Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
29. Setelah Cukup Lama


__ADS_3

Hari demi hari berganti minggu demi pun minggu pun berganti. Selama beberapa minggu liburan Yeni hanya berdiam diri di rumah dan terkadang ia berkunjung ke rumah Tya maupun ke rumah nenek mereka.


Pertemuan di bengkel adalah pertemuan terakhirnya dengan Leon. Setelah itu dia tidak pernah bertemu Leon lagi.


Sedangkan Leon, sama seperti Ardi dia belajar bisnis dan ikut membantu ayahnya di kantor. Leon adalah anak tunggal jadi dia adalah pewaris tunggal perusahaan yang dirintis oleh ayahnya.


Hari ini seperti biasanya Leon akan ikut ayahnya ke kantor. Setelah sarapan mereka pun berangkat ke kantor. Papa Axcel menggunakan mobil dengan di supiri oleh Pak Diman, sedangkan Leon mengendarai motornya.


Ditengah jalan Leon melihat seorang gadis yang hendak melompat dari jembatan. Leon merasa mengenali gadis itu.


" Itu bukannya Yeni " ucap Leon kemudian menghentikan motornya.


Leon melepaskan helmnya dan turun dari motornya. Dia berlari menghampiri Yeni. Leon langsung menarik Yeni agar tidak melompat dari jembatan.


" Hey gila ya lo " ucap Leon.


" Apaan sih lo ?" ucap Yeni dia sangat terkejut saat ada orang yang menariknya.


" Lo mau bunuh diri kan?" ucap Leon pada Yeni.


" Ih siapa yang mau bunuh diri. Gue mau nolongi kucing itu " jawab Yeni sambil menunjuk kucing yang berada di pinggir jembatan.


Leon pun menjadi salah tingkah karena malu tapi dia menutupinya.


" Biar gue aja " ucap Leon.


Kemudian Leon pergi ke pinggir jembatan dan mengambil kucing itu lalu memberikannya pada Yeni.


" Nih " ucap Leon sambil memberikan kucing itu pada Ya ni.

__ADS_1


Yeni pun menerimanya dengan senang. " Terima kasih " ucap Yeni tersenyum.


" Hati-hati ya kamu jangan ke pinggir jembatan lagi " ucap Yeni melepaskan kucing itu.


Yeni melambaikan tangannya sambil tersenyum. Leon memperhatikan Yeni yang sedang tersenyum.


" Cantik juga kalo senyum " batin Leon.


Yeni pun menoleh ke arah Leon. " Lo kok disini ?" tanya Yeni.


" Gue gak sengaja lewat " jawab Leon.


" Oh " ucap Yeni.


Leon pun melangkahkan kakinya meninggalkan Yeni. Leon melajukan motornya menuju kantor ayahnya.


" Dasar tu orang pergi gak pamit " ucap Yeni.


Sementara para orang tua berada di dalam rumah, Tya dan Yeni memilih duduk di taman depan rumah. Tanpa mereka sadari ternyata Mas Andi dan Mba Rina sedang lewat dan melihat mereka. Rumah Mas Andi dan Nenek Tya memang dekat.


" Assalamualaikum " salam Mas Andi dan Mba Rina.


" Walaikumasalam " jawab Tya dan Yeni bersamaan lalu menoleh ke arah Mas Andi dan Mba Rina.


" Mas Andi, Mba Rina" ucap Tya.


" Tya apa ini rumah alm kakekmu?" ucap Mas Andi.


" Iya mas. Ini rumah kakek" jawab Tya.

__ADS_1


" Ya ampun. Hampir setahun mas tinggal di komplek ink tapi gak sadar kalo ini rumah kakekmu" ucap Mas Andi pada Tya.


" Disini memang jarang ada keluar rumah mas, karena nenek tinggal sendiri setelah kakek meninggal. Nenek gak mau tinggal sama ayah karena banyak kenangan sama kakek disini" ucap Tya.


Yeni bingung melihat Tya sangat akrab dengan sepasang suami istri itu.


" Mba, mereka siapa kok mba akrab banget?" tanya Yeni.


" Ini Mas Andi kakaknya Ardi dan itu Mba Rina istrinya" ucap Tya pada Yeni.


" Oh, berarti calon kakak ipar mba dong " ucap Yeni kemudian langsung mendapat cubitan dari Tya.


" Aduh mba sakit" ucap Yeni tertawa.


Yeni sangat senang menggoda Tya dan membuat wajah Tya menjadi merah seperti tomat yang sudah sangat matang.


Mas Andi dan Mba Rina yang melihat Tya sedang malu pun tersenyum.


" Oh iya perkenalkan aku Yeni adik sepupu Mba Tya" ucap Yeni.


Mas Andi dan Mba Rina menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Ya udah kita pulang dulu ya udah sore" ucap Mas Andi


" Iya mas" ucap Tya.


" Assalamualaikum " ucap Mas Andi lalu beranjak pergi bersama Mba Rina.


" Walaikumsalam " jawab Tya dan Yeni bersamaan.

__ADS_1


Setelah Mas Andi dan Mba Rina pergi, Tya dan Yeni juga pulang bersama keluarganya masing-masing.


__ADS_2