
Beberapa hari kemudian, Leon mengajak Yeni untuk makan malam di luar. Ia ingin membuat sebuah kejutan untuk Yeni. Sekarang Yeni sedang bersiap-siap dengan dress selutut berwarna lilac dan rambutnya ia biarkan tergerai indah. Sedangkan Leon mengenakan kemeja dan jas.
" Bi, nanti kalau Baby Twins langsung hubungi saya ya. ASI nya di kulkas masih banyak jadi nanti Bibi tinggal panasin aja " ucap Yeni pada Bi Inah.
" Baik Nona Muda " jawab Bi Inah.
Leon hanya tersenyum melihat Yeni yang begitu khawatir padahal Baby Twins sudah tertidur dengan sangat lelap
" Tenang lah sayang. Baby Twins gak bakal rewel jadi kamu gak usah khawatir " ucap Leon.
" Tapi Mas.... " ucapan Yeni terpotong oleh Leon.
" Sudah lah, nanti kalau Baby Twins rewel kita langsung pulang " potong Leon.
" Sekarang kita pergi " ucap Leon menarik tangan Yeni.
Leon melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang sebelumnya sudah ia sewa. Ia juga sudah menyuruh anak buahnya menyiapkan sebuah kejutan untuk Yeni.
" Kita sebenarnya mau makan malam dimana sih Mas? Pake baju formal kek gini " tanya Yeni penasaran.
" Nanti kamu juga kamu tahu sayang " jawab Leon tersenyum.
Yeni hanya mengerucutkan bibirnya kesal karena selalu itu jawaban Leon ketikan ditanya mereka akan pergi kemana.
__ADS_1
Sesampainya di restoran yang disewa oleh Leon, mereka pun langsung turun dari mobil.
" Sekarang tutup mata kamu " perintah Leon pada Yeni.
" Hah? Kenapa harus tutup mata segala sih? tanya Yeni bingung.
" Sudah, tutup aja mata kamu dan jangandibuka kalau aku belum bilang buka " ucap Leon.
Yeni pun menurut. Yeni menutup matanya sesuai dengan perintah Leon.
" Sekarang jalan pelan-pelan " perintah Leon memegang tahan Yeni.
Yeni pun mulai berjalan pelan-pelan dengan Leon sebagai penunjuk arah.
Sampai di roof top, Leon menyuruh Yeni langsung membuka matanya.
" Sekarang buka mata kamu " ucap Leon.
Yeni pun langsung membuka matanya. Ia sangat terkejut saat melihat dimana ia sekarang. Apalagi di sana terdapat sebuah kalimat yang tidak ia sangka.
" Gimana sayang? " tanya Leon.
" Mas, kita kan sudah menikah. Kenapa kamu pasang kalimat Will you marry me sih? " ucap Yeni.
__ADS_1
" Kita memang sudah menikah tapi kan aku belum pernah melamar kamu " jawab Leon tersenyum.
Leon berdiri di hadapan Yeni dan menggenggam kedua tangannya.
" Yeni Sarasvati, kamu tahu aku bagaimana. Aku yang datar dan dingin tentu saja tidak pandai untuk mengutarakan kata-kata indah, tapi yang perlu kamu tahu aku sangat mencintai kamu. Mau kah kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku? Menemani aku dalam susah maupun senang dan selalu setiap berada di sampingku " ucap Leon menatap mata Yeni.
Mata Yeni berkaca-kaca karena terharu. Ia tidak menyangka Leon akan melamarnya walaupun sudah terlambat.
" Aku mau " jawab Yeni menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Kemudian Leon mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam jasnya dan membukanya. Sebuah cincin dengan berlian kecil di sana. Leon memasangkan cincin itu di jari Yeni.
" I love you Nona Ceroboh " ucap Leon.
" I love you too Pria Kulkasku " balas Yeni.
Mereka berdua pun tertawa lalu Leon menarik Yeni ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘