
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya ð Author paling demen nih sama yang tampan begini ð Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa ð...
Hi good morning gais! See you again with me! Don't get bored. Because in a day I type three thousand words. Tired? Yes! Tired? Certain! But all to reach my goals will I muster all. You also have to cheer up, okay? As long as there is a way and you want to try, your dreams will definitely come true - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading ðĨģ...
"Hiks!" Lexa langsung menangis tergugu di tempatnya. "Maafkan aku El. Maafkan aku Hiks!" Ujarnya disela tangisannya. Lexa tidak mampu untuk menatap wajah kekasihnya. Lexa malu. Sangat malu. Sungguh Lexa menyesal. Lexa sangat menyesal. Bagaimana bisa dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri? Harusnya dia bisa! "Hiks!" Kejadian lama terulang kembali. Ketakutan dan penyesalan kerap menghampiri. "Maafkan aku El." Lirihnya pelan.
Elden menatap tidak percaya. "Katakan Lexa. Jangan diam saja!" Rasa takut dan pikiran negatif menyerangnya. "Please Lexa, katakan itu tidak benar. Aku mohon." Lirihnya dalam diam. Pandangannya tidak lepas dari wajah kekasihnya.
"Hiks!" Tangisnya semakin pecah. Tubuhnya terdiam ditempatnya. "Maafkan aku El." Kepalanya mendongak. Lexa memberanikan diri untuk menatap wajah Elden. "Maafkan aku." Lexa menatap sendu. Keduanya saling menatap. Waktu seakan berhenti berputar. "Maafkan aku El. Aku sudah.." Lexa tidak sanggup untuk mengatakannya. Tapi mau bagaimana lagi? Lexa harus mengatakannya. "Hiks! Aku sudah disentuh oleh Bram!" Kepalanya kembali menunduk. "Maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga diriku, Hiks! Bram menyentuh ku. Dia memaksaku untuk diam. Dia membelengguku sampai aku tidak bisa bergerak. Aku-- Aku--.." Tangisnya kembali pecah.
Tubuh Elden membeku. Kepalanya menggeleng kuat. "Katakan itu tidak benar Lexa!" Bentaknya keras. Kedua bola matanya menatap kekasihnya yang tengah menangis. "Katakan itu tidak BENAR!" Jeritnya lagi.
Lexa menggeleng pelan. "Itu benar El." Lirih Lexa.
Deg
Elden terdiam. Tubuhnya membeku. Tanpa aba-aba air matanya jatuh tanpa seijinnya. Dunianya seakan runtuh dalam sekejap mata.
Perempuan yang selama ini ia jaga bagaikan berlian kini telah dihancurkan oleh pria lain. Perempuan yang selama ini ia perlakukan bagaikan seorang putri kini telah diperlakukan seperti budak nafsu.
Hatinya berdenyut sakit. Elden kecewa dengan ini! Kenapa disaat dia menjaga orang yang sangat ia cinta malah mengalami hal seperti ini?
Dalam diam Elden menangis. Dirinya tidak mampu untuk menatap wajah kekasihnya. Lexa pasti ketakutan waktu itu dan sialnya dia malah terbaring di rumah sakit?!
Kedua tangannya meremas kasur. Rasa sesak dan amarah menyelimutinya. Ya, Elden telah gagal menjaga Lexa. Elden telah gagal menjaga perempuan yang ia cintai.
__ADS_1
Lexa menatap wajah kekasihnya yang menangis. Hatinya semakin terasa sakit ketika melihat wajah kekasihnya. "El.." Lirih Lexa. Bahkan setiap kali Lexa memanggil nama kekasihnya terasa menyakitkan untuk nya. Ya, Elden pasti kecewa dengan ini semua. Elden pasti jijik dengan perempuan sepertinya.
"Maafkan aku El." Ujar Lexa. Tangisnya mulai reda tidak seperti tadi. Namun sayang, sekarang hanya kesunyian dan keheningan yang mendominasi.
Lexa tau dan Lexa mengerti. Elden pasti kecewa dan sedih mendengar kabar ini.
Perlahan Lexa memberanikan diri untuk berjalan ke arah Elden. Kedua kakinya yang jenjang melangkah mendekat ke arah Elden. Tepat di depan Elden, langkah Lexa terhenti. "Maafkan aku El." Lirih Lexa. Setelah itu Lexa langsung memeluk tubuh Elden. Dipeluknya dengan erat tubuh Elden ketika Lexa tidak merasakan pelukan di tubuhnya. Elden tidak membalas pelukannya. Hatinya semakin sakit. Lexa harus menerima konsekuensi apapun itu. Bagaimanapun Lexa juga tidak bisa egois untuk memaksa Elden agar tetap disisinya.
"Argghhh!" Elden salah. Ya, Elden salah. Semuanya ini terjadi karena kesalahannya. Kedua tangannya menarik kuat rambutnya. Didorongnya tubuh kekasihnya hingga membuat pelukannya terlepas.
"Akh.." Lexa meringis sakit ketika merasakan tubuhnya terdorong hingga jatuh. Ditatapnya wajah kekasihnya dengan sedih.
"Ini semua salahku! Semua salahku!" Jerit Elden. Infus yang berada di tangannya sampai terlepas karena pergerakan brutal yang ia lakukan.
Lexa panik. Lexa langsung berdiri dan berusaha menggapai Elden. Namun karena pergerakan brutal Elden membuat Lexa kesulitan untuk menggapai kekasihnya. "Hiks!! Elden jangan seperti ini, Hiks!" Sungguh melihat Elden yang seperti ini membuat hatinya terluka.
Kedua tangannya menutup kedua telinganya. Tangisan Lexa membuat Elden semakin menangis. "Argghhh! Hentikan!"
"El, please maafkan aku. Jangan seperti ini, Hiks! Ini bukan salah kamu El. Bukan salah kamu." Ujar Lexa. Kedua tangannya langsung memeluk tubuh Elden. "Jangan salahkan diri kamu El. Ini bukan salah kamu." Bisik Lexa lembut. Wajahnya sembab. Suaranya terdengar serak.
Dokter Alvarez melangkah tergesa-gesa ke ruangan Elden. Namun saat masuk ke dalam ruangan, langkahnya langsung terhenti ketika Chayden memberikan kode untuk diam ditempat.
Dokter Alvarez menatap ruangan inap yang terlihat berantakan. Ya, tanpa diberi tau, Dokter Alvarez sudah mengerti jika Elden habis mengamuk.
"Kamu tidak salah El. Kamu tidak salah. Jangan salahkan diri kamu sendiri, oke? Ini memang sudah menjadi takdir ku. Tuhan memang sedang menguji ku El. Jadi jangan salahkan diri kamu, ok? Itu akan membuat ku sedih jika kamu menyalahkan diri kamu. Aku tidak apa-apa. Sungguh. Cukup aku melihat kamu seperti sedia kala sudah lebih cukup untuk ku El. Aku tidak apa-apa." Diusapnya punggung kekasihnya dengan sayang. Air matanya tidak berhenti untuk keluar. Walaupun faktanya Lexa tetap ingin bersama Elden. Lexa tidak ingin ditinggalkan Elden. Tidak mau.
Perlahan, Elden membalas pelukan kekasihnya. Kepalanya semakin tenggelam di ceruk leher kekasihnya. "I'm sorry Lexa. I'm sorry I couldn't take care of you. I'm sorry, I couldn't come save you. I'm sorry dear. Stay with me, okay? Do not ever leave me. I want to be with you. I want to stay with you. Do you want honey?"
Hayo, siapa disini yang awalnya hujat Elden, sekarang jatuh cinta sama Elden? ðĪŠðĪŠðĪŠ Ayo kalian pilih team mana nih? BramLexa atau EldenLexa? ðģðģðģ
__ADS_1
***
- UP setiap hari jam 3 pagi ðĨ°
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like ð dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..ðĨšâĪïļ Tolong bantuannya ð
Jangan lupa follow instagram mereka ya ðĪ
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga ð
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana ð