PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
24. Tragedi - 21+ (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat pagi semuanya. Apa kalian sudah bosan dengan kehidupan kalian? Hai, yang kita rasakan sama. Aku juga sedang merasakan hal itu :-) - Elden Crishtian



...Happy Reading 🥳...


Nb : Kembali ke masa sekarang


Kemudian Lexa mulai memejamkan kedua matanya. Doa mulai ia panjatkan. "Lexa sekarang sudah tumbuh menjadi perempuan yang tangguh Ma. Jadi Mama dan Bunda jangan khawatir lagi ya. Lexa akan baik-baik saja disini. Elden akan siap melindungi Lexa. Elden akan menemani Lexa selalu. Mama jangan sedih ya disana."


"Tuhan, tolong tempat kan Mama dan Bunda di sisi-Mu. Jauhkan mereka dari siksa pedih. Tapi dekatkan lah mereka dengan kebahagiaan besama orang-orang beriman."


Elden menundukkan kepala. Ikut mendoakan mendiang Mamanya.


Seusai berdoa Lexa berdiri. Tatapannya tidak lepas dari makam Mama dan Bundanya. "Lihat Ma, putri kesayangan Mama dan Bunda sudah besar." Ujar Lexa dalam hati sambil tersenyum. Wajah bahagia Ayu dan Jessica terukir dalam ingatannya.


"Sayang, hari sudah mulai larut. Sebaiknya kita pergi dari sini." Di pegang-nya lengan kekasihnya itu dengan lembut. Membuat sang empunya menoleh lalu mengangguk.


"Hallo Raf, tolong periksa apakah ada orang yang mencurigai atau tidak disini." Sambil berjalan bergandengan tangan Elden terus berjalan. Kedua bola matanya menatap fokus sekitar. Kewaspadaan nya semakin meningkat ketika Elden merasa hawa yabg tidak enak.


Lexa memperhatikan wajah kekasihnya itu. Kedua kakinya terus melangkah menyeimbangkan langkah kaki Elden. "Mobil kita ada dimana El?" Tanya Lexa lirih dengan kening sedikit berkerut.


Elden menoleh. "Disana sayang." Tunjuk Elden mengarah ke tempat mobilnya berada.


Lexa mengikuti arah telunjuk kekasihnya. Dan benar saja jika disana ada mobil sport mewah yang ia tumpangi.


"Masuk lah segera. Pakai sabuk pengaman. Ambil pistol di laci mobil dan pegang pistol itu.' Titah Elden tegas.


Tanpa banyak bicara Lexa segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Elden. Lexa segera masuk ke dalam mobil dan segera memakai sabuk pengaman. Di bukanya laci kecil tempat penyimpanan barang. Benar apa yang dikatakan Elden, disana sudah ada 3 pistol dengan 3 peluru.


"Cepat kau pergi dari tempat itu El. Sedari tadi kau di ikuti oleh 4 orang asing. Mereka sepertinya bawahan Ruddin." Rafael sempat terkejut ketika mengeceknya. Setelah di mendapatkan titah dari Elden tadi, Rafael langsung melakukannya dibantu dengan 4 orang temannya yang ahli dalam bidang IT.


"Sial!" Umpat Elden segera membuka pintu mobil. Kemudian Elden segera masuk dalam mobil lalu ia kunci dari dalam. "Pegang erat pistol itu sayang. Tundukkan kepala kamu serendah mungkin." Ucap Elden.


"Iya El." Jawab Lexa. Untuk saat ini Lexa tidak ingin terlalu banyak bertanya. Dengan patuh Lexa menundukkan tubuhnya serendah mungkin.


Elden lantas segera menyalakan mesin mobilnya. Dengan kecepatan di atas rata-rata Elden mengendarai mobilnya.


"Kau bisa pergi ke hotel Luryce untuk menginap. Disana tempat anggota Geng Markas kita El."


Sambungan telfon masih terhubung. Rafael dan 4 orang temannya masih setia memantau dan memberikan arahan dari jauh.


"Jaraknya berapa lama Raf? Apakah masih jauh?" Tanya Elden. kedua tangannya yang kekar mencengkram kuat kemudi mobil.


"Sekitar 4 kilometer lagi El. Jadi bertahanlah."


"Baiklah. Tolong kau kirimkan anggota kita yang ada di hotel untuk membantu ku. Aku tidak mungkin menghabisi nyawa mereka sendirian." Kata Elden.


Sementara Lexa masih tetap pada posisinya. Tubuhnya membungkuk rapat. Jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Dalam hatinya Lexa tiada hentinya merapalkan doa.


"Shiitt!" Umpat Elden ketika Elden melihat mobil di belakangnya yang mulai mengeluarkan pistol ke arah mobilnya.


"Sepuluh menit lagi mereka akan datang El. Bertahanlah disana." Ujar Rafael.

__ADS_1


Elden terus fokus.


Dor..


Dor..


Dor..


Bunyi nyaring tembakan terdengar. Tembakan itu mengarah ke kaca mobil Elden bagian belakang n Untungnya kaca mobil yang Elden gunakan merupakan kaca anti peluru.


"Elden." Lirih Lexa. Kedua tangannya menutup rapat kedua telinganya ketika mendengar suara tembakan bertubi-tubi.


"Bertahan sayang. Sebentar lagi."


Elden tidak bisa melihat ke arah kekasihnya. Jika Elden lengah sedikit saja, mungkin Elden akan kecolongan. Dan itu akan membahayakan nyawa dirinya dan kekasihnya.


"Ambil baju Anti peluru di kursi belakang. Cepat kamu pakai baju itu."


"Terus kamu pakai apa?"


"Jangan pedulikan aku. Aku bisa mengurusnya sayang. Sekarang dahulukan diri kamu dulu. Aku tidak ingin kamu terkena tembakan."


"Tapi.." Lexa ragu. Lexa takut.


"Sayang. Percayakan pada ku, oke? Ingat apa yang aku katakan? Aku akan baik-baik saja selama kamu ada disisi ku."


Lexa menelan ludahnya kasar. Keraguan masih ada. Tapi keyakinan jauh lebih besar. Dengan cepat Lexa segera mengambil baju yang Elden maksud.


"Sudah kamu dapat?" Tanya Elden.


Elden menoleh sekilas. "Oke. Sekarang dengarkan aku, kamu gantikan aku untuk menyetir mobil. Tolong perlambat kecepatannya sambil 50. Setelah itu dalam hitungan ke 3 kamu bisa mempercepat laju mobilnya hingga maksimal."


"Aku tidak bisa menyetir mobi El." Lexa menatap rahang kekasihnya.


"Bisa. Kamu bisa melakukannya sayang. Ini seperti di game mobil yang sering kamu mainkan setiap hari." Elden berusaha meyakinkan kekasihnya.


Sementara di belakang nya suara tembakan terus datang. "Aku mohon sayang." Elden memohon. "Kamu bisa melakukannya. Percaya pad ku."


"Iya El." Lexa mengangguk.


"Dalam hitungan ke tiga kita ganti posisi."


"Satu."


Dor..


Dor..


Dor..


"Dua."


"Tiga!"


Lexa dan Elden langsung berganti posisi. Kini Lexa lah yang memegang kendali mobil.

__ADS_1


"Dalam hitungan ke tiga perlambat kecepatannya Lexa." Elden langsung menyiapkan dua pistolnya yang telah terisi peluru.


"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Pintu jendela mobil terbuka. Kecepatan mobil Lexa lambatkan.


Setengah bagian tubuh Elden keluar dari mobil. Dengan cepat Elden menembak tepat ke arah musuh-musuhnya.


Dor..


Dor..


Dor..


"Percepat sayang!"


Mendengar suara tegas dari Elden, membuat Lexa langsung mempercepat kecepatan mobil hingga maksimal.


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2