
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi cantik. Jangan lupa sarapan ya. Semangat untuk menyambut hari ini! - Elden Crishtian
...Happy Reading 🥳...
Tiga tahun telah berlalu..
Semenjak kejadian di kantin kala itu, hubungan Lexa dengan Bram benar-benar berakhir. Bram hilang begitu saja bagaikan ditelan bumi. Lexa sudah berusaha mencari Bram. Namun sayang, pencariannya selama 2 tahun hanya ber-nasip sia-sia. Dan sekarang disinilah Lexa. Disebuah kampus swasta di London. Lexa duduk disebuah bangku taman dengan headset yang menyumpal salah satu telinganya. Music sellow kesukaannya selalu ia dengarkan.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Suara bariton dari arah belakang membuat Lexa langsung menoleh.
Dibelakangnya ada pria yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka. Sosok laki-laki itu tengah tersenyum ke arahnya. Senyuman yang selalu ditunjukkan untuk dirinya. Ya, hanya dirinya.
Laki-laki itu adalah Elden Crishtian, kakak tingkatnya. Laki-laki yang ia benci dulu. Bahkan setiap kehadiran Elden di sisinya hanya akan memancing amarahnya. Namun itu dulu. Bukan sekarang. Sekarang bagi Lexa, kehadiran Elden sangat penting dalam hidupnya.
"Aku sedang mencari referensi untuk pengajuan makalah ku nanti." Ya, Lexa mengambil kuliah jurusan Sejarah. Entah apa yang ia pikirkan, tiba-tiba Lexa begitu tertarik dengan dunia sejarah.
Elden tersenyum. "Sudah sarapan?" Tanya Elden lagi sambil melangkah memutar untuk duduk di hadapan kekasihnya.
"Belum. Kamu sudah?" Jawab Lexa sambil melepas headset yang ia pakai tadi.
Elden yang sudah hafal akan kekasihnya, lantas mengeluarkan dua bungkus roti yang ia beli di sebuah toko roti di pinggir jalan saat berangkat ke kampus. "Roti isi keju dan coklat." Ujar Elden dengan meletakkan dua bungkus roti itu di depan Lexa.
Kedua bola mata Lexa berbinar senang ketika melihat dua bungkus roti kesukaannya telah tersedia di hadapannya."Terimakasih El. Kamu memang paling mengerti aku." Inilah yang Lexa suka dari Elden. Elden selalu memberikan perhatian kecil untuk dirinya.
"Sama-sama sayang. Bukankah ini sudah menjadi tugasku?" Ujar Elden. Ditatapnya wajah cantik berseri di hadapannya. Elden bersyukur telah mendapatkan hati Lexa. Perjuangannya selama 3 tahun ini ternyata tidak sia-sia. Memang benar, selama kita mau berusaha, selama kita mau mewujudkan apa yang kita inginkan, jalan pasti terbuka lebar. Tergantung cara mindset kita bermain.
Semburat merah menghiasi kedua pipi cabinya.
Plak..
__ADS_1
Reflek, Lexa memukul tangan Elden. Kebiasaan Lexa setiap kali tertawa dan malu. Lexa selalu memukul orang terdekatnya. Untungnya Elden sudah terbiasa dengan hal itu. Sudah tidak terkejut lagi. "Kamu memang tidak pernah berubah. Kamu selalu menggodaku El."
Alis Elden terangkat sebelah. Kedua iris bola mata miliknya bertatapan dengan iris kedua bola mata yang ia anggap indah. "Tapi kamu menyukainya kan?" Sindir Elden tidak mau kalah.
Ya, jika seperti ini Lexa tidak bisa membalas perkataan kekasihnya. Hanya senyuman malu-malu yang menjadi jawaban atas perlakuan Elden.
Dibukanya bungkus roti pemberian Elden tadi. Dimakannya dengan lahap. "Emh, roti ini memnag tidak pernah mengecewakan El." Gumam Lexa disela kunyahan yang ia lakukan.
"Seperti cintaku pada mu Lexa. Tidak pernah mengecewakan."
Lexa menggeleng. Tidak habis pikir dengan apa yang Elden katakan tadi. Dimana sifat dingin dan cuek Elden selama ini?
"Sejak kapan kamu bisa menggombal seperti itu El? Apa kamu membacanya dari google?"
Elden berfikir sejenak. Jemarinya mengetuk-ngetuk pelan meja. Menciptakan sebuah irama yang terdengar merdu. "Aku tidak membacanya dari google. Aku hanya melihatnya di Youtube. Jadi aku ingin menerapkannya." Jawab Elden jujur. Semalaman Elden mencari di Youtube tentang gombal-menggombal. Itu semua ia lakukan atas saran dari Rafael sahabatnya. Sahabatnya sudah terlalu lelah mendengar ocehannya setiap kali meminta saran untuk menghibur Lexa yang sedang ngambek. Mulai dari membujuk dengan kata-kata manis, membelikan barang kesukaan Lexa, hingga membuat lelucon sudah ia lakukan. Dan sekarang Elden sudah mempunyai cadangannya yang bisa ia pakai nanti untuk membujuk Lexa ketika ngambek nanti. Mengingat, jika mood kekasihnya ini gampang berubah-ubah.
Lexa dibuat gemas dengan apapun yang dilakukan oleh Elden. Jemarinya yang lentik terulur untuk mencubit gemas pipi Elden yang dihiasi rambut-rambut halus. "Kamu gemesin banget tau El!"
"Sudah dari dulu sayang. Apa kamu baru menyadarinya sekarang, hm?" Dengan tersenyum bangga Elden menjawab pertanyaan Lexa.
"Tuan, ada seseorang yang berani menantang anda."
Disebuah ruang gelap dengan cahaya yang minim terlihat seorang pria berbadan tegap dengan tatto di dadanya tengah sibuk memasak mie instan.
"Siapa itu?" Jawabnya sambil meniriskan mie yang telah matang ke piring yang telah tersedia.
"Dia berasal dari Texas tuan. Namanya masih belun di ketahui. Identitasnya bahkan sulit di temukan."
Keningnya berkerut heran. Berusaha menebak siapa orang yang berani menantangnya. "Cepat kau cari tau identitasnya." Titah pria itu tegas. Keduanya tangannya mengepal kuat. Tidak terima jika ada yang berani menentang dirinya. Sosoknya sekarang di kenal sebagai Ruddin 👑 atau Bos dari segala Bos Mafia. Usinya yang masih muda, tidak membuat dirinya diremehkan. Kekuatan dan kekuasaannya di dunia tidak bisa diragukan lagi. Ya, pria itu bernama Bram Alexander dengan simbol mahkota yang ada di tangan dan lengannya. Tatto mahkota yang menjadi simbol kebanggaannya.
"Baik tuan. Saya mengerti." Jawab bawahannya patuh.
Jika di usia 21 tahun, orang lain tengah sibuk berkuliah, belajar atau bekerja. Maka berbeda dengan Bram. Bram sibuk menghabiskan waktunya untuk memperkuat dan memperluas daerah kekuasaannya.
__ADS_1
Sikapnya ramah dan ceria kini telah hilang. Bram yang sekarang dikenal sebagai sosok Bos dingin yang tidak banyak bicara. Senyuman tidak pernah lagi tersungging di bibir tipisnya. Sekarang hanya tersisa wajah datar dengan tatapan yang tajam. Kemana perginya sifat ramah tamahnya? Kapan terakhir kali Bram tersenyum? Jawabannya adalah sejak saat dirinya melihat perempuan yang ia cintai berbahagia dengan pria lain. Sejak kejadian di kantin waktu itu. Hal itulah yang mengubah Bram menjadi seperti sekarang.
Sometimes the wounds of love can make people change very drastically - Fullandari
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊