PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
26. Help Me, Please ! - 21+ (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat siang semua! Apa kabarnya nih? Kalian baik-baik saja kan? Aku baik nih kabarnya ・◡・ Jangan lupa jaga kesehatan dan jaga kebersihan ya! Love you! - Elden Crishtian



...Happy Reading 🥳...


Percikan api besar menyala, mengelilingi mobil Elden.


Namun baru saja mereka akan melemparkan sebuah bahan peledak, terdengar suara sirine mobil polisi yang membuat mereka langsung lari berhamburan dan kembali ke dalam mobilnya masing-masing. "Sialan. Cepat kalian pergi dari sini!"


Mereka langsung pergi dari lokasi. Dengan tenaga yang tersisa Elden melepaskan sabuk pengaman. "Tunggu aku sayang. Aku akan datang menyelamatkan kamu sayang." Ujar Elden dalam hati.


"Mereka kabur!" Ujar salah satu orang yang baru datang. Mereka adalah anggota Geng Mafia Crowned Eagle.


"Itukan Tuan Elden!" Jerit salah satu dari mereka. Tatapan mereka beralih menatap ke arah mobil Elden yang mulai termakan api.


"Sial, bagaimana cara kita menyelamatkan nya!"'


Dan...


Boom..


Suara ledakan cukup keras dari mobil Elden terdengar.


"Tuan!" Jerit mereka. Tubuh mereka membungkuk, reflek.


"Cepat padamkan api itu!" Bentak Rafael dengan nada tinggi melalui sambungan telepon. Tangannya mengepal erat. Rasa kesal, amarah melingkupi diri Rafael. Dengan emosi diambang batas Rafael langsung memukul kuat meja yang menjadi tumpuan. Menimbulkan bunyi pukulan yang cukup keras.


"Tapi tuan, kita tidak memiliki air untuk memadamkan api." Sahut salah satu anggota yang memegang sambungan telfon.


"Tuan Elden masih hidup!" Jerit salah satu temannya dengan melambaikan tangan. Memberi kode ke teman-temannya. Ia berhasil menemukan tubuh Elden yang tergeletak di jalan, tidak jauh dari mobil. Pintu mobil terbuka dengan api yang melahap seluruh bagian mobil. Rupanya, Elden berhasil keluar dari dalam mobil sebelum ledakan besar tadi terdengar.


Sontak saja mereka semua berlari menghampiri. Di angkatnya tubuh Elden yang tidak sadarkan diri. Mereka membawa Elden menjauh dari mobil yang siap akan meledak lagi.


Boom..


Bunyi ledakan cukup keras untuk ke kalinya terdengar. Untungnya mereka bisa menyelamatkan Elden.

__ADS_1


"Masukkan ke dalam mobil. Kita bawa ke rumah sakit sekarang!"


Mereka dengan kompak membawa Elden ke dalam mobil. Tanpa banyak bicara, orang yang memegang kendali mobil langsung menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil meninggalkan lokasi.


Rafael bernafas lega. Kemudian ia langsung bergegas menyusul. "Aku akan pergi kerumah sakit. Kalian lacak keberadaan mobil yang membawa Lexa pergi. Jika kalian mendapatkan informasi penting, segera hubungi aku." Ujar Rafael sebelum pergi ke teman-temannya.


"Baik!" Jawab mereka kompak.


Sementara itu di tempat berbeda, terlihat seorang perempuan tengah berbaring di ranjang berukuran king size.Kamar itu di dominasi oleh warna abu-abu dengan ornamen indah sehingga memberikan kesan elegan dan mewah bagi yang melihatnya.


Perempuan itu adalah Lexa Ardola. Perempuan yang di bawa paksa oleh beberapa orang tadi. Tubuhnya yang mungil di balut dengan pakaian bersih dan wangi. Pakaian kotor yang ia pakai tadi telah di buang di tempat sampah. Sedangkan penampilannya yang kotor kini telah bersih seperti semula.


Salah satu tangannya di infus. Luka yang ada di kepalanya di balut dengan perban dan telah di obati.


Bram dengan santainya duduk di kursi kebesarannya dengan kaki yang di silang. Tubuhnya berdiri tegak. Sementara salah satu tangannya memegang sebuah gelas berisi cocktail mahal. Alisnya yang tebal menukik tajam ketika melihat pergerakan dari tubuh perempuan yang ia cintai.


"Ughhh.." Leguh Lexa ketika menggerakkan tangannya yang terasa linu. Perlahan kedua bola matanya terbuka sedikit demi sedikit. Namun tiba-tiba rasa pusing menyerang hebat kepalanya ketika kedua bola matanya terbuka sempurna.


"Kau sudah sadar rupanya."


Suara tegas dari sudut ruangan membuat Lexa bangkit dari tidurnya. "Akhh!" Ringis-nya sakit karena gerakan yang ia lakukan begitu tiba-tiba.


Tubuhnya yang tegap terbalut dengan kaos berwarna hitam.


"Bram--" Kedua bola matanya membulat sempurna. Kilasan kejadian terlintas di ingatannya. Kepalanya semakin berdenyut hebat ketika otaknya ia paksa untuk mengingat kejadian kala itu. "Tembakan. E-lden. Tabra-kan. Bentu--ran." Lirihnya pelan. Kedua bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.


"Hai sweety, bagaimana kabar mu?" Kedua kakinya melangkah mendekati ranjang. Sontak saja Lexa yang melihat hal itu langsung beringsut mundur.


"Menjauh dari ku Bram!" Jerit Lexa dengan nada tinggi. Eksepsi wajahnya berubah pias. Kedua bola matanya menatap tidak suka ke arah pria di hadapannya.


Mendengar teriakan itu Bram langsung menghentikan langkahnya. Tubuhnya mematung mendengar teriakan dari perempuan yang ia sayangi. Kedua tangannya mengepal erat di sisi celananya. Tatapannya berubah tajam. "Kamu ternyata berubah Lexa. Dulu kamu tidak pernah membentak ku. Ternyata sekarang kamu berani melakukannya. Apa semua ini karena Elden?"


"Engga! In--i.." Lexa takut dengan sosok pria di hadapannya sekarang. Kedua bola matanya menatap ke arah wajah Bram. "Ini semua bukan karena Elden!"


"Oh, benarkah? Aku tidak percaya itu."


Jemari lentik dan mungil itu meremas pelan selimut yang menutupi tubuhnya. "Elden dimana?! Elden ada dimana?!" Lexa berubah histeris ketika mengingat kekasihnya.


Bram menyeringai tipis. Aura dominant jalur dari tubuh tegapnya. "Kamu mencari Elden, sweety? Sayangnya Elden sudah tiada sekarang. Dia telah mati dalam ledakkan mobil."

__ADS_1


"A--pa?" Seakan tersambar petir di siang bolong, tubuh Lexa mematung bagaikan patung. Kedua bola matanya membulat dengan air mata yang mulai jatuh dari sudut matanya. "Kamu boh--ong Bram. Kamu bohong!" Lexa bingung. Pikirannya tidak bisa berpikir jernih.


"Hiks! Hiks! Hiks! Elden." Tangisnya pecah. Kepalanya menunduk dengan air mata menetes membasahi selimutnya. "Engga mungkin. Engga mungkin." Lexa berusaha untuk tidak mempercayai itu namun akan logika memaksanya untuk percaya.


"Jangan tinggalkan aku El. Jangan."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2