
Sebuah seringai tersungging di bibir Elden. Sedari tadi Elden memperhatikan pergerakan mereka bertiga. "Nanti giliran kalian lah yang akan bermain-main dengan ku." Desisnya rendah.
Elden dan Lexa mulai berfoto secara bergantian. Foto yang dihasilkan tidak terlalu banyak. Hanya tiga kali foto setelah itu mereka memutuskan untuk kembali pulang.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Garvin sudah tidur lelap di dalam dekapan Mommy-nya. "El, apa kau menyadarinya tadi?" Tanya Lexa sambil menatap wajah suaminya.
Elden mengangguk. Awalnya tercengang ketika mendengar pertanyaan Lexa tadi. "Iya sayang. Aku menyadari mereka. Apa kau menyadari mereka juga?" Tanya Elden balik.
"Iya El. Aku menyadari kehadiran mereka." Jawab Lexa menganggukkan kepalanya pelan.
"Mereka pakai pakaian apa sayang? Dan jumlah mereka ada berapa?" Tanya Elden memastikan. Elden ingin tau seberapa jauh ke pekaan istrinya terhadap kehadiran mata-mata.
Lexa berfikir sejenak. Mencoba mengingat mereka berpakaian apa. "Mereka berjumlah tiga orang El. Mereka berpencar untuk mengawasi kita. Ada yang berpakaian jas berwana hitam dan yang satu lagi berpakaian santai berwarna abu-abu. Mereka seperti sedang menyamar sebagai orang biasa. Padahal jelas-jelas terlihat jika mereka adalah orang yang patut dicurigai." Jawab Lexa panjang.
"Benar sayang. Apa yang kau katakan itu benar. Mereka berjumlah tiga orang. Hanya saja, yang dua ini mereka adalah teman dan satunya lagi aku tidak tau. Bisa dibilang yang satunya itu lawan mereka." Ucap Elden sambil terus fokus menyetir. Kurang sepuluh menit lagi Elden dan Lexa akan sampai di apartment.
Lexa mendengarkan dengan seksama. "Apa mereka akan melukai kita El?" Tanya Lexa ragu. Kedua jemarinya memilin ujung baju yang ia pakai. Sedangkan kepalanya menunduk cemas dengan bibir sesekali ia gigit.
Mengerti akan kecemasan istrinya, lantas Elden mengusap pelan puncak kepala Lexa. "Tidak sayang. Akan aku pastikan mereka tidak akan menyentuh kamu sedikit pun. Jangan khawatir, oke? Biar itu menjadi urusan ku. Kamu cukup menurut dan patuh dengan perkataan ku sayang."
"Baik El." Jawab Lexa ragu. Kepalanya terangkat untuk melihat pemandangan luar. Jendela mobil yang mereka tumpangi tidak dibuka. Bahkan tidak terbuka sama sekali. Jangan lupakan juga jika mobil yang Lexa naiki sekarang adalah mobil yang dipesan secara khusus oleh Elden dengan rancangan mobil tampa tembus peluru atau mobil tahan peluru.
__ADS_1
"Tuan, ada orang lain yang memata-matai Tuan Elden dan Nyonya Lexa." Lapor seorang bodyguard berbadan besar dan berotot.
Sosok pria yang menerima laporan itu lantas menyandarkan tubuhnya. "Tangkap dia. Lalu sekap di gudang bawah. Aku akan meng-intograsi sendiri." Jawabnya tegas.
"Baik Tuan. Kami mengerti." Jawab salah satu bodyguard.
*Hasil Foto Lexa yang difoto kan Elden
*Hasil foto difoto kan Lexa
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
__ADS_1
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊