
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sementara itu kini Elden dan Rafael baru saja tiba di arena balap. Tempat dimana mereka akan merekrut seseorang untuk bergabung ke dalam aliansi gelap yang akan mereka dirikan.
"Elden lo serius akan merekrut anggota baru di sini?" Tanya Rafael memastikan. Memang benar di sini adalah perkumpulan remaja ataupun dewasa yang berisi anak-anak nakal atau anak-anak broken home.
"Gue serius. Sejak kapan gue main-main?"
Oke. Lebih baik Rafael diam saja dan menurut dengan perintah sang ketua.
Kedua bola matanya menatap sekelilingnya. Berbagai macam orang telah berkumpul disini. Akan tetapi tidak ada satu pun yang membuat Elden tertarik.
Rafael menghela nafasnya. Merasa lelah jika harus berdiri terus seperti ini. Namun, baru saja Rafael mengalihkan pandangan nya, Rafael di buat terkejut dengan apa yang ia lihat. "Elden, coba lo alihkan pandangan lo ke sudut cafe yang ramai pengunjung. Mereka duduk diluar Cafe, duduk dekat dengan tiang."
Lantas, Elden langsung mengalihkan pandangan nya ke arah yang Rafael jelaskan tadi.
"Bukankah itu Bram, kekasih dari adek kelas yang lo sukai?" Kata Rafael sambil menatap Bram tanpa berkedip.
Di fokuskan nya penglihatan nya ke arah itu. Benar apa yang di bilang Rafael, itu adalah Bram, adek kelasnya. Ingat, Elden tidak sudi jika harus mengakui jika Bram adalah kekasih dari perempuan yang ia cintai.
"El, apa lo tidak berminat untuk merekrut Bram ke dalam aliansi kita?" Usul Rafael. Menurut apa yang di lihat Rafael, menurutnya di lihat dari gaya dan tampang Bram, Bram terlihat seperti bukan dari anak sembarangan. "Coba lo teliti lagi El. Bram memang terlihat seperti anak remaja pada umum nya. Namun, kalau lo lihat lebih jelas lagi akan ada sesuatu hal yang membuat Bram terlihat berbeda."
Elden memperhatikan Bram dengan serius. Kedua bola mata tajam nya menatap Bram bagaikan seorang pembunuh yang menemukan korban barunya. Sebuah seringai tipis tersungging di bibir Elden. "Kita harus mencari tau biodata Bram Alexander terlebih dahulu Raf, baru kita akan merekrutnya jika dia benar-benar orang yang akan kita butuhkan sekaligus menjadi orang yang menguntungkan bagi Aliansi kita." Ujar Elden mengutarakan pendapat nya.
__ADS_1
Rafael mengangguk, setuju. "Gue ikut dengan apa yang lo rencanakan El. Karena gue tau, apa yang lo lakuin tidak akan pernah gagal."
Setelah itu Elden segera menelfon seseorang.
"Cepat cari informasi tentang Bram Alexander. Cari tau informasinya hingga bagian terdalam tanpa terkecuali." Titah Elden pada seseorang yang ia telfon.
"Baik Tuan." Jawab orang yang diseberang sana.
Tanpa menjawab lagi lantas Elden langsung mematikan sambungan telfonnya.
Rafael bernafas lega mendengar hal itu. Akhirnya malam yang panjang telah berkahir. "Bagaimana jika kita bersenang-senang?" Kata Rafael dengan tenang. Tubuhnya terasa pegal-pegal akibat beberapa hari ini tidak melakukan kesenangan yang biasa ia lakukan. Jika seperti ini, Rafael harus merilekskan nya dengan sedikit berolahraga malam di kamar VIP agar meningkatkan stamina dan kesehatan tubuhnya.
Elden menggelengkan kepalanya. Menolak ajakan nya. "Hufttt.." Rafael menghela nafasnya kecewa. Padahal baru saja Rafael berimajinasi tinggi. Akan tetapi sekarang di buat jatuh begitu saja oleh jawaban sahabat nya tadi.
"Lo bersenang-senang saja. Gue masih ada urusan yang harus gue urus." Ujar Elden sambil mengecek kembali ponselnya.
Rafael yang mendengar hal itu langsung happy kembali. "Thank you sahabat Psycopath terbaik ku." Dengan ekspresi tanpa dosa Rafael mengatakannya.
Setelah itu Rafael langsung menepuk pelan bahu sahabat nya itu. "Gue mau bersenang-senang dulu." Pamit Rafael dengan senyum sumringah yang tersungging di bibirnya. Senyuman yang sangat lebar hingga memperlihatkan gigi rapihnya. Rafael terlihat tampan berkali-kali lipat jika seperti ini.
Elden mengangguk, mengerti. Setelah kepergian Rafael, lantas Elden juga pergi dari tempat itu.
Sebuah rumah sederhana dengan ukuran minimalis.
Jam telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Namun hal itu tidak membuat Elden untuk pulang ke apartment pribadinya.
Dengan kecepatan sedang Elden mengendarai motornya. Terkadang juga Elden sesekali menambah kecepatan motornya. Perjalanan Elden tempuh kurang lebih dua puluh lima menit.
Hanya satu yang memenuhi pikiran Elden sekarang yaitu orang yang sangat ia cintai.
Drtt.. Drtt.. Drtt..
Ponsel yang berada di saku jaket Elden bergetar. Tanda sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya. Namun, Elden mengabaikan nya. Elden sedang dalam mode tidak ingin di ganggu.
Tidak lama kemudian Elden telah sampai di sebuah pekarangan rumah yang masih terawat.
__ADS_1
Dimasukkan nya motor besarnya ke dalam halaman rumah itu. Kedua bola matanya yang selalu tajam berubah menjadi sendu. Rumah inilah yang menjadi saksi bisu kebahagiaan yang selama ini Elden rasakan telah terenggut secara paksa. Namun di rumah ini juga Elden mendapatkan sebuah kehangatan dan kebahagiaan yang tidak terlupakan.
Dilepaskannya helm full face miliknya. Wajahnya terlihat lelah dengan guratan kesedihan yang terlihat jelas di wajahnya. "Aku pulang nek." Ujar Elden dengan suara yang terdengar parau.
Setelah itu Elden bangkit dari duduknya dan me-makirkan motornya di halaman rumah itu. Dengan melangkah perlahan Elden berjalan menuju pintu rumah yang masih tetap setia tertutup rapat. Bahkan cat dari warna rumah itu hingga desain rumah itu tidak tergantikan sama sekali. Memori ingatan nya langsung teringat tentang masa lalunya.
"Selamat datang cucu nenek." Suara riang dari perempuan yang berusia 70 tahun itu membuat Elden seketika tersenyum.
Di pintu rumah inilah nenek yang ia sayangi selalu menunggu kepulangan nya. Orang yang sangat ia cintai.
"Aku pulang nek. Elden pulang." Kata Elden sambil tersenyum sendu. Kedua bola matanya mulai terlihat berkaca-kaca.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..