
Hari sudah berganti pagi. Seperti biasa Yeni berangkat ke kampus bersama dengan Leon.
" Bagaimana urusanmu? Apa sudah selesai ?" tanya Yeni pada Leon yang sedang fokus menyetir.
" Sudah " jawab Leon.
Sesampainya di kampus mereka pun langsung turun dan menuju kelas masing-masing.
Saat kelas sudah berakhir Leon berencana akan makan siang di kantin dengan Yeni. Biasanya dia akan bersama Dareen dan Risky tapi mereka berdua masih memiliki kelas.
Leon pun berjalan menuju kantin kampus. Terlihat Yeni sudah duduk di salah satu meja seorang diri. Leon pun menghampirinya.
" Leon?" ucap Yeni saat Leon duduk di sampingnya.
" Hmm " jawab Leon.
" Tumben sendiri. Dimana Dareen dan Risky?" tanya Yeni.
" Mereka masih ada kelas " jawab Leon.
" Jadi kita bisa makan berdua sekarang?" tanya Yeni.
" Hmm " jawab Leon.
Saat sedang bicara berdua Aska datang dan duduk di samping kanan Yeni.
" Gue gabung ya " ucap Aska setelah duduk.
Leon pun memasang wajah kesalnya karena kedatangan Aska yang mengganggu waktunya bersama Yeni.
" Aduh kenapa Aska pake datang kesini sih " ucap Yeni dalam hati.
" Dasar pengganggu " gumam Leon yanh masih bisa didengar Yeni.
__ADS_1
Tak lama Ardi dan Frans pun datang bergabung dengan mereka. Mereka pun langsung memesan makanan pada penjaga kantin.
" Ar sampai kapan mba Tya kuliah di rumah. Aku sangat kesepian gak ada mba Tya " ucap Yeni pada Ardi.
" Hm mungkin satu bulan lagi setelah acara empat bulanannya " jawab Ardi.
" Huh masih lama dong " ucap Yeni sedih.
" Kamu kan bisa ke rumah Ardi kalo mau nemuin Tya" ucap Leon.
" Tugasku sangat banyak. Aku tidak ada waktu untuk ke sana " jawab Yeni.
" Kalo lo mau gue bisa bantu tugas lo Yen. Kita bisa ngerjain tugasnya bareng " ucap Aska.
Leon yang mendengarnya menatap tajam Aska tanpa Aska sadari. Ardi hanya tersenyum melihat wajah kesal Leon karena ucapan Aska.
" Gak perlu deh. Lo juga kan pasti banyak tugas jadi gak perlu " tolak Yeni pada Aska.
Yeni menyadari Leon yang sudah mulai kesal karena ucapan Aska.
" Gue ke kelas duluan " ucap Ardi lalu pergi keluar dari kantin.
Leon dan Frans juga berdiri dan menyusul Ardi keluar dari kantin begitu juga dengan Yeni.
" Kok gue ditinggal sendiri sih " ucap Aska.
Kemudian Aska pun berdiri dan menyusul mereka.
Saat hendak menuju kelas yang akan diikutinya ada seseorang yang memanggilnya dan orang itu adalah Bela.
" Ardi " panggil Bela.
Ardi dan yang lainnya pun menghentikan langkahnya. Bela langsung mendekati Ardi seperti biasanya.
__ADS_1
" Ardi, aku mau menunjukkan sesuatu yang akan membuatmu terkejut " ucap Bela pada Ardi.
" Eh ulet keket bisa gak sih lo jangan ganggu Ardi. Dasar pelakor " ucap Yeni kesal.
" Lo diem deh jangan ikut campur " ucap Bela ketus.
" Apa yang mau lo tunjukin? " tanya Ardi pada Bela.
" Aku lihat istri kamu yang gak berguna itu selingkuh sama laki-laki lain " jawab Bela tersenyum.
" Apa maksud lo " ucap Ardi.
" Eh tutup mulut lo yang gak ada akhlak itu " ucap Yeni emosi.
" Ini pasti akal-akalan lo kan ulet keket " ucap Frans.
" Gue punya bukti kalo kalian gak percaya " ucap Bela pada mereka.
" Ardi sayang kamu harus menceraikan dia setelah melihat ini " ucap Bela menujukkan foto Tya dan Angga di kafe pada Ardi.
Ardi yang melihatnya malah tersenyum dan yang lain tertawa. Bela dibuat bingung oleh itu.
" Kok kamu malah senyum sih. Ini istri kamu yang gak berguna itu selingkuh " ucap Bela.
" Tutup mulut lo jangan bilang hal yang buruk lagi tentang istriku " ucap Ardi pada Bela.
" Yang lo lihat itu orang kepercayaan gue sekaligus pengawal pribadi istri gue " lanjutnya.
Kemudian Ardi pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Bela.
" Gaes ada orang yang malu tuh karena salah nuduh orang " ucap Yeni tertawa lalu melangkahkan pergi.
Leon, Aska dan Frans juga pergi mengikuti Ardi dan Yeni. Sedangkan Bela terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘