS_1


__ADS_2