Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
117. Kedatangan Tya


__ADS_3

Yeni keluar dari kamar mereka setelah mengganti bajunya. Yeni segera membuka pintu untuk mengetahui siapa yang datang ke apartemen Leon.


Yeni membuka pintu tersebut dan ia terkejut melihat Tya seorang diri di depan pintu.


" Mba Tya ?" ucap Yeni.


Tya pun tak bisa menahan air matanya lagi. Tya menangis.


" Mba kenapa?" tanya Yeni yang melihat Tya tiba-tiba menangis.


Tya masih terus menangis tanpa menjawab pertanyaan Yeni. Yeni pun membawa Tya masuk ke apartemen.


Yeni membawa Tya masuk ke dalam apartemen tersebut. Yeni membiarkan Tya puas menangis. Setelah dia tenang Yeni akan menanyakan apa yang terjadi dengan kakak sepupunya itu.


Leon yang baru keluar dari kamarnya terkejut saat melihat Tya sedang menangis.


" Dia kenapa ?" tanya Leon pada Yeni.


" Aku juga tidak tahu " jawab Yeni jujur.


Kemudian Leon duduk di sofa yang tidak jauh dari Tya dan juga Yeni.


Setelah Tya berhenti menangis dan mulai tenang, Yeni mulai bertanya apa yang terjadi.


" Mba ke sini sama siapa?" tanya Yeni pada Tya.


" Sama Kak Angga " jawab Tya.


" Ardi kemana?" tanya Leon.


" Dia masih ada kelas di kampus " jawab Tya.


" Terus mba kenapa nangis? Cerita sama aku " ucap Yeni.


" Mas Ardi dek. Dia punya anak dari perempuan lain" jawab Tya menghapus air matanya yang kembali membasahi pipi.


Leon dan Yeni pun terkejut mendengar itu.


" Anak dari perempuan lain?" tanya Yeni memastikan.


Tya pun menganggukkan kepala dan menghapus air matanya lagi.


" Siapa perempuan itu mba? " tanya Yeni.

__ADS_1


" Bela " jawab Tya.


" Apa?" ucap Leon dan Yeni bersamaan.


Mereka sangat terkejut mendengar jawaban dari Tya.


" Bagaimana bisa? Mba dapat dari pada informasi itu?" tanya Yeni.


Tya pun mulai menceritakan semuanya tentang Bela yang mengiriminya pesan dan juga pertemuan mereka di sebuah kafe.


" Kamu percaya sama semua yang dikatakan Bela?" tanya Leon pada Tya.


" Awalnya aku gak percaya. Tapi dia bilang dia berani melakukan tes DNA saat bayi itu lahir " jawab Tya kembali menangis di pelukan Yeni.


" Sudah mba. Jangan nangis terus. Kasian bayi dalam kandungan mba kalo mba sedih " ucap Yeni mengusap punggung Tya.


" Sebaiknya mba tanyain itu semua sama Ardi. Minta penjelasan dia tentang ini " lanjutnya pada Tya.


" Iya dek " jawab Tya.


Yeni terus menenangkan Tya agar ia tidak terus memikirkan hal itu.


Tak lama terdengar suara pintu diketuk.


" Biar aku yang buka pintunya " ucap Leon.


Leon pun berdiri dari duduknya lalu pergi untuk membuka pintu. Terlihat Ardi saat pintu itu terbuka.


" Tya ada disini?" tanya Ardi pada Leon.


" Ada di dalam. Ayo masuk " jawab Leon lalu membuka lebar pintu agar Ardi masuk.


Setelah itu Leon menutupnya kembali. Ardi melihat Tya yang masih dalam pelukan Yeni. Ardi duduk di sebelah Tya. Sedangkan Leon kembali duduk di tempatnya semula.


" Sayang " panggil Ardi.


Tya melepaskan pelukan Yeni dan melihat ke arah Ardi.


" Kamu kenapa nangis?" tanya Ardi saat melihat mata Tya yang sembab.


Tya hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Ardi.


" Sayang " ucap Ardi menggenggam tangan Tya.

__ADS_1


" Kamu kenapa? Kamu juga gak bilang sama aku kalo kamu kesini. Aku cemas kamu gak ada di rumah" lanjutnya.


" Maaf mas " ucap Tya.


" Kamu sengaja kan tadi gak mau aku antar pulang. Kamu ketemu Bela kan. Apa yang dia bilang sama kamu sampai kamu seperti ini ?" tanya Ardi pada Tya.


Leon dan Yeni hanya memperhatikan Ardi dan Tya tanpa berani ikut bicara.


" Bela hamil mas. Dia bilang bayi dalam kandungan itu anak kamu " ucap Tya kembali menangis.


Ardi sangat terkejut mendengar itu. " Apa?" ucap Ardi.


" Sayang itu gak benar. Aku gak pernah melakukan apa pun sama dia. Dia hamil bukan anakku "ucap Ardi meyakinkan Tya.


" Tapi dia berani melakukan tes DNA saat bayi itu lahir mas " ucap Tya.


" Mba aku yakin itu bukan anak Ardi. Ini pasti rencana Bela. Dia kan memang pengen menghancurkan rumah tangga kalian " ucap Yeni pada Tya.


" Kamu gak boleh terpengaruh oleh Bela " sambung Leon.


" Sayang itu bukan anak aku. Aku cuma cinta sama kamu dan anak aku cuma yang kamu kandung ini " ucap Ardi mengusap air mata Tya.


" Maafin aku mas. Aku sudah meragukan kamu " ucap Tya memeluk Ardi.


Ardi pun membalas pelukan Tya. " Aku akan buktikan kalo itu bukan anakku " ucap Ardi mengecup pucuk kepala Tya.


" Kamu percaya kan sama aku?" lanjut Ardi.


" Iya mas. Aku percaya sama kamu " jawab Tya.


Leon dan Yeni tersenyum melihat itu. Mereka merasa lega karena tidak ada kesalahpahaman diantara mereka.


" Sekarang kita pulang ya " ucap Ardi pada Tya.


Tya pun menganggukkan kepalanya.


" Dek Leon makasih ya " ucap Tya pada Leon dan Yeni.


" Iya ma. Kita kan saudara" jawab Yeni tersenyum.


Setelah berpamitan pada Leon dan Yeni, Ardi pun membawa Tya pulang ke kediaman Keluarga Wicaksono. Leon Yeni juga kembali ke masuk ke dalam setelah mengantar Ardi dan Tya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2