Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
80. Tidak Peka


__ADS_3

Setelah sampai Yeni langsung turun dari taksi yang ia naiki setelah sebelumnya membayar ongkos taksi tersebut. Yeni memasuki rumah dengan keadaan masih kesal.


" Assalamualaikum " ucap Yeni saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Yola.


" Udah pulang dek ?" tanya Yola.


" Iya kak " jawab Yeni.


" Tapi kok kakak gak dengar suara motormu " ucap Yola.


" Aku naik taksi. Motornya masih di kampus nanti diantar sama orang " ucap Yeni.


" Aku ke kamar dulu ya kak " lanjut Yeni.


Yeni pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya sebelum kakaknya menanyakan hal yang lainnya lagi.


Sedangkan Leon merasa aneh dengan sikap Yeni yang tiba-tiba berubah kepadanya.


" Kenapa dia seperti sedang marah? " gumam Leon setelah taksi yang dinaiki Yeni itu pergi.


" Leon ayo kita pergi dari tempat menjijikkan ini " ucap Intan memegang lengan Leon.


Leon melepaskan tangan Intan dari lengannya dan pergi menuju mobilnya.

__ADS_1


" Leon tunggu aku " ucap Intan mengejar Leon.


" Gue harus pergi. Lo pulang sendiri " ucap Leon lalu memasuki mobilnya.


" Tapi Leon... " belum sempat Intan menjawabnya Leon sudah melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


" Bisa-bisanya Leon meninggalkan aku di tempat menjijikkan seperti ini " ucap Intan kesal.


Di dalam mobil Leon sedang menghubungi anak buahnya untuk mengambil dan mengantarkan motor Yeni yang masih berada di kampus.


" Kenapa dia pergi begitu saja? Dia juga terlihat marah " ucap Leon setelah selesai menghubungi anak buahnya.


Karena begitu penasaran dengan sikap Yeni yang tiba-tiba berubah kepadanya, Leon pun memutuskan untuk menghubungi Yeni dan menurunkan gengsinya.


Leon menekan nomor Yeni. Setelah cukup lama akhirnya panggilan telepon itu pun diangkat oleh Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


" Ada apa ?" tanya Yeni terdengar ketus.


" Kenapa kamu pergi begitu saja dan terlihat marah ?" ucap Leon.


" Aku hanya tidak ingin menganggu kamu dan ulet keket itu " jawab Yeni.


" Ulet keket?" ucap Leon mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Maksudmu Intan?" lanjut Leon.


..." Ya siapa lagi kalau bukan dia " jawab Yeni ketus. ...


" Apa kamu marah aku mengajak dia ?" tanya Leon.


" Tentu saja aku marah " jawab Yeni.


" Kenapa harus marah?"tanya Leon lagi.


" Kamu itu sungguh menyebalkan. Aku marah karena aku cemburu dia selalu saja berusaha mendekatimu. Dia itu sangat menyukaimu. Aku sebagai kekasihmu tentu saja cemburu " jawab Yeni dengan nada kesal.


" Oh " ucap Leon.


Yeni yang mendengar respon Leom setelah dia mengatakan bahwa dia cemburu pun menjadi semakin kesal.


" Hanya oh saja? Kamu ini benar-benar ya. Dasar tidak peka " ucap Yeni lalu langsung saja memutuskan panggilan telepon itu.


" Kenapa dimatikan begitu saja?" ucap Leon setelah panggilan telepon itu dimatikan.


" Dan dia bilang aku tidak peka. Dasar wanita " gerutu Leon.


Tapi setelah itu terlihat sebuah senyuman terukir di bibirnya. Dia merasa senang saat Yeni mengatakan bahwa dia cemburu padanya.


Sementara Yeni langsung menangis setelah memutuskan panggilan telepon itu. Dia begitu kesal dengan Leon yang tidak peka terhadap dirinya. Seharusnya dia bisa mengerti karena kekasihnya itu ada pria kulkas jadi mana mungkin bisa peka seperti pria yang lainnya.

__ADS_1


" Dasar ya punya pacar kaya kulkas bener-bener bikin nyesek. Dia gak sadar apa kalo aku tu cemburu. Aku gak suka dia dekat sama perempuan lain apa lagi ulet keket itu " ucap Yeni sambil menangis.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2