
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Dengan kecepatan di atas rata-rata Elden mengendarai mobil sport mewah warna putih miliknya.
Jam telah menunjukkan pukul 12 malam. Elden akan bertemu dengan seseorang yang sangat penting dalam membangun dunia bisnis gelap miliknya.
Entah darimana asalnya, Elden bisa mengetahui dunia bisnis gelap itu. Bahkan Elden berniat untuk mendirikan sebuah aliansi terkuat di Eropa. Bagaimanapun caranya Elden harus bisa melakukannya. Meskipun orang lain memandang apa yang ia lakukan adalah sebuah lelucon. Elden tidak peduli dengan hal itu. Yang terpenting sekarang adalah Elden harus membangun aliansi itu dan harus bisa mengalahkan perusahaan ayah nya. Meskipun usia Elden yang terbilang sangat muda yaitu berusia 18 tahun. Akan tetapi Elden sudah memikirkan masa depan yang akan ia jalani. Bagaimanapun rintangan dan halangan nya, Elden harus bisa mewujudkan apa yang ia inginkan.
Perjalanan hampir ia tempuh kurang lebih tiga puluh menit. Letaknya memang jauh dari kota. Namun hal itu tidak membuat Elden mengeluh. Yang ada dipikirannya sekarang adalah Elden harus bisa melakukannya. Persetan dengan omongan orang lain yang mengatai dirinya bodoh.
Drtt.. Drrt.. Drrt..
Ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya. Dengan menggunakan earphone yang berada di telinganya, lantas Elden mengangkatnya.
"El, lo ada dimana?" Tanya Rafael tanpa basa-basi lagi.
"Gue sedang di perjalanan Raf." Jawab Elden yang semakin menambah kecepatannya.
"Gue sampai boker nungguin lo. Berasa lagi nungguin anak perawan yang mau jalan barang sama pacarnya." Omel Rafael di sebarang sana.
"Sialan lo Raf!" Umpat Elden tidak terima. Lalu tanpa menunggu persetujuan Rafael, Elden langsung mematikan sambungan telfonnya. Elden lebih sayang dirinya pada Rafael. Jika Elden melanjutkan telfon nya.
Tidak berselang lama kemudian, akhirnya Elden telah sampai disebuah club Elite di London.
Diparkirnya mobil sport milik nya ke parkiran mobil khusus kelas VIP. Sebelum keluar dari dalam mobil, Elden mengambil pistol miliknya yang telah terisi penuh dengan peluru. Tidak lupa juga membawa cadangan peluru dan juga pisau lipat kesayangan nya. Dirasa semuanya telah siap dan tidak ada yang tertinggal lagi, Elden membuka pintu mobil miliknya.
"Lo lama banget." Rafael yang tadi melihat mobil sport sahabat nya langsung datang menghampiri Elden.
__ADS_1
Elden hanya menatap datar wajah sahabat nya itu. Bahkan Elden tidak berniat untuk merespon keluhan Rafael. Hanya diam dan menatap datar. Itu saja yang menjadi respon Elden.
"El lo serius mau kerjasama sama mereka?" Tanya Rafael lagi. Kini pembicaraan serius mulai terjadi.
"Gue serius Raf. Lo tau kan gue tidak pernah bermain-main." Jawab Elden sambil menatap Club elite di hadapan nya. "Lo sudah bawa senjata kan?" Tanya Elden mencoba untuk memastikan. Takutnya jika Rafael lupa membawa senjata.
"Tentu saja sudah gue siapin. Gue tidak akan sebodoh itu untuk bertindak tanpa persiapan. Lo serahkan aja sama gue El." Kata Rafael sambil mengangkat dagunya.
"Oke. Kita masuk sekarang."
Lalu, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam Club Elite tersebut. Sebelum masuk mereka disuruh untuk menunjukkan sebuah kartu masuk yang telah di beli secara khusus. Tidak terbatas akan umur. Semuanya boleh masuk selama mereka mempunyai kartu akses masuk itu. Tidak main-main bahkan harga kartu masuk itu memiliki harga yang cukup fantastis yaitu seharga 75juta.
Elden dan Rafael mulai berjalan masuk me dalam Club. Suara musik terdengar memenuhi penjuru Club. Banyak orang disana yang sedang berjoget dan meminum-minuman beralkohol.
"El, kita ke lantai tiga." Bisik Rafael.
Elden mengangguk.
Setelah itu mereka berdua berjalan menaiki tangga untuk menuju ke lantai tiga. Tempat dimana Aliansi gelap itu sedang berkumpul secara private. Dengan menggunakan pakaian serba hitam Elden maupun Rafael segera menaiki tangga menuju tempat itu berada.
Sesampainya di lantai tiga, lantas mereka berdua berjalan melewati lorong dengan cahaya yang cukup minim.
"Tunjukkan identitas mu." Ujar salah satu bodyguard yang menjaga pintu masuk tersebut.
Lantas Elden maupun Rafael menunjukkan kartu identitas mereka.
Kedua bodyguard itu langsung mengangguk dan membuka pintu masuk.
Setelah itu Elden dan Rafael berjalan masuk ke dalam ruangan. Seketika itu juga semua pandangan langsung tertuju pada Elden dan Rafael.
"Oho, ternyata di sini ada anak di bawah umur. Aku tidak pernah menyangka nya." Kata salah satu orang yang berumur 40 tahunan.
Elden menyeringai tipis dan segera mengambil duduk di kursinya. Begitupun juga dengan Rafael yang melakukan hal yang sama yaitu menarik bangku dan duduk di sebelah Elden.
"Ternyata kau benar-benar datang Elden Crishtian."
Suara tegas dan juga terdengar dingin itu membuat semua orang langsung mengalihkan pandangan nya. Sang pemimpin telah datang. Mereka semua langsung menunduk hormat kecuali Elden. Elden masih tetap setia mengangkat kepalanya.
Rafael yang mengetahui hal itu hanya bisa bersabar. "Maklumin Rafael, sahabat mu memang seperri itu." Kata Rafael di dalam hatinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak menunduk?" Wajahnya terlihat marah dengan alis yang menukik tajam. Tidak terima ketika salah satu di ruangan itu tidak memberikan hormat ke ketuanya.
Seringai tipis tersungging di bibirnya. "Kenapa aku harus menundukkan kepala dan hormat padanya? Aku bukan tipikal orang yang mau di perintah. Aku lebih suka memerintah." Dengan santainya Elden mengatakannya.
"KAU!!"
Baru saja orang itu akan menghajar Elden, akan tetapi sudah di tahan terlebih dahulu oleh pemimpin nya.
"Jangan membuat keributan. Biarkan saja Elden bertingkah seperti itu. Bukankah ini akan semakin menarik jika dia bertingkah sombong seperti itu?"
Lantas Elden menjawabnya. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. "Kau benar. Jika aku lemah maka permainan ini tidak akan menarik sama sekali."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1