
Yeni masuk ke dalam kamar setelah Ardi dan Tya pergi untuk pulang ke kediaman Keluarga Wicaksono. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik pinggangnya yang tak lain adalah tangan Leon.
" Aaa " pekik Yeni terkejut.
" Bisa gak jangan teriak " ucap Leon yang memeluknya dari belakang.
" Kamu juga sih ngagetin aku " jawab Yeni.
" Lepasin ah. Aku mau masak buat makan malam " lanjut Yeni berusaha melepaskan pelukan Leon.
" Nanti saja " ucap Leon.
" Lebih baik kita melanjutkan yang tadi saja " bisik Leon di telinga Yeni.
Tubuh Yeni langsung meremang mendengar itu. Ia dapat mengerti apa yang dimaksud oleh Leon.
" Tapi kan ini masih siang " ucap Yeni sambil menahan suaranya agar tidak mengeluarkan ******* karena Leon mulai menciumi tengkuknya.
" Memangnya ada larangan tidak boleh melakukannya siang begini?" tanya Leon.
" Ya enggak sih " jawab Yeni.
" Jika begitu kita mulai " ucap Leon membalik tubuh Yeni.
Leon langsung mencium bibir Yeni dengan ganas. Yeni yang juga sudah terpancing oleh tindakan Leon pun dengan berano membalas ciuman Leon. Leon ******* dan menghisap bibir Yeni. Ia juga menyusuri dan memainkan lidahnya saat Yeni membuka mulutnya. Mereka terus bertukar saliva sampai benar-benar hampir kehabisan napas.
" Huh huh huh " mereka berebut untuk bisa mendapatkan oksigen.
__ADS_1
Leon mengusap bibir Yeni yang basah akibat ciuman mereka.
" Aku sudah tidak tahan lagi " ucap Leon.
Leon melepaskan kaos tipis yang ia pakai lalu mendorong Yeni ke tempat tidur. Leon mengungkung Yeni di bawah tubuh besarnya. Ia mulai mencium bibir Yeni lagi. Tangannya juga sudah menyusup ke dalam baju yang Yeni pakai.
" Hmft " ******* Yeni tertahan karena Leon masih terus menciumnya.
Leon mulai melepaskan semua baju yang dipakai Yeni beserta semua atributnya sampai Yeni tidak memakai apapun.
Wajah Yeni langsung memerah saat Leon terus memperhatikan tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benang pun.
Kemudian Leon mulai menyusuri seluruh tubuh Yeni. Ia menyentuh beberapa titik sensitif tubuh Yeni sehingga membuat Yeni mengeluarkan suara *******.
" Hmm mass " ucap Yeni menahan sesuatu di tubuhnya.
Kini Leon sudah meninggalkan tanda kepemilikan di tubuh Yeni. Tangannya juga sudah mulai aktif di dua bukit kembar milik Yeni yang menjadi tempat favoritnya. Tubuh Yeni menjadi tidak karuan saat Leon mulai bermain-main disana.
Setelah cukup puas Leon pun memulai penyatuan mereka. Penyatuan tersebut cukup lama sampai akhirnya Leon membenamkan benih cintanya di rahim Yeni.
Kemudian Leon membaringkan tubuhnya di samping Yeni dan mengatur napasnya kembali. Begitu pula dengan Yeni. Leon menarik Yeni dalam pelukannya dan mencium keningnya.
" Mas " panggil Yeni.
" Hmm " jawab Leon yang masih memeluk Yeni.
" Apa kamu mencintaiku?" tanya Yeni.
__ADS_1
Leon melihat ke arah Yeni. " Kenapa bertanya seperti?" bukannya menjawab Leon malah balik bertanya.
" Jawab aku mas " ucap Yeni.
" Tidak harus kan? Lagi pula kita sudah menikah. Jadi tidak penting " jawab Leon.
" Jadi menurutmu tidak penting ya" ucap Yeni kecewa.
Kemudian Yeni melepaskan pelukan Leon. Ia bangun dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi. Tapi belum memasuki kamar mandi ada seseorang yang memeluknya. Siapa lagi jika bukan Leon.
Yeni hanya diam. Perlahan air matanya pun mulai luruh. Ia sangat kecewa karena Leon menganggap ungkapan cintanya itu tidak penting.
" Lepaskan aku " ucap Yeni terisak.
" I love you " ucap Leon.
Yeni semakin terisak setelah mendengar Leon mengatakan itu. Leon melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Yeni.
" Jangan menangis " ucap Leon mengusap air mata Yeni.
" Dengarkan aku. Aku mencintaimu tapi hanya saja aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya " lanjut Leon menatap mata Yeni.
Yeni melihat tidak ada kebohongan di mata Leon pun langsung memeluknya.
" Aku lebih mencintamu mas dari dulu " ucap Yeni.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘