Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
60. Tidak Ingin Berpisah


__ADS_3

Keesokan harinya Yeni sudah melajukan motornya untuk pergi ke kafe tempat mereka janjian. Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di kafe itu. Leon pun langsung masuk ke dalam kafe.


Terlihat teman-temannya sudah berkumpul disana. Mereka sengaja berkumpul karena besok Tya akan pergi ke Jakarta dan setelah menikah dia akan menetap disana.


" Jadi kamu beneran berangkat besok ke Jakarta?" tanya Lisa pada Tya.


" Iya, kata Ardi sih jam tujuh pagi udah terbang " jawab Tya.


" Kita pisah dong " ucap Sasa sedih.


" Kita kan masih bisa saling kasih kabar " ucap Yeni.


" Iya kalian juga kan bakal ke Jakarta ke pernikahanku. Kita bakal ketemu lagi " sambung Tya.


" Gak nyangka kamu nikah duluan diantara kita " ucap Nisa.


" Ya gimana jodohku datang duluan" ucap Tya tersenyum.


" Kalian disini jangan lupain aku ya " lanjut Tya pada teman-temannya.


" Gak akan " jawab mereka semua kemudian memeluk Tya.


Karena hari menjelang siang mereka pun memutuskan untuk pulang.


Yeni berniat mengajak Leon bertemu. Dia ingin membicarakan hal yang penting pada Leon. Yeni akan melanjutkan kuliahnya di Jakarta bersama Ardi dan Tya. Kemungkinan besar dia akan berpisah dengan Leon.

__ADS_1


Setelah mengirimkan pesan pada Leon, Yeni pun melajukan motornya ke tempat mereka janjian.


Sementara Leon sedang bicara bersama kedua orang tuanya.


" Apa kamu mau melanjutkan kuliahmu di luar negeri atau di Jakarta bersama sepupumu?" tanya Papa Axcel pada Leon.


" Aku belum tahu pa " jawab Leon.


" Jika sampai satu minggu ke depan kamu belum menentukan pilihanmu papa akan mengirimmu ke luar negeri " ucap Leon.


" Iya pa. Aku akan menentukan pilihanku secepatnya " ucap Leon.


" Aku pergi dulu " lanjutnya.


Kemudian Leon pun beranjak pergi keluar rumah. Saat dia baru masuk ke mobilnya, ponselnya bergetar. Leon pun mengambilnya di saku. Terlihat Yeni yang mengiriminya pesan. Leon pun langsung membuka pesan tersebut.


Leon menaruh ponsel ke dalam saku kembali setelah membaca pesan tersebut. Dia pun melajukan mobilnnya menuju taman yang dimaksud oleh Yeni.


Setelah sampai Leon pun langsung turun. Terlihat Yeni yang sedang duduk di salah satu bangku taman. Leon pun menghampiri Yeni dan duduk di sampingnya.


" Ada apa?" tanya Leon pada Yeni.


" Aku akan melanjutkan kuliahku di Jakarta bersama Ardi dan Mba Tya " jawab Yeni.


" Lalu ?" ucap Leon.

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak peka sekali. Aku tidak mau berpisah jauh darimu. Dekat seperti ini saja kamu belum bisa mencintaiku apalagi jika kita berpisah. Kamu pasti melupakan aku " ucap Yeni sedih.


" Tapi itulah kenyataannya. Aku akan pergi jauh. Papa akan mengirimku ke luar negeri " ucap Leon.


" Apa? " ucap Yeni terkejut.


" Hancur sudah. Percuma selama ini perjuangan jika kamu pergi jauh dan melupakan aku " ucap Yeni.


Yeni tidak bisa menahan air matanya. Dia benar-benar tidak rela harus berpisah dengan Leon.


Leon yang mendengar isakan tangis Yeni pun langsung menoleh ke arahnya.


" Kenapa kamu malah menangis ?" tanya Leon pada Yeni.


" Aku tidak ingin berpisah darimu dan kamu melupakan aku " jawab Yeni dengan isakan tangisnya.


" Hey aku tidak akan pernah melupakanmu. Kamu gadis paling ceroboh yang pernah aku temui. Bagaimana aku bisa melupakanmu " ucap Leon.


" Kenapa kamu selalu mengejekku " ucap Yeni.


" Sudah lah jangan menangis " ucap Leon.


" Bolehkah aku memelukmu ?" tanya Yeni pada Leon.


Leon terdiam sebentar. Setelah itu dia pun menganggukkan kepalanya. Yeni langsung memeluk Leon dan tangisnya tambah kencang. Leon membalas pelukan Yeni. Dia bisa merasakan kesedihan Yeni. Sejujurnya dia juga sudah terbiasa dengan kehadiran Yeni sehingga dia merasa berat jika benar papanya mengirimnya ke luar negeri.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like, dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2