
Beberapa hari berlalu. Pagi itu Yeni sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Yeni keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.
" Sayang, kamu malam ini menginap di rumah bibimu ya bersama Tya. Ayah dan ibu serta paman dan bibimu akan mengantarkan kakakmu kembali ke Jakarta siang ini. Jadi nanti kamu langsung ke rumah bibimu saja" ucap Bu Yosi pada Yeni.
" Jadi kakak kembali hari ini?" tanya Yeni.
" Iya " jawab Bu Yosi.
Setelah selesai sarapan Yeni langsung menemui keponakan kecilnya itu dan mengucapkan selamat tinggal karena mereka akan kembali ke Jakarta.
Yeni melajukan motornya ke sekolah. Sesampainya di sekolah Yeni langsung memasuki kelasnya. Pelajaran demi pelajaran dilalui dengan baik. Hingga akhirnya lonceng istirahat pun berbunyi.
" Oke anak-anak, ibu akhiri pelajaran hari ini. Jangan lupa belajar minggu depan kalian akan ulangan. Ibu permisi selamat Siang" ucap seorang guru tersebut.
" Siang bu" jawab para siswa.
Setelah guru pergi, Yeni mendekati Tya.
" Mba, nanti malam aku nginep dirumah mba" ucap Yeni.
" Loh, tumben. Udah lama gak nginep" jawab Tya.
" Mba belum di kasih tau ya, nanti sore kan ayah ibu, paman bibi akan mengantar kakak dan ponakanku, sekalian pemberian nama awalnya aku mau ikut tapi kan kita udah deket ulangan" jelas Yeni.
" Belum ih, mba gak tau" ucap Tya kaget.
" Soalnya Ayah baru kasih tau paman tadi pagi sih, tenang aja mba nanti aku yang nemenin mba" ucap Yeni tersenyum.
" Iya deh" ucap Tya lalu mencubit hidung Yeni.
Yeni pun langsung memegang hidungnya. " Sakit mba" ucap Yeni pura-pura ngambek.
" Ahaha" tawa Tya melihat tingkah Yeni.
Saat kembali dari kantin Nisa, Lisa dan Sasa menghampiri Tya dan Yeni.
" Ada apa sih kok seru banget" ucap Lisa penasaran melihat Tya tertawa.
" Gak ada apa-apa kok" jawab Tya.
" Eh Yen, kamu pulang bareng aku gak?" tanya Sasa.
" Nggak Sa, aku mau pulang ke rumah mba Tya sekalian nginep di sana" ucap Yeni.
" Aduh sayang banget aku gak bisa ikut" ucap Nisa.
" Iya kita juga" ucap Lisa dan Sasa.
" Lain kali kan bisa" ucap Tya tersenyum.
Jam istirahat pun habis mereka memulai pelajaran kembali. Mereka belajar dengan fokus karena sebentar lagi akan ulangan sehingga mereka harus bersungguh-sungguh.
Saat pulang sekolah, Yeni langsung menghampiri Tya.
" Mba, aku udah bilang sama bibi kalo mba pulang sama aku aja, jadi bibi gak usah jemput"ucap Tya sambil membantu Tya.
" Jadi ngerepotin kamu dek" ucap Tya tak enak hati.
" Nggak kok mba" jawab Yeni tersenyum.
Ardi dan Aska yang masih berada di kelas menghampiri mereka.
" Biar aku bantu" ucap Ardi sambil memegang Tya.
" Gak usah Ar, aku sudah ada Yeni" ucap Tya menolak.
Aska yang ingin Ardi dan Tya semakin dekat membisikkan sesuatu pada Yeni. " Biar Ardi aja" bisik Aska dan Yeni pun mengerti.
" Ya udah Ar, kamu yang bantu mba Tya, tapi hati-hati" ucap Yeni. Tya pun pasrah dan menerima bantuan Ardi.
__ADS_1
Ardi menggendong Tya, sedangkan Aska dan Yeni berjalan di belakang Ardi.
" Kenapa kamu suruh aku biar Ardi aja yang bantu mba Tya?" tanya Yeni masih bingung.
" Biar mereka tambah deket aja?" jawab Aska.
" Maksudnya?" tanya Yeni masih belum faham.
" Gini ya Yeni ku sayang. Ardi itu suka sama Tya maka nya aku suruh kamu biar Ardi aja yang bantu Tya biar mereka tambah deket. Tenang aja Ardi tulus kok" jelas Aska.
" Apaan sih sayang sayang" ucap Yeni dan Aska hanya tertawa.
" Syukur deh aku seneng dengernya kalo gitu dan aku dukung mereka" ucap Yeni bersemangat.
Dan Aska hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Oh iya kenapa Tya gak pake kursi roda saja?" tanya Aska.
" Mba Tya gak nyaman, lagian paman dan bibi gak mau jua mereka ingin mengurus mba Tya sepenuhnya" jawab Yeni dan Aska hanya mengangguk.
Setelah sampai di parkiran, Ardi membawa Tya ke motor Yeni dan mendudukannya. Tya yang melihat Ardi berkeringat pun merasa tak enak hati.
" Ardi, aku berat ya, maaf ya ngerepotin kamu " ucap Tya dengan suara sedihnya. Dia mengelap keringat Ardi dengan sapu tangannya.
" Nggak kok, kamu gak berat. Lagian kan badan aku gede ya pasti kuat lah kalo gendong kamu mah" ucap Ardi supaya Tya tidak merasa bersalah.
" Kita langsung pulang mba" ucap Yeni yang sudah sampai bersama Aska.
"Iya dek" jawab Tya.
" Kita duluan ya " pamit Yeni pada Aska dan Ardi dan mereka mengangguk.
Yeni pun melajukan motor bersama Tya menuji ke rumah Tya. Sedangkan Ardi dan Aska menuju ke rumah mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah Tya dan Yeni tidak langsung ke kamar mereka duduk dulu di ruang keluarga.
" Loh mau kemana kok udah rapi?" tanya Tya.
" Maaf ya kak, ibu lupa ngasih tau kamu kalo mau keluar kota. Yeni pasti dah bilang kan, tadinya ibu tidak ikut tapi bibimu meyakinkan ibu kalo dia bakal jagain kamu. Gak papa kan kamu di rumah sama Yeni" ucap Bibi Sari khawatir.
" Gak papa bu, Ibu Ayah tenang aja" ucap Tya meyakinkan ibunya.
" Salam ya bu, buat paman bibi, Yola dan suaminya" ucap Tya.
" Iya sayang" jawab Bibi Sari.
" Ya udah ayo berangkat, kalian baik-baik di rumah, Yeni titip Tya ya" ucap Paman Nadi.
" Oke paman" ucap Yeni sambil homat kepada Paman Nadi.
Paman Nadi, Bibi Sari serta Khaya sudah meninggalkan rumah. Tya dan Yeni pun ke kamar Tya untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka sholat ashar berjamaah.
" Mba, aku lapar nih, mba mau makan sekalian gak" tanya Yeni yang sudah merasa perutnya minta diisi.
" Boleh deh, kita makan di sini aja ya" jawab Tya.
" Oke deh" ucap Yeni sambil mengacungkan jempolnya.
Kemudian Yeni melangkah ke dapur untuk mengambil makanan karena Bu Sari sudah menyiapkannya tadi.
Mereka pun makan di kamar Tya. Setelah selesai makan Yeni membawa piring kotor ke dapur dan mencucinya.
Setelah itu, Yeni dan Tya bersiap melaksanakan sholat magrib. Setelah sholat magrib mereka mengaji sebentar dan dilanjut sholat isya.
Yeni pergi ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman karena mereka akan menonton drakor di kamar.
" Mba mau film yang mana?" tanya Yeni sambil memilih pada laptopnya.
" Terserah, mba ngikut aja" jawab Tya sambil memakan cemilannya.
__ADS_1
Mereka asik nonton berdua, ketika ada adegan lucu mereka tertawa bersama, ketika ada adegan sedih mereka menangis bersama sampai film itu habis.
Terdengar ponsel Tya berbunyi.
Drt drt.
" Siapa mba?" tanya Yeni.
" Ardi" jawab Tya.
" Ya udah angkat aja" ucap Yeni.
Tya pun menjawab telpon Ardi. Yeni ikut menguping agar bisa mendengar pembicaraan Ardi dan Tya.
" Halo, Assalamualaikum" ucap Ardi dari ujung sana.
" Walaikumsalam" jawab Tya.
" Belum tidur?" tanya Ardi.
" Belum" ucap Tya.
" Dirumah sama siapa?" tanya Ardi supaya bisa mengobrol lebih lama dengan Tya. Karena dia juga sudah tau Tya bersama Yeni dari Lisa.
" Sama Yeni" jawab Tya.
" Besok berangkat sama siapa?" tanya Ardi lagi.
" Ya sama Yeni" ucap Tya.
" Aku jemput yaa, plis jangan nolak" ucap Ardi dengan nada memelasnya.
Tya pun bingung , dia bertanya pada Yeni. " Ardi mau jemput besok" ucap Tya sambil menjauhkan ponselmya supaya Ardi tidak mendengar.
" Jawab aja iya gitu" ucap Yeni.
Lalu Tya mendekatkan kembali ponselnya.
" Iya deh, tapi itu gak ngerepotin kamu" ucap Tya.
" Nggak kok, aku malah seneng" jawab Ardi langsung tersenyum senang walau tak bisa terlihat oleh Tya.
" Ya udah udah malam, aku tutup ya, Assalamualaikum" ucap Tya.
" Walaikumsalam" jawab Ardi. Lalu panggilan tersebut pun mati.
Setelah sambungan telepon itu terputus Yeni meliha Tya tersenyum dan menggodanya.
" Cie, kayanya Ardi suka sama mba deh" goda Yeni sambil tertawa.
" Apaan sih" ucap Tya, sekarang wajahnya sudah semerah tomat karna malu.
" Sikapnya ke mba tu beda, aku yakin dia suka sama mba" ucap Yeni lagi.
" Gak mungkin lah Ardi suka sama mba, lagi pula keadaan mba gini" ucap Tya lagi.
Yeni pun menggenggam tangan Tya. " Kalo Ardi tulus, dia gak peduli itu, dia pasti nerima mba apa adanya" ucap Yeni.
" Iya dek, tapi mba gak mau terlalu berharap, kalo ternyata Ardi gak suka gimana?" ucap Tya.
" Tapi perasaan mba ke Ardi gimana?" tanya Yeni penasaran dengan perasaan Tya terhadap Ardi.
" Gimana ya, mba nyaman deket dia, dia buat mba senyum terus sama tingkahnya walau kadang kesel tapi tu slalu kebayang terus, apalagi nih jantung kalo deket dia kaya mau copot" ucap Tya tersenyum.
" Berarti mba suka sama dia, jatuh cinta sama dia" ucap Yeni.
" Mungkin sih, tapi ya udah lah mending kita tidur aja" ajak Tya.
Lalu mereka pun beranjak tidur karena hari juga sudah cukup larut malam
__ADS_1