
Sudah hampir satu jam Leon berkeliling supermarket dan juga warung buah di pinggir jalan tapi ia belum juga menemukan buah rambutan karena memang bukan musimnya. Leon ingin pulang tapi takut istrinya akan semakin marah karena ia sudah berkata akan mencarikan buah rambutan untuknya.
" Kemana lagi harus cari rambutan buat Yeni " ucap Leon di dalam mobil.
Akhirnya Leon menelpon Risky dan Dareen untuk meminta bantuan mereka mencari buah rambutan untuk Yeni.
Tak lama Risky dan Dareen datang dan menemui Leon di tepi jalan tempat Leon menunggu mereka.
" Ada apa lo nyuruh kita ke sini? " tanya Risky saat turun dari motornya.
Begitu juga dengan Dareen.
" Bantuin gue cari rambutan buat Yeni " ucap Leon pada Risky dan Dareen.
Risky dan Dareen pun terkejut. Dimana mereka akan mencari buah rambutan di saat tidak musimnya seperti ini.
" Lah cari rambutan kemana? Lagi gak musim ini " ucap Dareen.
" Gak tau. Pokok kalian berdua bantuin gue cari rambutan. Yeni lagi ngambek ini pengen rambutan " jawab Leon.
" Buset dah, bini lo nyusahin aja. Mana ada rambutan kalo gak musimnya " ucap Dareen dengan enteng.
Leon sudah menatap Dareen dengan tajam karena telah mengatai istrinya menyusahkan.
" Gue becanda, jangan diambil hati ya " ucap Dareen takut melihat tatapan tajam Leon.
" Kita cari aja sekarang. Siapa tau ada rambutannya " ajak Risky.
" Kita mencar. Kalo ada yang nemu langsung hubungin gue " ucap Leon pada Risky dan Dareen.
Mereka bertiga pun menaiki kendaraan mereka masing-masing dan mulai mencari buah rambutan untuk Yeni.
Cukup lama mereka mengelilingi Jakarta untuk mencari buah rambutan hingga Dareen melihat sebuah rumah yang di depannya terdapat pohon rambutan yang sedang berbuah. Dareen pun langsung menghubungi Leon dan Risky.
" Mana rambutannya? " tanya Leon pada Dareen.
" Itu, coba kita bilang sama yang punya " jawab Dareen sambil menunjuk pohon rambutan di halaman rumah orang.
Mereka bertiga pun mendekati rumah pemilik pohon rambutan itu. Kebetulan sekali ada seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari rumah itu.
" Permisi Bu " ucap Leon pada ibu itu.
" Ada apa ya? " tanya ibu itu.
Ibu itu menatap menyelidik kepada tiga orang pemuda itu.
" Apa pohon rambutan itu punya Ibu? " tanya Leon.
" Iya, pohon rambutan itu punya saya " jawab Ibu itu.
" Boleh gak saya beli beberapa buahnya Bu? Istri saya sedang hamil dan dia ingin sekali buah rambutan " ucap Leon.
" Oh boleh, ambil aja " jawab Ibu itu.
__ADS_1
Leon pun tersenyum senang.
" Tapi ada syaratnya " ucap Ibu itu sambil melirik Dareen.
" Apa syaratnya Bu? " tanya Leon.
" Adek ganteng ini harus cium sayang terus difoto " jawab Ibu itu menunjuk Dareen.
Dareen pun langsung membulatkan matanya. " Gak mau ya " tolak Leon melambaikan tangannya di depan dada.
Leon langsung menatap tajam Dareen. Ia harus mendapatkan buah rambutan itu walaupun Dareen harus jadi tumbal.
" Dia mau kok Bu " ucap Leon pada Ibu itu.
" Lo apa-apa sih " ucap Dareen tidak mau mencium Ibu itu.
" Gak papa lah berkorban. Anak Leon sama Yeni juga keponakan kita " ucap Risky sambil menahan tawanya.
" Gue traktir lo satu bulan di kantin " ucap Leon pada Dareen.
" Janji ya lo " ucap Dareen.
" Iya cepet " jawab Leon menatap tajam Dareen.
Dareen pun akhirnya mau untuk mencium Ibu itu demi calon keponakannya dan juga traktiran selama satu bulan. Dareen memejamkan matanya mencium pipi Ibu itu dan Risky mengambil foto mereka.
" Sudah " ucap Risky lalu tertawa.
Dareen langsung mengelap bibirnya dengan jaket yang dipakai setelah mencium pipi Ibu itu.
" Siap Bu " jawab Risky.
" Tunggu sebentar. Saya ambilkan rambutannya " ucap Ibu itu.
Ibu itu pun pergi untuk mengambilkan buah rambutan untuk Leon.
" Liat hasilnya " ucap Leon pada Risky.
Risky pun menunjukkan foto Dareen yang sedang mencium Ibu itu. Leon dan Risky pun langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat itu.
" Seneng lo berdua " ucap Dareen dengan wajah kesal.
Tak lama Ibu itu pun kembali membawa sekantong plastik besar rambutan.
" Ini buat kalian gak usah bayar " ucap Ibu itu.
" Terima kasih banyak Bu " ucap Leon menerima kantong plastik itu.
" Kalo mau dicium lagi hubungi saya ya Bu. Nanti saya bawa teman saya ini ke sini " ucap Risky.
" Siap dek " jawab Ibu itu.
" Awas ya lo " ucap Dareen mendelik pada Risky.
__ADS_1
Sementara itu, Yeni merasa sangat bersalah pada Leon karena ia sudah marah pada Leon dan menyuruhnya mencari buah rambutan yang sedang tidak musimnya.
" Aku keterlaluan banget sama Mas Leon " ucap Yeni merasa bersalah.
Yeni keluar dari kamarnya untuk mencari suaminya itu tapi tidak ada.
" Kamu cari apa sayang? " tanya Mama Rita saat kembali dari dapur.
" Mas Leon Ma " jawab Yeni.
" Leon belum pulang sayang. Dia kan lagi cari rambutan buat kamu " ucap Mama Rita.
Tak lama terdengar suara Leon dari luar.
" Assalamualaikum. Sayang aku bawa rambutan buat kamu " ucap Leon.
" Walaikumsalam " jawab Yeni dan Mama Rita.
Leon menghampiri Yeni dan Mama Rita dengan Risky dan Dareen di belakang mereka.
Leon serta Risky dan Dareen pun mencium tangan Mama Rita bergantian.
" Ini sayang. Rambutan buat kamu " ucap Leon pada Yeni.
Yeni langsung memeluk Leon dan menangis dalam pelukan Leon membuat Leon menjadi panik.
" Kamu kenapa sayang? Rambutannya kurang? " tanya Leon panik setelah melepaskan pelukannya.
Yeni menggelengkan kepalanya. " Aku minta maaf ya Mas. Aku marah sama kamu dan nyuruh kamu nyari rambutan yang gak lagi musimnya " ucap Yeni pada Leon.
" Gak papa sayang " jawab Leon tersenyum.
" Sekarang kamu cobain ya rambutan. Aku sudah capek-capek lho nyarinya " ucap Leon.
Mereka pun memakan buah rambutan itu yang rasanya sangat manis.
" Kalian dapat dimana rambutannya? " tanya Mama Rita.
Leon dan Risky menahan tawa mereka sedangkan Dareen memasang muka kesalnya yang membuat Yeni dan Mama Rita bingung.
Akhirnya Leon menceritakan pengorbanan Dareen yang harus mencium ibu-ibu pemilik pohon rambutan. Yeni dan Mama Rita tertawa mendengar itu, apalagi saat melihat foto yang diambil oleh Risky.
" Anak lo harus berterima kasih sama gue Yen. Gue sudah berkorban buat nurutin nyidam lo " ucap Dareen pada Yeni.
" Makasih ya Uncle Dareen " ucap Yeni mewakili anaknya yang belum lahir.
Yeni sangat menikmati buah rambutan yang Leon bawakan untuknya dengan penuh perjuangan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘