PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
82. Masa Lalu Justin - Jessica |Mafia Story| - Bagian 5 (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Tuan, selamat da---.."


Dor... Dor.. Dor...


Perkataan yang belum terselesaikan langsung tergantikan dengan sebuah tembakan bertubi-tubi.


Bunyi alarm langsung berbunyi nyaring. Menjadi tanda jika ada musuh yang menyerang.


"Sialan kau Justin!" Umpat salah satu orang yang bekerja di Laboratorium.


Justin, sang pelaku hanya tersenyum tipis. Wajahnya tampak datar. Tidak ada keraguan atau kekhawatiran sama sekali.


"Aku bahkan bisa menjadi lebih dari kata sialan." Ujar Justin sambil memainkan pistol di tangan kanannya.


Sedangkan bawahannya tengah menembaki orang-orang yang berada di dalam laboratorium.


Bunyi tembakan terus menerus saling bersautan satu sama lain. Suasana di laboratorium itu terlihat sangat mengerikan.


"Bunuh mereka semua tanpa sisa. Jangan sampai ada yang lolos." Titah Justin kepada bawahannya.


Bawahan Justin yang menerima perintah itu lantas langsung melaksanakannya. Mereka berjumlah dua puluh orang dengan senjata yang lengkap. Mulai dari pistol, peluru hingga ahli dalam bela diri.


Lantai ruangan yang awalnya berwarna putih bersih berubah menjadi warna merah akibat dari darah orang yang berada di laboratorium.


Liu Yu menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukan Justin. "Kau yang memulainya Justin!" Bentak Liu Yu dengan amarah yang menguasai dirinya.


Justin tidak bergeming dari tempatnya. Tetap setia berdiri di posisinya sekarang dengan tenang. Baginya suara tembakan yang memenuhi ruangan laboratorium itu adalah hal biasa. Jeritan kesakitan hingga permohonan bukan suatu hal yang mampu meluluhkan hati seorang Justin.


Liu Yu merupakan sahabat Justin sejak di bangku sekolah Senior Hight School itu berdiri berhadapan dengan Justin.


Liu Yu merupakan seorang Ketua di Laboratorium ini. "Apa mau mu Justin?" Tanya Liu Yu. Salah satu tangannya dengan perlahan bergerak untuk mengambil pistol yang berada di saku jas nya.

__ADS_1


"Kau tanya mau ku Liu Yu?" Tanya Justin kembali. Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya.


"Aku hanya ingin kematian mu." Dengan tenang Justin mengatakannya.


Liu Yu menggelengkan kepalanya. Tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Justin. "Apa yang membuat mu menginginkan kematian ku?" Ditatapnya dengan serius wajah sahabat nya itu.


"Kau telah menganggu hubungan ku dengan Jessica. Jika kau bisa berhati-hati dalam bicara, Jessica mungkin tidak akan tau jika aku menjadikan dia sebagai bahan taruhan."


Sedangkan di sisi lain..


"Jangan bersedih Jess. Aku akan selalu menemani mu selalu." Bisik Ayu di telinga Jessica. Dapat Ayu rasakan jika tubuh Jessica terasa bergetar saat Ayu memeluknya.


Iya, Ayu tau jika sahabatnya kini tengah menangis. Ayu bisa merasakan apa yang Jessica rasakan sekarang. Bagaimana bisa Justin tega melakukan hal ini semua?


"Apa yang harus aku lakukan jika seperti ini?" Kata Jessica di dalam hatinya.


Setelah dirasa mulai tenang, maka Jessica langsung melepas pelukannya.


Ayu memandangi wajah sahabat nya itu dengan kasihan. Ada perasaan tidak tega setiap kali Ayu melihat kedua mata sahabat nya yang sembab itu.


Diusapnya kedua mata miliknya dengan menggunakan jemari cantiknya.


"Sudah lebih tenang?" Tanya Ayu penuh perhatian.


Tok.. Tok.. Tok..


"Kami ingin mengantarkan makanan nona." Ucap Sang pelayan dari luar ruangan.


"Kalian boleh masuk." Kata Jessica dengan menekan sebuah tombol yang membjat pjntu kamarnya terbuka. Setelah dua main pribadinya kleuar dari dalam kamarnya, Jessuca langsung mengunci pintu kamarnya.


Mendengar jawaban itu, lantas pelayan yang bertigas langsung melangkah masuk ke dalam kamar dengan membawa beberapa makanan dan cemilan yang telah Jessica pesan yaitu kue kering, makanan pedas, susu strawberry dingin dan juga air mineral.


"Kami permisi nona." Pamit mereka undur diri.


Setelah kepergian mereka lantas Ayu langsung namgkit dari duduknya untuk mengambil makanan yang tadi pelayan bawa. "Apa aku boleh memakannya?" Tanya Ayu sambil menatap makanan-makanan lezat itu dengan ceria.


Jessica mengangguk. "Tentu saja Ayu. Makanlah." Ujar Jessica.


"Terimakasih Jess. Kamu memang paling mengerri dengan apa yang aku sukai." Kata Ayu lalu dengan lahap memakan makanan itu. "Kamu mau?" Ucap Ayu sambil menawarkan ku kering ke arah Jessica.


"Mau." Jawab Jessica sambil menerima kue kering yang di tawarkan Ayu padanya.


"Ngomong-ngomong, bagaimana bisa Justin menjadikan mu sebagai ajang taruhan Jess? Kau tau dari siapa?" Tanya Ayu sambil mengambil minuman susu strawberry.


Jessica menghela nafasnya pelan. "Aku mengetahuinya saat dia sedang berbicang dengan sahabatnya Ayu."

__ADS_1


Kening Ayu berkerut, heran. Mencoba berfikir siapa sahabat yang di maksud sahabat oleh Jessica. "Sahabatnya? Liu Yu?" Ujar Ayu yang mulai menebak.


"Iya, Liu Yu." Jawab Jessica dengan suaranya yang lirih.


Ayu mulai mengerti sekarang. Lantas Ayu memilih untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar. "Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Jess?"


Jessica menggeleng pelan. "Aku juga tidak tau Ayu." Diusapnya dengan lembut perit ratanya.


Sontak saja Ayu yang melihat hal itu langsung merasa heran. "Jangan bilang jika kamu sedang hamil Jess." Sergah Ayu dengan cepat.


Kepala yang semula menunduk itu langsung terangkat. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya. "Iya Ayu, aku sedang hamil."


"APA?!" Kedua bola mata Ayu langsung membulat. Saking terkejutnya dengan perkataan sahabat nya itu.


"Aku berharap semoga anak ku nanti perempuan dan mirip dengan sifat ku. Pemberani dan tidak suka di tindas. Aku akan memberinya nama Lexa Ardola. Cukup dua kara tapi memiliki makna yang sangat berharga."


Ayu hanya bisa terdiam di tempatnya. Tidak tau harus berkata apa lagi. "Aku takut jika kamu melarikan diri dalam keadaan hamil, lalu Justin tau kamu hamil anaknya, aku takut kamu tidak akan bisa keluar dari dalam kehidupan Justin." Kata Ayu di dalam hatinya.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2