PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
47. Malam Pertama (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya πŸ˜‰ Author paling demen nih sama yang tampan begini πŸ’š Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai Gais! Kembali lagi dengan aku nih! Semangat buat puasanya ya πŸ₯³πŸ₯°β€οΈ Tinggal sedikit lagi nih mau hati raya, hehehe πŸ₯ΊπŸ’™ Btw, bagaimana kabar kalian hari ini? Jaga kesehatan dan jangan begadang terus ya! Love you everyone 😚❀️ - Nur Eva Fullandari



...Happy Reading πŸ₯³...


"Sayang, apa kamu mau mandi dulu?" Tutur Elden lembut sambil memeluk Possesive pinggang istrinya dari belakang.


Lexa mengangguk. "Iya El. Badan ku sedikit lengket dan berkeringat. Aku akan mandi dulu sebentar. Jika kamu mau tidur, kamu bisa tidur duluan." Ujar Lexa sambil menunduk melihat jemarinya yang lentik megenggam kedua tangan Elden yang kini telah sah menjadi suaminya.


Lantas Elden melepaskan pelukannya dan mengecup singkat leher jenjang Lexa. "Aku akan menunggu mu." Ucap Elden sambil berjalan ke tempat tidur.


Pandangan Lexa mengikuti arah Elden. Setelah itu Lexa menggeleng pelan ketika mendapatkan tatapan penuh makna.


Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, kemudian Lexa melangkahkan kedua kakinya yang jenjang ke kamar mandi. Jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Pesta pernikahan yang diadakan masih berlangsung. Hanya saja Elden memilih untuk pamit undur diri dengan alasan tidak tega jika melihatnya kelelahan.


Sambil menunggu istrinya selesai dengan aktivitas di dalam kamar mandi, Elden memutuskan untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Kaos warna hitam dengan celana boxer hitam selutut menjadi pilihan Elden. Ya, Elden sudah memutuskan untuk melakukan malam pertamanya sekarang. Meskipun Elden sebenarnya merasa gugup untuk melakukannya bersama perempuan yang ia cintai.


Kriet...


Pintu kamar mandi terbuka. Dengan santainya Lexa berjalan melewati Elden hanya dengan menggunakan handuk yang membungkus tubuhnya. "Aku kira kamu sudah tidur El " Ucap Lexa sambil membuka almari pakaian. Mencari pakaian dalam dan pakaian tidur untuk ia gunakan. Jujur, Lexa berusaha bertingkah seperti biasa walaupun faktanya Lexa juga merasa gugup setengah mati. Apalagi kejadian malam itu. Hak itu membuat Lexa sedikit merasa trauma mengenai hubungan intim.


"Enggak sayang. Aku masih belum mengantuk." Jawab Elden lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Lexa.


Deg..


Deg..


Di peluknya tubuh mungil istrinya. "Wangi." Ucap Elden dengan nada sedikit berat. Kepalanya ia sembunyikan di ceruk leher istrinya.


Sungguh, rasanya Lexa ingin menenggelamkan dirinya ke dalam dasar lautan sekarang juga!


"El." Lexa reflek mengadahkan kepalanya ke atas ketika merasakan sebuah gigitan gemas di leher jenjangnya.


"Iya sayang?" Elden menghembuskan nafasnya di leher Lexa. Memberikan sebuah sensasi tersendiri bagi Lexa.

__ADS_1


"Jangan di gigit. Sakit tau." Protes Lexa. Kepalanya sedikit menoleh, melirik wajah Elden.


"Maaf sayang. Aku hanya ingin menandai kamu jika kamu milik ku." Ujar Elden lalu menyandarkan kepalanya di bahu Lexa.


Mendengar penuturan Elden membuat hati Lexa sedikit tersentuh. Kedua jemarinya tanpa di komando langsung saling bertautan. Sudah menjadi hal biasa jika Lexa dilanda rasa gugup. "Aku takut El." Lirih Lexa mengatakan sebenarnya.


Alis Elden tertaut heran. "Kenapa takut sayang?" Bisik Elden lembut. Kedua tangannya melingkar sempurna di perut Lexa yang sedikit membuncit. Di dalam sana ada malaikat kecil yang akan menjadi anak pertama mereka.


Kepala Lexa menunduk. Kedua bola mata yang awalnya terpancar kebahagiaan langsung berubah sedih. "Aku sudah pernah disentuh pria lain selain dirimu El. Aku takut jika kamu jijik pada ku." Bagaimanapun juga Lexa masih malu dengan kejadian yang menimpanya.


Reflek, Elden langsung membalik tubuhexa agar berhadapan dengannya. "Lihat aku sayang." Kedua matanya menatap lekats wajah Lexa. "Sayang." Panggilnya lagi.


Dengan sedikit keberanian, Lexa memberanikan diri untuk menatap wajah Elden. "Iya El?"


Elden tersenyum lembut. Nyaris terlihat sempurna di wajah tampannya. "Kamu jangan berkata seperti itu lagi, oke? Aku tidak pernah jijik dengan mu sayang. Bahkan hal itu tidak pernah terlintas di pikiran ku." Ujar Elden. Kedua tangannya megenggam lembut kedua tangan Lexa membuat Lexa membalas tatapannya. Keduanya saling menatap satu sama lain. "Aku mencintai kamu bukan karena nafsu. Aku mencintai kamu karena perempuan itu adalah kamu. Karena perempuan itu adalah Lexa Ardola Crishtian. Bukan Lexa yang lain atau perempuan lain." Kata Elden menegaskan. "Jadi jangan pernah berfikir seperti itu lagi." Di usapnya dengan lembut pipi cabi milik Lexa. "Jangan pernah berfikir negatif tentang aku dan hubungan kita." Tambahnya lagi.


Bolehkah Lexa menangis sekarang? "Maafkan aku El." Lirih Lexa. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca. Bukankah harusnya Lexa merasa bersyukur karena dicintai Elden?


"Hsstt." Elden langsung memeluk tubuh Lexa. "Jangan meminta maaf. Kamu tidak salah." Tangannya mengusap lembut punggung Lexa.


"Elden, apa kamu mau melakukannya sekarang?" Tanya Lexa semakin mengeratkan pelukannya.


"Kalau kamu sudah siap sayang. Baru kita akan melakukannya." Ujar Elden kemudian melepas pelukannya. "Mau tidur, cantik?" Dengan menatap lembut wajah Lexa, Elden mengatakan nya.


Bagaimana hati Lexa tidak melunak jika diperlakukan seperti ini?


Lexa menatap setiap pergerakan Elden. "Aku siap El." Putusnya final.


Elden menatap Lexa dengan tatapan penuh tanda tanya. "Sayang." Ada sedikit keraguan yang mulai menyelinap masuk ke dalam hatinya.


Lexa tersenyum teduh. Kemudian Lexa sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Elden. "Kita sudah menjadi suami-istri El. Aku juga ingin melakukan tanggung jawab ku sebagai seorang istri." Ucap Lexa yakin.


Lalu dengan lembut Elden merengkuh tubuh mungil Lexa ke dalam dekapannya hingga tidak ada jarak lagi. "Aku menyayangi mu sayang." Bisik Elden setelah itu mencium lembut bibir merah milik Lexa.


Di ciumnya dan dilumatnya lembut hingga leguhan panjang terdengar. Tubuh Lexa ia bawa ke atas ranjang sambil terus berciuman. Bahkan tak jarang, Elden menggigit gemas bibir Lexa yang terasa manis di mulutnya.


"Ahh.." Desahan lolos dari bibir Lexa. Hal itu semakin membangkitkan libido Elden untuk terus melakukan lebih.

__ADS_1


Dibaringkannya tubuh Lexa di atas ranjang. Keduanya saling menatap satu sama lain.


"Aku mencintai mu Lexa. Aku sangat mencintai mu."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi πŸ₯°


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like πŸ‘ dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..πŸ₯Ίβ€οΈ Tolong bantuannya πŸ™


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2