Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
41. Hujan Membawa Bahagia


__ADS_3

Seharian menuntut ilmu dan ditambah lagi kelas tambahan membuat para murid ingin cepat-cepat pulang lalu mengistirahatkan tubuh mereka. Begitu pula dengan Leon dan Yeni mereka ingin bergegas pulang. Apalagi terlihat awan sangat mendung dan akan turun hujan.


" Aku harus cepat pulang biar gak kehujanan " ucap Yeni saat berada di parkiran.


Yeni pun menyalakan motornya dan melajukannya menuju rumahnya. Tapi sayang saat di tengah jalan hujan turun membasahi bumi.


" Aduh kenapa udah turun aja sih hujannya " ucap Yeni.


Kemudian Yeni melihat sebuah halte bis tak jauh dari tempatnya berada.


" Mending aku neduh di halte itu dulu " ucap Yeni.


Yeni pun melajukan motornya mendekati halte bis tersebut. Yeni turun dari motornya. Disana tidak ada orang. Hanya ada Yeni sendirian.


Yeni menggesek kedua tangannya lalu menempelkanya pada pipi dan lehernya.


" Kok dingin banget sih " ucap Yeni lalu duduk di tempat duduk halte bis tersebut.


Sedangkan Leon juga hendak langsung pulang ke rumahnya tapi tiba-tiba hujan turun. Leon memutuskan untuk mencari tempat berteduh. Leon pun melihat sebuah bis lalu melajukan motornya disana.


Leon turun dari motornya dan melepaskan helmnya. Setelah membuka helmnya Leon melihat Yeni yang sedang duduk disana sendirian.


" Ternyata cewek ceroboh ini neduh disini juga " batin Leon.


Leon pun menghampiri Yeni dan duduk di sampingnya. Yeni melihat ke arah samping untuk melihat siapa yang duduk di sampingnya.


" Leon ?" ucap Yeni.


Leon hanya menoleh ke arah Yeni sebentar lalu kembali mengarahkan pandangannya ke depan lagi.


" Lo kehujanan juga?" ucap Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


Yeni pun mencebikkan bibirnya saat Leon hanya membalas ucapannya seperti itu. Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara keduanya.


Leon melihat Yeni yang terus menggesekkan kedua tangannya dan bibirnya yang sedikit bergetar karena kedinginan. Leon tidak tega melihatnya. Walaupun setelah pernyataan perasaan Yeni Leon berniat menghindarinya tapi melihat Yeni yang kedinginan Leon pun menjadi tidak tega.


Leon melepaskan jaket yang dipakainya lalu memakaikanya pada Yeni. Yeni pun langsung menoleh ke arah Leon.


" Pakai saja " ucap Leon dingin.


" Terima kasih " ucap Tya tersenyum tapi tidak di jawab oleh Leon.


Walaupun tidak dijawab Yeni tetap merasa senang karena Leon memberikan jaketnya agar Yeni tidak kedinginan. Yeni terus menampakkan senyumnya.

__ADS_1


" Kenapa senyum-senyum?" tanya Ardi tanpa melihat ke arah Yeni.


" Gak papa " jawab Yeni.


Tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat kencang.


Duar.


Yeni yang memang sejak kecil sangat takut dengan suara petir pun langsung memeluk Leon. Leon yang mendapatkan pelukan dari Yeni pun terkejut. Jantung kembali berpacu begitu cepat.


" Jantungku kenapa lagi?" batin Leon.


" Ibu Yeni takut " ucap Yeni hendak menangis.


Leon dapat mendengar ketakutan di suara Yeni. Leon pun mencoba menenangkan Yeni.


" Tenanglah ada gue disin" ucap Leon tanpa membalas pelukan Yeni.


Setelah Yeni tenang ia pun melepaskan pelukannya pada Leon.


" Maaf. Aku sangat takut pada suara petir. Biasanya aku selalu memeluk ibuku jika sedang takut " ucap Yeni pada Leon. Dia tidak lagi menggunakan lo gue pada Leon.


" Gak papa" jawab Leon.


Tak lama hujan pun reda. Yeni memutuskan untuk pulang karena hari sudah gelap. Yeni melepaskan jaket milik Leon dan memberikannya.


" Pakailah dulu. Aku akan mengantarmu pulang " ucap Leon lalu menaiki motornya.


Yeni pun terdiam saat Leon berkata akan mengantarnya pulang.


" Cepatlah " ucap Leon menyadarkan Yeni.


Saat tersadar Yeni langsung memakai jaket milik Leon kembali dan menaiki motornya. Yeni melajukan motornya menuju rumahnya dan ikuti Leon di belakang.


Sesampainya di rumah terlihat Ayah Yendi dan Bu Yosi berada di teras menunggu kepulangan Yeni dengan khawatir. Yeni turun dari motornya begitu juga dengan Leon.


" Assalamualaikum " ucap Yeni mencium tangan kedua orang tuanya.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi.


" Kenapa kamu baru pulang ? Ayah dan ibu sangat mengkhawatirkanmu " ucap Bu Yosi pada Yeni.


" Maaf bu. Tadi kan hujan jadi Yeni neduh dulu " jawab Yeni.


Sedangkan Ayah Yendi dari tadi memperhatikan seorang pemuda yang datang bersama putrinya.

__ADS_1


" Dek. siapa pemuda ini?" tanya Ayah Yendi.


Leon pun mendekati Yeni dan kedua orang tuanya. " Saya Leon om. Teman sekolah Yeni " ucap Leon memperkenalkan diri lalu mencium tangan kedua orang tua Yeni.


" Saya Yendi ayah Yeni " ucap Ayah Yendi tersenyum.


" Kenapa kalian bisa bersama?" tanya Ayah Yendi.


" Tadi kami tidak sengaja menenduh di tempat yang sama. Jadi saya mengantarkan Yeni pulang " jawab Leon.


" Terima kasih ya Leon sudah mengantar Yeni pulang ke rumah " ucap Bu Yosi pada Leon.


" Sama-sama tante. Saya pamit pulang dulu" ucap Leon..


" Baiklah hati-hati di jalan ya " ucap Ayah Yendi.


" Iya om " jawab Leon.


" Leon terima kasih " ucap Yeni tersenyum dan Leon menganggukkan kepalanya.


" Assalamualaikum " ucap Leon mencium tangan kedua orang tua Yeni.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Leon pun menaiki motornya lalu pergi meninggalkan rumah Yeni dan menuju rumahnya sendiri.


Setelah Leon pergi mereka pun masuk ke dalam rumah. Yeni langsung masuk ke kamarnya. Yeni mandi lalu melaksanakan sholat magrib. Setelah itu Yeni membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia memeluk jaket milik Leon.


" Semoga ini awal supaya kita bisa dekat. Aku sangat bahagia hari ini " ucap Yeni tidak berhenti tersenyum.


Sedangkan Leon baru saja sampai di rumahnya. Dia memasukkan motornya ke dalam garasi. Setelah itu dia memasuki rumahnya.


" Sayang " panggil Mama Rita.


Leon pun langsung menghampiri Mama Rita dan mencium pipinya.


" Kenapa baru pulang?" tanya Papa Axcel.


" Tadi aku terjebak hujan " jawab Leon.


" Sekarang masuk ke kamarmu dan ganti pakaianmu nanti kamu sakit " ucap Mama Rita yang melihat pakaian Leon sedikit basah.


" Iya ma " jawab Leon.


Kemudian Leon pun langsung menaiki tangga dan menuju kamarnya. Setelah sampai di kamarnya Leon pun langsung membersihkan dirinya. Leon mengguyur seluruh tubuhnya dengan air. Tiba-tiba bayang -bayang saat Yeni memeluknya muncul di pikirannya.

__ADS_1


" Kenapa perasaan jadi seperti ini pada cewek ceroboh itu " gumam Leon.


Kemudian Leon mematikan sower dan mengambil handuknya lalu keluar dari kamar mandi.


__ADS_2