
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi semua. Apa kalian tau kabar ku? Aku sekarang sedang ada di masa-masa terpuruk. Tapi aku berusaha untuk bangkit dan menguat kan diri. Buat kamu yang sedang di posisi yang sama dengan ku, jangan menyerah ya. Tuhan bersama mu - Lexa Ardola
...Happy Reading 🥳...
Jemarinya mengepal kuat. Pancaran kebencian terlihat jelas dari kedua bola matanya. Rasa tidak rela ketika melihat perempuan yang ia cinta bahagia dengan orang lain lagi-lagi harus datang menghampirinya.
"Sialan! Sialan! Brengsek! Kenapa harus sesakit ini sialan!" Suara umpatan mengisi seluruh penjuru ruangan. Bram duduk di sisi ranjang dengan tubuh sedikit membungkuk. Kedua tangannya saling tertaut dan saling megenggam satu sama lain. Sekelebat bayangan wajah Lexa lagi-lagi datang menghampiri.
Bram ingin menangis. Bram ingin menjerit sekeras-kerasnya. Bram ingin merasakan pelukan hangat di tubuh Lexa lagi. "Aku merindukan kamu Lexa. Aku ingin kita seperti dulu." Lirihnya. Kedua bola matanya memerah, mulai berkaca-kaca. Kepalanya semakin menunduk dalam. Untungnya di dalam kamar yang luas ini Bram sendirian. Tidak ada yang menemani.
Pikirannya berkecambuk. Ingatan-ingatan masa lalu selalu datang setiap kali Bram sendirian. "Tenang Bram. Semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja." Ujar Bram berusaha menenangkan.
Pertemuan tadi dengan Lexa merupakan pertemuan secara langsung yang ia lakukan untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun berpisah.
Awalnya Bram tidak pernah mengikuti perkembangan Lexa setelah kejadian di kantin waktu itu. Bram memutuskan untuk pindah ke luar negeri dan memutuskan untuk fokus dengan apa yang ia lakukan agar tantangan yang diberikan oleh Justin bisa ia penuhi.
Bram berfikir secara rasional kala itu. Jika Bram berdekatan dengan Lexa, lalu bagaimana tujuannya bisa ia gapai? Mengingat jika tantangan yang di berikan oleh Justin tidak main-main. Jika Bram lengah sedikit maka nyawa orang yang ia sayangi menjadi korbannya. Bram tidak mau itu terjadi. Jadi, itulah yang membuat Bram memutuskan untuk break sejenak dari hubungannya dengan Lexa. Bram sudah bilang agar Lexa menunggunya selagi dia memperjuangkan untuk bersama. Namun beribu kali sayang, apa yang Bram perjuangkan berakhir sia-sia. Hubungannya dengan Lexa kandas begitu saja. Lexa memilih Elden daripada dirinya yang dulu selalu menemani. Bram tersenyum terpaksa. Kepalanya terangkat dan menatap lurus ke depan. Disana, di jendela kamarnya yang di dominasi oleh kaca terlihat pemandangan langit yang indah. "Bahkan semesta seakan-akan sedang menertawakan keadaan ku sekarang." Lirihnya pelan. Raut sedih tergambar jelas di wajah tampannya. Perlahan, air mata mulai menetas jatuh dari pelupuk matanya.
Bram lemah jika berhadapan dengan Lexa, perempuan yang ia cinta.
"Tuan, semuanya telah siap. Anda bisa turun sekarang." Ujar salah satu orang kepercayaan Bram yang bernama Alex.
Alex adalah orang kepercayaan Bram. Mereka dipertemukan di sebuah tempat perdagangan manusia. Waktu itu Alex di pajang untuk dijual. Bram yang melihat Alex waktu itu langsung merasa tertarik. Saat itu usia Bram masih berusia 19 tahun. Sedangkan Alex yang berusia 29 tahun. Mereka berselisih 10 tahun. Untungnya pola pikir mereka bisa imbang.
Bram mengangguk mendengar penuturan kata dari Alex. Jemarinya langsung mengusap pipinya yang basah karena air mata. "Kau bisa keluar Alex. Aku akan menyusul mu sebentar lagi." Ujar Bram memerintah.
Alex mengangguk. Tubuhnya berbalik. Kemudian kedua kakinya melangkah pergi keluar dari ruangan Bram. "Setelah sekian tahun lamanya aku melihat kau menangis lagi Bram. Apakah kau benar-benar masih mencintainya?" Lirih Alex dan segera melangkah pergi. Alex ada urusan yang harus segera diselesaikan.
__ADS_1
Bram menghela nafas berat. Raut wajah sedih yang tergambar jelas kini telah hilang digantikan raut datar, dingin tak tersentuh.
Bram bangkit dari duduknya. Lengan kemeja yang ia pakai, ia gulung ke atas sampai se-siku. Memperlihatkan tangan berotot hasil latihan gym dan bela diri yang ia lakukan selama ini.
Sementara itu, Elden sekarang sedang tidur di atas paha kekasihnya. "Apa kamu tidak bosan sayang?" Tanya Elden. Kedua bola matanya menatap kagum ke arah wajah cantik kekasihnya yang sedang fokus membaca buku pelajaran.
Lexa menggeleng pelan. "Apa kamu ingin melakukan sesuatu?" Tanya Lexa. Buku yang ia baca langsung Lexa tutup dan Lexa taruh di sebelahnya. Jemarinya yang lentik mengusap kening Elden dengan lembut.
"Aku merasa bosan sayang. Enaknya kita ngapain?" Perhatian Elden tidak luput dari Lexa.
Lexa berfikir sejenak. "Emh, bagaimana jika kita bermain truth or dare?" Kata Lexa memberikan usulan.
Kening Elden sekutu berkerut. Elden menimbang-nimbang apakah itu ide bagus atau bukan. "Ide bagus." Elden mengangguk setuju.
Lexa tersenyum. Kemudian Elden segera bangun dan duduk disebelah Lexa. Setelah itu Lexa mengubah posisinya agar berhadapan dengan Elden.
"Mau siapa dulu?"
"Aku dulu saja sayang." Jawab Elden.
Tanpa berfikir panjang Elden menjawab pertanyaan Lexa. "Aku memilih truth."'
"Emh berarti kamu memilih kebenaran. Jadi aku ingin bertanya, hewan apa yang paling kamu tidak suka?" Baiklah, setidaknya Lexa memanfaatkan permainan truth or dare untuk mengenal lebih dekat dengan Elden.
"Aku tidak suka dengan kecoa terbang. Aku paling geli dengan hewan itu. Jadi kalau tiba-tiba ada kecoa terbang, jangan heran jika aku akan berlari dan menjerit meminta bantuan kamu sayang." Jawab Elden. Kedua iris bola matanya menatap iris kedua bola mata milik Lexa.
Seketika Lexa tertawa renyah. "Aku kira kamu tidak mempunyai kelemahan El. Ternyata kamu juga punya kelemahan."
"Ingat, aku manusia seperti kamu sayang. Aku bukan patung berjalan."
"Ya, ya, maafkan aku sayang ku." Lexa menepuk pelan paha Elden. Berbeda dengan Elden yang memutar kedua bola matanya.
"Kamu memang paling suka menggodaku sayang."
__ADS_1
"Hm, soalnya kamu beda banget El. Kalau di hadapan orang lain saja cool abis. Eh faktanya bobrok abis."
"Ya, ya terserah kamu sayang."
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊