Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
193. Kontraksi


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat dan kandungan Yeni sekarang sudah memasuki bulan kesembilan. Perkiraan Dokter, Yeni akan melahirkan sekitar dua minggu lagi. Leon sempat membujuk Yeni untuk melahirkan melalui operasi caesar tapi Yeni tetap kekeh ingin melahirkan secara normal jika memang itu tidak bermasalah. Jenis kelamin kedua anak mereka belum mereka ketahui karena kedua bayi itu seakan menyembunyikan jenis kelaminnya walaupun sudah dilakukan beberapa kali USG.


Di tengah malam, Yeni merasakan perutnya mulas. Ia mencoba untuk menahannya karena ia mengira itu adalah kontraksi palsu karena sebentar hilang. Tapi saat pagi menjelang, Yeni merasakan perutnya semakin sakit dan mulas membuat Yeni yakin bahwa ini adalah kontraksi sungguhan.


" Aw " pekik Yeni saat merasakan sakit di perutnya.


Leon yang baru saja selesai mandi langsung mendekati Yeni yang sedang kesakitan.


" Kamu kenapa sayang? " tanya Leon pada Yeni.


" Perut aku sakit Mas. Ini kayaknya kontraksi mau melahirkan deh " jawab Yeni sambil menahan rasa sakit.


" Apa? Kamu mau melahirkan? " tanya Leon panik.


Leon bingung harus melakukan apa. Ia hanya berpikir untuk cepat membawa Yeni ke rumah sakit.


" Kita ke rumah sakit sekarang " ucap Leon yang masih panik.


" Nanti dulu deh Mas. Air ketubannya juga belum pecah " jawab Yeni berusaha untuk tenang dan tidak terburu-buru walau rasa sakit terus terasa.


" Pokoknya sekarang kita ke rumah sakit. Aku mau kamu cepat ditangani kalo nanti mau melahirkan. Kamu jangan bantah aku " ucap Leon tidak bisa dibantah.

__ADS_1


" Iya Mas " jawab Yeni akhirnya menuruti Leon untuk pergi ke rumah sakit.


" Ayo sayang " ucap Leon ingin membantu Yeni untuk berdiri.


" Bentar Mas, masa kamu mau pergi ke rumah sakit kayak gini " ucap Yeni pada Leon yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


Leon pun melihat penampilannya yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Leon langsung pergi ke ruang ganti untuk memakai bajunya.


Setelah itu Leon memapah Yeni keluar dari kamar. Ia juga membawa tas besar yang berisi peralatan setelah melahirkan yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari.


" Ma, Mama " teriak Leon memanggil Mama Rita.


Mama Rita yang sedang berada di dapur untuk memasak sarapan pun langsung menghampiri Leon dan Yeni.


" Yeni mau melahirkan Ma. Ayo kita ke rumah sakit " ucap Leon membuat Mama Rita panik.


" Ayo cepat sayang. Jangan sampai Yeni melahirkan di rumah " ucap Mama Rita yang juga panik.


" Belum kok Ma, aku baru kontraksi. Air ketubannya juga belum pecah " ucap Yeni menenangkan Mama Rita.


Mama Rita yang mendengar itu pun sedikit tenang. " Kamu ni buat Mama panik aja " ucap Mama Rita memukul lengan Leon.

__ADS_1


" Tapi Yeni mau melahirkan ini Ma " ucap Leon yang masih panik.


" Kamu bawa Yeni ke mobil dulu. Mama mau ambil tas sama bilang sama Bu Inah dulu " ucap Mama Rita pada Leon.


" Iya Ma " jawab Leon.


Leon memapah Yeni keluar dari rumah dan membantunya untuk memasuki mobil. Yeni berada di kursi belakang dan akan bersama Mama Rita nanti. Sedangkan Leon akan menyetir.


" Mana sih Mama lama banget " ucap Leon.


" Sabar Mas. Kamu tenang dong " ucap Yeni kesal.


Ia kesal pada Leon karena dari tadi Leon terus saja panik, padahal ia baru merasakan kontraksi.


" Gimana aku mau tenang sayang, kamu ini mau melahirkan " jawab Leon.


Tak lama Mama Rita datang dan masuk ke dalam mobil. Leon langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik Keluarga Wicaksono.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2