PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
127. Pertemuan Justin dengan Bram (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Lexa mendesah kecewa. Sudah berkali-kali Bram ia hubungi, tapi tidak kunjung mendapat balasan juga. Sudah hampir satu hari ini Bram tidak menjawab telfonnya. Bahkan chatt yang ia kirim tadi tidak di read maupun di balas. "Kenapa kamu bodoh banget si Lexa!" Ujarnya pelan merutuki kebodohannya sendiri.


"Lexa kamu besok sekolah?" Tanya Ayu dari arah dapur sambil membawa beberapa cemilan dan segelas susu untuk putrinya.


Lexa mengangguk. "Iya. Aku besok sekolah Ma. Soalnya Minggu depan nya Kakak kelas Lexa sudah pada ujian. Jadi abis itu giliran Lexa dan siswa kelas 10." Jawab Lexa dengan suara yang terdengar lembut.


Ayu yang mendengar hal itu hanya bisa mengangguk mengerti. Sesampainya di meja, lantas Ayu segera meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja. "Jangan lupa belajar ya." Ucap Ayu lalu duduk disebelah putrinya.


"Iya Ma. Tenang aja. Lexa pasti belajar kok." Dengan senyum sumringah Lexa mengatakan nya. Walaupun sebenarnya berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang.


Ayu tersenyum melihatnya. "Tadi Mama liat kamu sama Bram sedang bertengkar. Apakah ada kaitannya dengan Elden?" Tanya Ayu dengan menatap wajah putrinya.


Lexa yang ditanya mengenai hal itu sedikit terkejut. Apakah Mama menyadarinya?


"Tidak kok Ma. Hubungan kami baik-baik saja. Tadi Bram sedikit ada urusan. Jadi pulang terlebih dahulu." Jawab Lexa berbohong. Ya, menurut Lexa, untuk hal seperti ini Mama nya tidak perlu untuk mengetahuinya. Cukup Lexa, Elden dan Bram yang tau. Yang lain tidak perlu tau.


"Ohh.." Ujar Ayu sambil menganggukkan kepalanya. Lalu Ayu mengambil remote televisi yang ada di meja. Ditekannya tombol on untuk menyalakan televisi.


"Berita hari ini. Di temukan mayat seorang perempuan yang masih remaja tergeletak mengenaskan di pinggir jalan. Di duga perempuan ini adalah korban dari pembunuhan berencana yang dilakukan oleh satu orang."


Dengan tenang Ayu mendengar berita tentang pembunuhan itu. Sementara Lexa masih tetap fokus melihat ponselnya. Sampai sekarang Lexa masih tetap menunggu belasan pesan dari kekasihnya.

__ADS_1


Lexa : Bram kamu ada dimana?


Lexa : Kalau udah ngga sibuk balas pesan ku ya..


Lexa : Bram, Lexa minta maaf. Lexa tidak melakukan apapun di belakang Bram.


Dengerin penjelasan Lexa dulu ya..


Lexa : Sayang, balas pesan aku. Ini sudah malam. Kamu belum kabarin aku sama sekali..


Lexa : Aku khawatir. Kamu tidur?


Lexa : Aku ingin samperin kamu ke rumah kamu, tapi ini udah malam banget. Aku takut mau kerumah kamu..😭


Ponselnya tidak berhenti bergetar. Bunyi notifikasi pesan dari Lexa terus menerus masuk ke dalam ponselnya.


"Jadi kau yang bernama Bram Alexander."


Suara dingin dengan nada penuh intimidasi terdengar di seluruh penjuru ruangan.


Bram yang sedang duduk di sebuah sofa panjang langsung menegakkan tubuhnya.


Bram menatap wajah datar milik Justin. "Jadi ini Ayahnya Lexa? Dia terlihat tidak bisa diremehkan sama sekali." Ujar Bram di dalam hatinya ketika melihat sosok Justin secara langsung. "Aku ingin berhubungan serius dengan putri anda." Ucap Bram tanpa ada rasa takut. Di tatapnya wajah Justin.


Justin yang mendengar perkataan itu langsung menggelengkan kepalanya pelan. Sebuah seringai tipis tersungging di bibir tipisnya. "Aku tau jika kau sudah tau identitas ku yang sebenarnya. Tanpa aku berkenalan dengan mu, kau pasti sudah tau siapa aku."


Tangan Bram mengepal satu sama lain. Sebelum datang ke Mansion pribadi milik Justin Atkinson, Bram sudah menyiapkan mentalnya. Tidak hanya mental, Bram juga sudah menyiapkan senjata pribadinya untuk berjaga-jaga.


Justin menatap datar wajah Bram. Justin menunggu respon dari Bram mengenai perkataannya tadi.


Bram yang mengerti akan hal itu lantas langsung berkata dengan menatap tepat iris kedua bola mata Justin. "Iya. Saya sudah tau identitas Om. Tanpa Om Justin melakukan perkenalan, saya sudah mengetahuinya. Tapi alangkah baiknya jika kita saling berkenalan agar lebih akrab." Kata Bram dengan tenang. Tidak ada rasa gugup sama sekali. Apa yang ia ucapkan tadi telah berjalan lancar tanpa terbata-bata. Akan tetapi, "Tunggu sebentar. Apakah aku tidak salah jika memanggil Ayah Lexa dengan sebutan Om Justin?" Ujar Bram di dalam hatinya. Bukankah terlihat tidak etis sama sekali jika Bram memanggil Justin dengan sebutan Om? Mengingat jika Ayah kekasihnya ini adalah seorang Ketua Mafia Italia.


Justin yang mendengar hal itu langsung menegakkan tubuhnya. "Kau benar sekali Bram." Ucap Justin sambil mengambil satu gelas minuman yang berisi anggur. Di teguknya segelas minuman anggur itu dalam sekali tegukan. "Aku Justin, Ayah dari Lexa Ardola, kekasih mu sekaligus sahabat mu." Ujar Justin memperkenalkan dirinya sendiri.


Sudah Bram duga. Pasti selama ini yang mengikuti Lexa adalah orang suruhan dari Justin. Sudah tidak dapat Bram ragukan lagi. Ayah kekasihnya ini diam-diam sangat menakutkan. "Aku Bram Alexander. Kekasih sekaligus sahabat dari Lexa Ardola." Balas Bram memperkenalkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Prok.. Prok.. Prok..


Sebuah tepuk tangan dari Justin terdengar. Melihat hal itu Bram menjadi waspada. "Ada apa dengan orang ini?"


"Aku akan merestui hubungan kalian jika kau bisa membuktikan kalau kau layak untuk putriku. Dan aku ingin kau membentuk sebuah Geng milik mu sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Jika kau bisa melakukannya, maka aku akan merestui hubungan kalian berdua saat itu juga. Apakah kau sanggup?"


Deg


Sebuah geng sendiri? Bagaimana bisa Bram membentuk Geng nya sendiri sementara Bram selama ini hanyalah anggota dari aliansi Gelap milik Elden dan Geng Mafia lainnya.


"Kau tau Bram. Aku adalah Ketua Mafia Italia. Jadi aku membutuhkan seorang menantu yang bisa meneruskan pekerjaan ku." Ujar Justin dengan menatap wajah Bram yang terlihat terkejut.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2