
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi semuanya! Selamat menjalankan aktivitas kalian hari ini ya - Lexa Ardola Crishtian
Warning! Terdapat adegan dewasa di dalam chapter ini! Harap bijak dalam menanggapi nya!
...Happy Reading 🥳...
"Ahh.." Desahan lolos dari bibir Lexa. Hal itu semakin membangkitkan libido Elden untuk terus melakukan lebih.
Dibaringkannya tubuh Lexa di atas ranjang. Keduanya saling menatap satu sama lain.
"Aku mencintai mu Lexa. Aku sangat mencintai mu."
Elden menatap Lexa penuh kagum. Paras Ayu yang dimiliki istrinya membuatnya jatuh cinta untuk kesekian kali.
Lexa termenung. Hatinya berdesir ketika mendengar perkataan Elden tadi. "Aku juga mencintai mu El. Bahkan lebih dari apa yang kamu tau." Ujarnya sambil tersenyum.
"Jadi, bolehkah aku melakukannya sekarang?"
Lexa mengangguk mengiyakan. Tatapannya tidak lepas dari wajah tampan pria di atasnya. Bahkan Elden yang telah menjadi suami sahnya meminta persetujuannya sebelum melakukannya.
Jantung Elden berdetak cepat. Tanpa ia sadari wajahnya kini tengah merah merona membayangkan perempuan yang selama ini ia cintai akan mengerang di bawah kungkung-anya.
Tubuh Elden sedikit membungkuk. Kedua tangannya bertumpu di sebelah kepala Lexa. Tatapannya tertuju ke arah leher jenjang istrinya.
Dengan penuh kelembutan Elden mulai melancarkan aksinya. Mulai dari mengecup sensual dan menghirup rakus leher berbau vanila milik Lexa. Sungguh, hanya dengan leher istrinya saja sudah membuat Elden mabuk kepalang.
Lexa menahan dada bidang Elden agar tidak menindihnya. Sementara kepalanya mendongak, memberikan akses lebih untuk Elden agar bebas melakukan apa saja.
"Elden, geli." Racau Lexa nyaris tak terdengar. Pasalnya jambang halus yang tumbuh di sekitar rahang Elden memberikan sensasi geli tersendiri bagi Lexa.
Elden menghentikan kegiatannya. Tatapannya kembali menatap wajah cantik istrinya. "Kamu cantik sekali sayang." Ujar Elden memuji kecantikan Lexa yang tiada tanding.
"Kamu juga tampan banget El." Puji Lexa lalu mengedipkan sebelah matanya, sedikit menggoda suaminya.
Sontak saja Elden tertawa renyah melihat kelakuan Lexa tadi. "Kamu selalu membuatku tertawa dengan apa yang kamu lakukan sayang." Elden mulai melanjutkan aksinya yang terhenti. Tanpa menunggu balasan Lexa, Elden langsung kembali mencium bibir lembut rasa Cherry milik Lexa.
Kedua tangan Lexa ia kalungkan dileher Elden. Dengan lembut Lexa mulai membalas ciuman Elden. Mulai mengimbangi ciuman Elden yang sedikit terburu-buru. Sementara tangan Elden mulai menyelinap masuk tanpa permisi ke dalam baju Lexa. Meremas pelan dua gundukan lembut yang selalu membuatnya gagal fokus.
Lexa mulai kehabisan oksigen. Kepalanya menggeleng pelan agar ciuman Elden terlepas. Untungnya Elden mengerti akan kondisinya langsung melepas ciuman di bibirnya dan berganti di dadanya. "Ahh.." Lexa mendesah pelan ketika merasakan sebuah kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.
Mendengar desahan itu membuat Elden semakin gencar untuk melakukan lebih. Diremasnya dengan lembut dan sesekali Elden kecup dan ia hisap. Meninggalkan sebuah jejak warna merah sebagai tanda jika Lexa adalah miliknya.
Setelah melakukan pemanasan, Elden memutuskan untuk bangkit dan melepas pakaiannya hingga tidak mengenakan apapun.
Lexa yang melihat hal itu lantas memalingkan wajahnya. "El, kenapa kamu membuka pakaian kamu?!" Protes Lexa sambil menutupi kedua bola matanya.
__ADS_1
Elden mengulum senyumnya. "Mau buka sendiri atau aku yang bukain?" Tanya Elden.
"Matiin dulu lampunya!"
"Kenapa dimatiin sayang?"
"Ih, matiin El. Aku malu!"
"Nanti kalau salah masuk gimana!" Goda Elden sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Ihh Elden. Ada yang berdiri tau!" Tidak ada jarak antara tubuh Elden dan Lexa membuat Lexa dapat merasakan sebuah benda yang tegak di atas perutnya.
"Apa sayang yang tegak?" Dan sialnya Elden memilih untuk menggoda istri kesayangannya ini.
"Ada yang tegak tapi bukan keadilan El." Ujar Lexa yang sudah tidak bisa mengontrol bicaranya.
"Hahaha, ya ampun sayang. Kamu lucu." Ya, Elden tau jika adik kecilnya ini sudah berdiri tegak minta untuk dipuaskan.
"Ishh! Matiin ngga?!" Ingat, sebelum Elden mematikan lampu kamarnya, Lexa tidak akan membuka kedua matanya.
Elden memilih untuk mengalah. "Iya sayang, aku matikan." Elden bangkit dan segera mematikan lampu kamar. Menyisakan lampu hias sedikit redup.
Perlahan Lexa mulai membuka kedua matanya.
"Mau aku buka atau buka sendiri?" Tanya Elden sekali lagi dan kembali mengukung tubuh mungil Lexa.
"Baiklah Sayang." Jika Elden tidak bisa menahan nafsunya mungkin pakaian Lexa sudah tidak berbentuk lagi.
Elden bangkit, memberi ruang untuk Lexa. Setelah itu Lexa segera melepas handuk yang ia pakai. Ditaruhnya handuk itu disebelah nya. "Sekarang jam berapa El?" Tanya Lexa sedikit mengurangi kegugupannya.
"Jam setengah 12 sayang. Kenapa hm?" Elden menatap penuh cinta tubuh sehalus sutra milik Lexa. Bahkan Elden tidak berkedip ketika melihat bidadari di hadapannya sekarang.
Lexa menunduk mu. "El, jangan menatapku seperti itu. Kamu membuat ku malu." Lirihnya pelan. Kedua jemarinya saling tertaut satu sama lain.
Elden tersenyum dan mulai mendekat ke arah Lexa. "Kenapa harus malu sayang? Kamu cantik." Ujar Elden dan mulai menidurkan Lexa.
Sekarang Elden berada di atas tubuh Lexa. Keduanya saling menatap kagum satu sama lain. Dunia seakan memberikan restu keduanya untuk saling bersatu.
"Apa kamu siap sayang?" Tanya Elden yang mulai mengambil posisi.
Lexa mengangguk. "Iya El."
Mendengar persetujuan dari Lexa membuat Elden berani untuk melakukannya. Dilebarkannya kedua kaki jenjang milik Lexa. Sementara Elden memposisikan dirinya di antara kedua kaki Lexa. "Aku akan melakukan dengan lembut. Jika sakit kamu bisa menggigit ku sayang." Bisik Elden sambil mengecup leher jenjang Lexa.
"Emh."
Elden mulai memasukkan Adik kesayangannya. Hingga desahan lolos mengalun merdu memecah keheningan.
"Ahhh, Elden." Sungguh, ini adalah desahan ter-merdu yang pernah Elden dengar disepanjang hidupnya.
__ADS_1
"Iya sayang." Elden mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
Elden merasa bangga dengan dirinya ketika berhasil menyatukan tubuhnya dengan tubuh Lexa.
Lexa menggeliat pelan ketika merasakan adik Elden di dalam dirinya. "El, rasanya aneh." Kata Lexa sambil menatap wajah Elden. Keningnya sedikit berkeringat karena aktivitas panas bersama Elden.
Elden tersenyum. Setidaknya adik kesayangannya ini tidak pernah mengecewakan dirinya. "Boleh aku bergerak sekarang?"
Apa boleh Lexa menggeplak kepala Elden? Kenapa Elden banyak tanya?! Lexa sungguh malu dengan pertanyaan random dari Elden.
"Emh.."
"Jangan meminta ku berhenti sebelum aku merasa puas sayang." Bisik Elden kemudian mulai menggerakkan tubuhnya.
Sisanya kalian bayangkan sendiri 😭
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1