
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗??
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Baiklah sekarang kalian cepat pergi ke lab fisika untuk melanjutkan materi selanjutnya." Titah sang Guru pada muridnya.
"Baik Pak." Jawab siswa-siswi kelas 11 IPS 2 serentak. Lantas, siswa-siswi yang berada di dalam kelas 11 IPS 2 langsung bangkit dari duduk nya dan segera berjalan keluar menuju lab fisika. Lab yang dekat dengan kelas 12 IPS 1. Kelas Elden berada.
Dengan rambut yang selalu Lexa ikat dan Lexa cepol ke atas, Lexa berjalan santai bersama teman-teman satu kelasnya.
Siswa-siswi yang berlalu lalang disana selalu menatap fokus ke arah Lexa. Meskipun Lexa terlihat galak di wajahnya, namun mereka tau, jika Lexa adalah sosok perempuan yang ramah. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Elden, kakak kelasnya.
Sesampainya di dalam lab fisika, Lexa sudah di buat terkejut dengan keberadaan Elden yang berada di sana. Entah ini sebuah keberuntungan atau musibah. Tapi, entah mengapa Lexa merasa biasa saja dengan keberadaan Elden. Tidak seperri yang dulu. .
"Lexa, lo mau duduk sama gue?" Tanya Indri yang merupakan teman kelasnya.
Lexa mengangguk. "Iya gue duduk sama lo." Jawab Lexa sambil mengambil tempat duduk di sebelah Indri.
Setelah semua siswa-siswi kelas 11 IPS 2 telah masuk ke dalam Lab Fisika, lantas sang guru mulai menjelaskan apa yang akan mereka lakukan sekaligus apa maksud dari keberadaan Elden dengan dia temannya.
"Oke anak-anak materi yang telah kita bahas tadi di dalam kelas akan kita praktikkan disini." Ujar sang guru yang mulai menjelaskan. Semua siswa-siswi yang berada di dalam kelas mengangguk, mengerti. Mereka semua terlihat anteng dan tidak berisik sama sekali. Berbanding terbalik dengan kebiasaan mereka yang selalu ricuh dan ramai. Berhubung ada kakak kelas cogan abis, alhasil yang perempuan dalam mode menjaga sikap mereka.
"Elden, kamu bisa memulainya." Kata sang guru yang mempersilahkan Elden.
Elden mengangguk, mengerti. Lalu, Elden maju ke depan dengan beberapa alat yang telah tersedia di atas meja. "Baiklah, perkenalkan nama saya Elden Crishtian. Saya dari kelas 12 IPS 1. Saya disini mau menjelaskan tentang materi Mekanika Fluida yang mengenai Tekanan Hidrostatik." Kata Elden yang mulai pembukaan.
__ADS_1
Siswa-siswi yang berada di dalam lab, khususnya perempuan 85% memperhatikan orang yang menjelaskan sedangkan yang 25% mereka sedang memperhatikan apa yang Elden jelaskan.
Elden tersenyum tipis ketika pandangan nya langsung terkunci dengan kedua bola mata jernih perempuan yang selama ini menarik hatinya. "Kalian bisa mulai mencatat hal-hal penting apa yang akan saya bilang." Kata Elden dengan tegas. Bagaikan seorang dosen yang sedang menjelaskan materi ke mahasiswanya.
"Baik kak." Jawab mereka dengan serentak. Sedangkan sang guru tengah duduk di kursinya sambil menyimak apa yang sedang Elden jelaskan.
Elden melakukan hal ini karena ini merupakan bagian dari Ujian Praktek yang di adakan terlebih dahulu di Mata Pelajaran Fisika di kelasnya.
Setah itu Elden mulai menjelaskan. "Tujuan kalian melakukan percobaan Tekanan Hidrostatik yaitu yang pertama untuk menentukan Pusat Tekanan dari zat cair. Yang kedua untuk menentukan resultan gaya yang terjadi pada zat cair. Dan yang terakhir untuk menentukan besarnya Momen."
Semua siswa-siswi yang berada di dalam kelas langsung mencatat hal penting itu di dalam bukunya.
"Alat-alat yang akan kalian gunakan dalam melakukan ujian Praktikum Tekanan Hidrostatik yaitu kalian akan menggunakan dua alat sekaligus. Yaitu yang pertama menggunakan alat Hidrostatik Pressure Demonstrator dan yang kedua menggunakan alat Beban." Ujar Elden dengan tenang. Tidak ada rasa gugup yang tercetak jelas di wajahnya.
Lexa yang melihat hal itu di buat kagum dengan apa yang Elden lakukan sekarang. Sungguh, Elden terlihat berbeda dari apa yang Lexa ketahui. "Ternyata dia selain mengesalkan juga mempunyai keahlian terpendam seperti ini. Jika saja dia tidak ngeselin mungkin aku akan menyukainya." Kata Lexa di dalam hatinya. Lexa langsung menggelengkan kepalanya. "Apa yang gue pikirin sii!" Lexa langsung memukul kepalanya dengan menggunakan tangannya. "Jangan ngadi-ngadi de lo Lexa! Lo sudah punya cowok. Bram Alexander itu cowok lo!" Ujar Lexa dengan suara yang rendah.
Elden yang melihat hal itu langsung menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. Sontak saja perempuan yang melihat hal itu langsung di buat terpesona. Ingin rasanya mereka pingsan berjamaah. Akan tetapi karena mereka ingat itu terlalu berlebihan, akhirnya mereka tidak melakukannya.
"Kita alan membahas teorinya terlebih dahulu. " Ujar Elden. Jam tangan warna hitam melingkar sempurna di pergelangan tangannya.
"Jadi, pengaruh tekanan hidrostatik itu memegang peranan penting dalam banyak
bidang keteknikan, seperti pembuatan kapal, tanggul, bendungan dan pintu air
dan dalam bidang teknik kesehatan. Pada fluida diam tidak terjadi tegangan geser diantara partikel. Suatu benda dalam fluida diam akan mengalami gaya-gaya yang ditimbulkan oleh tekanan fluida. Tekanan tersebut bekerja tegak lurus pada permukaan benda. Teori hidrostatik itu merupakan bagian dari statika fluida, yang diaplikasikan pada zat cair. Teori ini banyak digunakan dalam bidang teknik sipil seperti analisa stabilitas bendungan, pintu air dan lain sebagainya. Ketika sebuah permukaan tenggelam dalam sebuah fluida, gaya-gaya
akan bekerja pada permukaan karena fluida tersebut. Penentuan gaya-gaya inilah yang sangat penting dalam perancangan tangki-tangki penyimpanan, kapal laut, bendungan dan struktur-struktur hidrolik lainnya. Pada flujida diam telah diketahui bahwa gaya-gaya tersebut pasti tegak lurus terhadap permukaan karena tidak adanya tegangan-tegangan geser. Tekanan akan berubah secara linier menurut kedalaman jika fluidanya tak mampu mampat. Apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Elden yang sudah menjelaskan.
Semuanya menggeleng. Jika gurunya seperti ini yang mengajar, mau materi sesulit apapun juga akan masuk kedalam otak mereka.
Setelah itu Elden langsung berjalan ke arah papan tulis yang tersedia di lap. Elden menuliskan sebuah rumus disana dengan judul "Tekanan pada Suatu Titik" yang di ikuti dengan penjelasannya yaitu Tekanan pada suatu titik dalam fluida diam adalah sama dalam segala arah. Tekanan hidrostatik dapat dihitung dengan rumus:
Phyd \= . g . t
Dimana :
__ADS_1
\= densitas dari air
G \= gaya gravitasi (g\=9,81 m/s2)
t \= jarak dari permukaan air
Lexa dengan giat langsung mencatatnya. "Bram, maaf aku oleng sebentar ke Elden." Jerit Lexa di dalam hatinya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..