
Yeni baru saja keluar dari kelasnya. Dia akan pergi ke kantin karena perutnya sudah merasa lapar. Tapi saat hendak mencapai kantin tiba-tiba Aska memanggilnya.
" Yeni " panggil Aska.
Yeni pun menghentikan langkahnya. " Iya kenapa Ka?" ucap Yeni.
" Gue punya sesuatu buat lo " ucap Aska tersenyum.
" Apaan?" tanya Yeni.
Aska pun mengeluarkan sebuah buket bunga mawar merah dari belakang punggungnya.
" Nih spesial buat lo " ucap Aska memberikan buket bunga itu pada Yeni.
Yeni pun menerima buket bunga tersebut. Dia masih tidak habis pikir dengan sikap Aska yang akhir-akhir ini berubah menjadi lebih mendekatinya.
" Dalam rangka apa nih lo ngasih gue buket bunga begini ?" tanya Yeni pada Aska.
" Ya sengaja aja gue beliin itu buat lo " jawab Aska.
" Lo suka ?" lanjutnya.
" Iya gue suka. Makasih ya " jawab Yeni .
Aska pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia merasa sangat senang karena usahanya berhasil dengan Yeni menerima buket bunga itu.
" Gue ke kantin dulu ya. Laper banget nih " ucap Yeni pada Aska.
" Gue ikut " ucap Aska.
__ADS_1
Kemudian mereka pun pergi kantin bersama. Setelah makanan pesanan mereka datang Yeni pun langsung menyantapnya karena memang dia sudah sangat lapar. Sampai dia tidak sadar jika di bibirnya ada noda makanan.
Aska yang melihat itu pun langsung mengelapnya dengan tisu. Yeni terkejut dengan perlakuan Aska.
" Kalo makan pelan-pelan. Kaya anak kecil aja sampai belepotan gitu " ucap Aska.
" Hmn makasih " ucap Yeni dengan senyum canggung.
Tanpa mereka sadari Leon sedang memperhatikan mereka dengan sorot mata yang tajam dari pintu kantin.
" Wih si Aska lagi coba deketin Yeni tuh " ucap Dareen.
Leon tidak memperdulikan ucapan Dareen. Dia terus saja memperhatikan Aska dan Yeni. Tanpa sengaja Yeni melihat ke arah Leon.
" Aduh Leon pasti liat nih. Auto marah " ucap Yeni dalam hati.
Terlihat Leon yang mulai pergi meninggalkan kantin bersama Risky dan juga Dareen. Yeni pun dengan cepat menyusul Leon.
Yeni pun terus mengejar Leon yang sudah jauh di depan.
" Leon tunggu " ucap Yeni berhasil meraih tangan Leon.
" Apa ?" ucap Leon tanpa melihat ke arah Yeni.
" Jangan salah paham " ucap Yeni.
" Sudah jelas semua gak ada yang salah paham. Dan buket bunga ini juga dari dia kan " ucap Leon.
" Iya dari Aska tapi gak ada maksud apa-apa" jawab Yeni.
__ADS_1
" Hmm kita duluan ya " pamit Risky seraya menarik Dareen untuk pergi dari sana.
" Leon percaya aku " ucap Yeni pada Leon.
Leon meraih buket bunga itu dan membuangnya ke tong sampah.
" Aku gak suka kamu simpen pemberian dari laki-laki lain. Aku bisa kasih yang jauh lebih bagus dari itu " ucap Leon.
Leon menarik tangan Yeni untuk meninggalkan tempat itu.
Hari pun berganti malam. Matahari pun sudah kembali ke tempat persembunyiannya. Seperti janjinya tadi pagi, malam ini Leon akan keluar untuk berkumpul bersama Risky dan Dareen.
Kini mereka sudah berada di sebuah kafe. Mereka menikmati makan malam serta alunan musik yang dimainkan oleh penghibur di kafe tersebut.
Saat sedang asik mengobrol Intan tiba-tiba datang menghampiri mereka.
" Hai " sapa Intan lalu duduk di sebelah Leon.
" Hai " jawab Risky dan Dareen.
Sementara Leon hanya diam tidak memperdulikan kehadiran Intan.
" Leon kamu gak bilang sih kalo disini juga " ucap Intan.
" Gue balik " ucap Leon berdiri dari duduknya.
" Kok cepet banget sih lo " ucap Dareen.
Leon tidak memperdulikan itu. Dia tetap berjalan pergi dari kafe tersebut. Dia malas berlama-lama bersama Intan.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05😘