PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
63. Pembalut Wanita (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hi, come back with me! how are you today? Oh yeah, I have good news for all of you. Please wait. Anyway, the novel that you are waiting for will soon become my main focus namely Update every day at 8 pm as a substitute for the novel Psycopath Vs Gadis Galak. Love you Gais! - Nur Eva Fullandari



...Happy Reading 🥳...


Hari telah berganti hari. Kebahagiaan keluarga Elden dan Lexa semakin terpancar.


Lexa telah diperbolehkan pulang dari beberapa hari yang lalu. Walaupun Lexa harus melewati beberapa tahap agar diijinkan pulang. Seperti latihan tidur miring, duduk dan berjalan. Sakit yang Lexa rasakan ketika melahirkan tidak main-main rasanya. Rasanya seperti tulang yang dipatahkan secara paksa. Namun, semua rasa sakit yang Lexa rasakan akhirnya terbayar juga. Yaitu cukup melihat wajah anaknya yang diberi nama Garvin.


"Garvin mau minum susu? Haus ya sayang? Maafin Mommy ya." Kata Lexa mengajak bicara Garvin yang baru berusia genap satu Minggu.


"Utu.. utu.. utu.. sini anak Mommy." Ujar Lexa menirukan gaya anak kecil. Digendongnya tubuh gendut putranya. "Maafin Mommy ya." Dikecupnya dengan sayang pipi Garvin. Lexa tersenyum manis. Kemudian mulai membuka beberapa kancing bajunya untuk menyusui putranya.


Dengan rakus Garvin mulai minum ASI. Hampir lima menit lamanya Garvin menahan rasa hausnya.


Ting..


Pintu Apartment terbuka. Disana ada Elden yang baru saja pulang dari berbelanja. "Sayang, aku sudah membelikan beberapa makanan buat kamu." Kata Elden sambil menenteng dua kantong plastik belanja.


Lexa menoleh sekilas untuk melihat suaminya. Semenjak Lexa melahirkan, Elden semakin perhatian dan sayang. "Apa kamu membelikan aku pembalut El?" Tanya Lexa. Kebetulan stock pembalut yang dibelikan oleh Ayah mertuanya telah habis.


Reflek Elden menepuk jidatnya. Elden melupakan barang itu. "Maaf sayang. Aku lupa." Dengan ekspresi memelas Elden meminta maaf. "Nanti aku akan menyuruh baby sister aja." Ucap Elden menghindari amarah istrinya. Mengingat jika istrinya sekarang lebih cenderung sensitif daripada dulu.


Alis Lexa menukik. Moodnya tiba-tiba hancur begitu saja. "Ngga mau!" Tolak Lexa tak terbantah.


Tuhkan. Sudah Elden bilang, jika perasaan istrinya sekarang jauh lebih sensitif daripada dulu. "Terus gimana sayang? Aku benar-benar lupa membelinya." Jawab Elden. Walaupun sebenarnya Elden merasa bersyukur atas kecerobohan yang ia lakukan. Ya, Elden tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi dari penjaga kasir jika orang setampan Elden membeli pembalut wanita.

__ADS_1


Lexa membuang nafasnya pelan. Tatapannya kemudian beralih ke arah Garvin yang telah tertidur pulas. "Belikan sekarang El. Jika tidak, kamu tidak akan mendapatkan jatah dari ku selama enam bulan." Ancam Lexa sambil menatap berani ke arah suaminya.


Sontak saja Elden terkejut dengan apa yang dikatakan istrinya. "Ah, tidak asik kamu sayang. Main ancam aja. Apalagi ngancam-nya ke jatah. Curang." Ujar Elden seperti anak kecil. Sifat dingin dan Psycopath seorang Elden Crishtian akan hilang jika berhadapan dengan perempuan yang ia cintai.


Lexa tidak peduli. Lexa ingin apa yang ia bayangkan menjadi nyata yaitu suaminya yang notabennya seorang Psycopath membeli pembalut wanita. Pasti asik sekali.


Elden membuang nafasnya. Sebagai seorang suami idaman dan patuh terhadap istri, Elden memutuskan untuk mengalah. "Iya-iya. Aku akan membelinya." Ujar Elden pasrah. Daripada jatah yang terancam dan membuat Elden merana, maka Elden rela membuang harga dirinya untuk beberapa menit.


Lexa tersenyum puas dan menatap wajah Elden. Kebahagiaan menyelimuti diri Lexa. "Terimakasih suamiku!"


Berbanding terbalik dengan Elden. Elden terlihat sedih dan tidak bersemangat. "Sama-sama. Aku pergi dulu."


Walaupun suaminya berubah cuek setidaknya Lexa bisa mengerjai suaminya itu. "Hati-hati El. Jangan sampai salah pilih ya."


"Iya."


Lihat? Siapa pemenang dari perdebatan kecil ini? Oh tentu saja Lexa yang memenangkannya


"Apakah pria itu sehat?"


"Apakah pria itu baik-baik saja?"


Namun Elden tidak peduli itu. Yang Elden pikirkan sekarang adalah bagaimana cara Elden membeli pembalut itu.


Kebetulan letak mall yang ada di depan apartment Elden, maka Elden tidak perlu repot-repot untuk mengendarai mobil. Hitung-hitung Elden bisa sedikit berhemat. Tidak hanya itu, Elden bisa membuang lemak jahat yang ada di perutnya. Cukup jalan kaki dan menyabrang sebentar, Elden akan sampai dan 500 kalori terbuang. Bermanfaat bukan?


Sesampainya di mall, Elden segera berjalan ke tempat barisan pembalut. Baru saja melihat pembalut, rahang Elden rasanya ingin jatuh. Bagaimana bisa ada berbagai macam pembalut, mulai dari merk, warna, panjang, kemasan dan tipe. Memangnya ini pelangi?! "Shitt! Kenapa banyak sekali!" Umpat Elden spontan.


Beberapa perempuan yang kebetulan sedang ingin membeli pembalut langsung beralih menatap Elden. Mereka bertanya-tanya, untuk apa pria setampan ini ada di sini?

__ADS_1


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2