
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Lo manggil Bram. Gue manggil Elden." Ujar salah satu perempuan.
"Oke!" Sahut teman nya.
Kedua perempuan itu langsung berlari dengan arah yang berlawanan. Ya mereka juga tau jika Lexa Ardola adalah kekasih dari laki-laki famous yang bernama Bram Alexander. Mereka juga mengetahui jika Elden Crishtian, siswa dadi kelas 12 IPS 1 menyukai Lexa. Hal itu sudah menjadi bahan ghibahan di sekolah. Bahkan, berita ini juga menjadi bahan pembicaraan di sekolah mereka atau bisa di bilang menjadi tranding topik bagi kaum yang suka gibah.
Salah satu di antara mereka kini telah sampai di dalam kelas 12 IPS 1, yaitu kelas dari sesama angkatannya. Hanya saja dirinya adalah anak siswi kelas 12 IPA 3. Benar-benar jurusan yang berbeda.
Tok.. Tok.. Tok..
Dengan sopan Ia mengetuk pintu kelas. Membuat perhatian seluruh dalam kelas langsung teralihkan padanya.
"Permisi, apa ada Elden?" Tanya nya dengan sopan.
"Ada." Sahut salah satu siswa di dalam kelas.
"Elden, lo di cariin sama cewek IPA." Teriaknya. Membuat Elden yang awalnya tengah menelungkup kan kepalanya di atas meja, langsung mengangkat kepalanya.
"Bisa bicara sebentar?" Tanya gadis itu.
Elden yang melihat wajah perempuan asing hanya menatap datar.
"Gue ngga nyangka kalau sahabat gue yang psycopath ini banyak yang naksir." Bisik Rafael dengan nada yang mengejek.
"Diem lo." Jawab Elden dengan dingin.
Setelah itu, Elden langsung bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri perempuan itu.
Sesampainya di depan kelas, lantas Elden menatap malas wajah perempuan di hadapannya.
"Lexa dalam bahaya." Lirih gadis itu dengan nada yang rendah.
Kening Elden, berkerut heran. "Maksud lo?"
__ADS_1
Kedua jemari gadis itu tidak berhenti bergerak. Kedua bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Terlihat jelas seperti ketakutan. "Gue tadi di dalam kamar mandi sama temen gue. Terus ada Lexa. Lalu, tiba-tiba ada perempuan yang pernah berangkat sama lo."
"Hah?!" Elden begitu terkejut dengan apa yang di katakan perempuan ini.
"Emh, kalau tidak salah namanya Mita. Perempuan itu langsung dorong Lexa kuat banget. Sampai Lexa terbentur dinding dan bunyi benturan itu keras banget."
"Dimana mereka berdua sekarang?!" Rasa kesal dan emosi mulai melingkupinya. Rasa khawatir akan terjadi sesuatu dengan gadisnya mulai menghampiri perasaan nya.
Gadis itu yang merasa terkejut dengan nada tinggi itu semakin di buat gugup. "Di dalam kamar mandi perempuan." Jawabnya.
Tanpa ba bi bu lagi, Elden langsung berlari ke dalam kamar mandi. Namun langkahnya langsung terhenti ketika baru mengetahui kalau toilet perempuan di sini tidak hanya satu. Lantas Elden memutuskan untuk kembali lagi.
Gadis itu yang melihat Elden berlari lagi ke arah nya merasa heran. "Apakah Elden akan mengucapkan kata terimakasih?" Gumamnya pelan.
"Kamar mandi perempuan yang ada dimana?" Tanya Elden langsung pada intinya.
"Hah?" Gadis itu kira Elden akan mengucapkan kata terimakasih lalu mengajak nya jalan sebagai ucapan mata terimakasih. Namun, ekspetasi yang ia bayangkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi. "Di lantai satu dekat dengan tangga." Jawab gadis itu.
Setelah itu Elden langsung berjalan meninggalkan gadis itu begitu saja.
"Ingat saingan o itu blesteran surga. Bukan kentang seperti lo!" Ujarnya pada dirinya sendiri.
Rafael yang dari tadi memperhatikan interaksi sahabatnya dengan perempuan itu, lantas Rafael memutuskan untuk menghampiri perempuan itu.
"Elden kenapa lari-lari begitu?" Tanya Rafael sambil menetap lekat wajah perempuan di hadapannya.
Sontak saja Rafael langsung terkejut di buatnya. "Apa?!" Dengan spontan Rafael langsung berkata seperti itu. "Oke. Thank's infonya." Lalu, Rafael segera berlari ke kamar mandi. "Bisa-bisa perang dunia ke dua bisa-bisa terjadi ini. Elden, Elden, padahal sudah gue bilang, kalau wanita malam di pertemukan sama perempuan yang lo cinta, bisa-bisa kepala lo pusing." Gerutu Rafael.
"Beruntung banget si Lexa. Bisa di khawatirkan sama tiga cogan sekaligus."
Sedangkan disisi lain, gadis cantik yang menadapat tugas untuk memanggil Bram, kini sudah berada di pinggir lapangan basket. Sedangkan Bram tengah asik bermain basket dengan lincah.
Lalu, gadis itu memilih untuk menghampiri salah satu teman sekelas Bram. "Bisa minta tolong panggilkan Bram kak?" Pinta gadis itu dengan sopan.
"Bisa. Lo tunggu disini."
Bunyi peluit langsung terdengar. Bram dengan kawan-kawannya yang ada di tengah lapangan langsung menghentikan permainan. Bram langsung berlari ketika mendapatkan sebuah instruksi untuk mendekat. "Ada apa?" Tanya Bram dengan mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan.
"Lo di cari sama perempuan ini." Ujar temannya.
Pandangan Bram beralih ke perempuan yang berada di sebelahnya. "Ada apa?" Tanya Bram.
"Si Lexa lagi berantem sama perempuan di dalam kamar mandi perempuan yang di dekat tangga. Kamar mandi lantai pertama."
Bram sungguh terkejut mendengar berita itu.
"Gue ada urusan sebentar. Tolong lo abse-nin gue." Bram langsung berlari keluar dari lapangan untuk menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sedangkan tubuh Mita terdorong kuat hingga ke belakang.
"Rasa sakit yang gua rasain sekarang belum seberapa dengan rasa sakit yang lo rasain sekarang. Kenapa gue bilang seperti itu?" Lexa menegakkan tubuhnya. "Kenapa sakit banget?!" Rintih Lexa di dalam hatinya. "Karena gue tau, lo tidak di anggap sama sekali dengan laki-laki yang lo cintai. Dan sayangnya laki-laki yang lo cintai itu mencintai gue." Ujar Lexa tanpa rasa takut.
"Fu*k you!"
Plak
Sebuah tamparan keras melayang di pipi mulusnya.
Lexa yang ditampar langsung melayangkan tatapan tajam ke arah Mita. "Lo berani nampar gue hah?!" Bentak Lexa tidak terima.
Mita yang dibentak seperti itu langsung mendorong tubuh Lexa dengan kuat. Membuat keseimbangan tubuh Lexa goyah.
"Au!" Ringis-nya pelan ketika pantatnya mendarat sempurna di lantai kamar mandi yang dingin.
"Lo berani sama gue hah?! Elden itu milik gue. Bukan milik lo!"
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1