Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
109. Panggilan


__ADS_3

Semua kerabat dari Leon maupun Yeni sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Leon dan Yeni juga akan pergi ke rumah keluarga Leon.


" Leon kapan kita kembali ke Jakarta? " tanya Yeni pada Leon.


Kini mereka berada di kamar hotel membereskan barang-barang mereka.


" Kenapa buru-buru sekali " ucap Leon.


" Lusa aku ada mata kuliah yang harua aku hadiri " ucap Yeni


" Kita kembali besok " ucap Leon.


" Aku tidak suka kamu memanggil namaku " lanjutnya.


Yeni pun mengernyitkan dahinya.


" Aku sudah menjadi suamimu " ucap Leon.


" Lalu harus memanggilmu apa?" tanya Yeni.


" Terserah " jawab Leon.


" Bagaimana jika mas ?" tanya Yeni.


" Boleh " jawab Leon.


" Baiklah Mas Leonku sayang " ucap Yeni tersenyum sambil mencubit pipi Leon.


" Lepaskan pipiku sakit " ucap Leon.


" Habisnya kamu gemes mas " jawab Yeni.

__ADS_1


" Sudah ayo cepat. Papa mama sudah menunggu di rumah " ucap Leon pergi meninggalkan Yeni keluar kamar.


Yeni pun mengambil barang-barang mereka lalu menyusul Leon keluar kamar.Mereka mengendarai mobil yang sudah diantar oleh supir ke hotel.


Setibanya di rumah mereka langsung disambut hangat oleh Papa Axcel dan Mama Rita.


" Selamat datang di rumah ini lagi sebagai menantu sayang " ucap Mama Rita menggandeng tangan Yeni.


" Kamu senang kan disini lagi ?" lanjut Mama Rita.


" Senang kok tante " jawab Yeni tersenyum.


" Kok masih panggil tante sih. Kamu sekarang sudah jadi istri Leon jadi harus panggil kami papa dan mama sama seperti Leon " ucap Mama Rita.


" Iya ma " jawab Yeni tersenyum canggung.


Mama Rita membawa Yeni duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Sedangkan Leon menaruh barang-barang mereka di kamarnya. Setelah itu ia bergabung dengan Yeni dan Mama Rita serta Papa Axcel.


" Kenapa kalian buru-buru sekali?" tanya Mama Rita.


" Begini ma. Ada mata kuliah yang wajib Yeni hadiri lusa " jawab Yeni.


" Apa kalian tidak akan bulan madu ?" tanya Mama Rita lagi.


" Tidak ma. Kami sedang sibuk kuliah jadi kami tunda dulu " kali ini Leon yang menjawab.


" Baiklah " ucap Mama Rita.


Beberapa saat kemudian Mama Rita menyuruh Leon dan Yeni pergi ke kamar untuk beristirahat. Leon pun membawa Yeni ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Yeni memasuki kamar Leon untuk pertama kalinya. Kamar maskulin khas laki-laki dengan warna hitam dan putih. Yeni mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.

__ADS_1


" Kita pergi ke rumah orang tuamu untuk berpamitan malam ini " ucap Leon yang baru saja mengganti bajunya.


" Baiklah " jawab Yeni.


Setelah itu Yeni pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan baju rumahan. Terlihat Leon membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Yeni pun naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah Leon.


" Mas " panggil Yeni.


" Hmm " jawab Leon masih fokus pada ponselnya.


" Kamu tidak akan menyesal kan menikah denganku ?" tanya Yeni.


Leon yang mendengar pertanyaan Yeni pun langsung duduk dan meletakkan ponselnya di atas nakas.


" Kenapa bertanya seperti itu?" Leon balik bertanya.


" Jawab aku " ucap Yeni menatap Leon.


" Tidak " jawab Leon.


" Tidak apa?" tanya Yeni.


" Tidak menyesal " jawab Leon.


" Sudahlah aku ingin tidur sebentar " ucap Leon lalu membaringkan tubuhnya.


Yeni yang melihat Leon mulai memejamkan matanya pun ikut membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama Yeni pun tertidur. Ia masih merasa lelah karena pergulatan mereka tadi malam.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Tolong folow ig saya ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2