
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Lexa hari ini tidak masuk sekolah?" Tanya Bram ke salah satu teman kelas Lexa yang bernama Indri.
Indri mengangguk. "Iya Lexa tidak masuk tanpa ijin." Jawab Indri sambil membetulkan rambutnya agar terlihat rapi.
"Hai bro." Sapa ucup yang merupakan salah satu teman Bram di ekskul basket.
"Hai cup." Dengan melakukan tos ria ala-ala mereka melakukan nya dengan semangat.
"Pacar lo hari ini tidak masuk kenapa bro?" Tanya Ucup sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.
Mereka sekarang tengah berdiri di depan pintu kelas 11 IPS 2. Tadi setelah Bram sampai di sekolah, Bram langsung masuk je dalam kelas karena bel pelajaran pertama telah berbunyi.
"Gue juga tidak tau Cup. Makanya gue cari ke kelas lo. Mungkin Lexa sudah ijin." Jawab Bram. Perasaan khawatir mulai menghampirinya. Pikiran negatif. mulai menggentayangi otaknya. Akan tetapi Bram masih berusaha untuk berfikir positif.
Kening Ucup berkerut heran. Sedangkan Indri yang merasa sudah tidak di butuhkan lagi berjalan pergi keluar kelas.
"Lo lagi bertengkar sama Lexa? Tidak biasanya lo tidak tau apa yang Lexa lakuin. Biasanya lo sama Lexa bagaikan permen karet yang saling nempel satu sama lain." Ujar Ucup yang benar adanya.
Bram hanya tersenyum menanggapinya. Tidak tau harus menjawab apa. "Gue balik dulu ke kelas Cup. Thanks buat infonya." Pamit Bram sambil menepuk pelan bahu Ucup.
"Oke Bro." Jawab Ucup dengan tersenyum memperlihatkan gigi rapinya tanpa dosa. "Pacarmu semangat ku bro. Sorry Bro, selama janur kuning belum melengkung, tikungan tajam bisa kapan pun terjadi."
"Hufftt.." Bram menghembuskan nafasnya kecewa. Jam telah menunjukkan pukul 10 pagi dan kekasih nya masih belum memberinya kabar sama sekali. "Kamu dimana Lexa? Aku khawatir dengan kamu." Kata Bram di dalam hatinya. Setelah itu dikeluarkan ponsel di dalam saku celananya. Namun nihil, tidak ada notifikasi pesan sama sekali dari kekasih nya itu.
__ADS_1
"Bram lo nanti ikut rapatkan?"
Tubuh Bram langsung berbalik dan menghadap ke arah teman yang berdiri di belakangnya. "Gue ngga bisa hadir di rapat. Tolong bilang ke anggota lainnya. Gue ada urusan mendesak. Besok kita rapat." Ucap Bram sambil menatap wajah lawan bicaranya.
"Oke. Nanti gue sampaikan ke temen-temen ekskul."
"Oke. Thank's."
Setelah itu temannya berlalu pergi meninggalkan Bram yang berdiri di tengah lorong kelas 11 IPS.
"Raf, si Elden tidak masuk kelas kenapa?"
Sontak saja Bram langsung menoleh ketika mendengar nama Elden.
"Elden? Kutu kudanil?" Dengan candaan receh Rafael menjawab nya.
"Gue serius *****." Sahut temannya itu dengan sewot.
"Santai aja. Sebegitu kepo nya lo sama urusan Elden." Jawab Rafael sambil berjalan.
"Bukannya gue kepo. Gue cuman tanya Raf. Gue ngga percaya di Elden sakit. Secara si Elden fisik dan imun tubuh nya kan kuat."
Setekah mengatakan hal itu Rafael berjalan mendahului temannya. Namun langkahnya langsung terhenti ketika kedua bola matanya langsung terkuci dengan kedua bola mata adek kelas yang ia kenal. Bram Aldxander. Kekasih dari Lexa Ardola, perempuan yang di cintai sahabat nya.
"Elden, Elden, kenapa lo harus suka sama rumput tetangga sedangkan rumput lo aja belum ke urus." Gerutu Rafael di dalam hatinya.
Kedua tangan Bram mengepal kuat. Entah kenapa Bram merasa ada yang menjanggal disini. Kenapa di saat Lexa tidak masuk sekolah, pergi dari rumah, Elden kenapa tidam masuk sekolah di hari yang sama? Apakah ini hany kebetulan tak disengaja ataukah ada sesuatu hal yang terjadi di balik kesengajaan ini?
Dengan memasang wajah datarnya Rafael berjalan melewati Bram baegitu saja. Namun, baru saja melewatinya, lengan Bram sudah di cekal oleh Bram. Rafael sudah mendunganya hingga sebuah senyuman tipis tersungging di bibir tipisnya.
"Kemana pergi nya temen lo itu?" Suara bRam terdengar dingin. Kedua bola matanya menatap tajam Rafael.
"Santai dong." Kata Rafael dengan melepas cekalan tangan Bram yang berada di lengannya. "Lo bisa tanya secara baik-baik kan tanpa nyentuh gue sedikit pun?" Kata Rafael sambil melangkah kebelakang sedikit membuat jarak dengan adek kelasnya itu.
Kepala Bram gerak ke kanan dan ke kiri. Terasa pegal karena semalam tertidur dengan posisi tidak nyaman. Namun apa yang ia lakukan sekarang membuat perempuan melihatnya merasa kagum dan terpesona.
"Woi, kenapa damage lo kuat banget!" Jerit salah satu adek kelasnya. Seketika Bram langsung menoleh. "Dasar cewek aneh." Kata Bram di dalam hatinya.
__ADS_1
Salah satu alis Rafael terangkat heran. "Padahal kerena gue daripada dia." Dengan percaya diri Rafael mengatakannya.
"Teman lo kemana?" Tanya Bram langsung ke inti nya.
"Temen gue lagi sibuk. Ada urusan penting." Jawab Rafael sambil menatap sombong ke arah Bram.
Sepertinya Bram harus mencari taunya sendiri. Percuma jika Bram bertanya ke Rafael. Bram tidak akan menemukan jawabannya. Secara Rafael pasti akan memihak ke Elden daripada dirinya.
Tanpa sepatah katapun Bram lantas berjalan meninggalkan Rafael.
Rafael tersenyum tipis melihatnya. Merasa tertarik dengan permainan Elden selanjutnya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..