
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi cantik. Selamat untuk beraktivitas hari ini. Jangan lupa tersenyum meskipun sebenarnya kamu sedang bersedih, oke? Ingat, kamu tidak sendirian. Ada Tuhan yang menemani mu - Elden Crishtian
...Happy Reading 🥳...
"Satu, dua.."
Cekrek
"She is Mine."
"Sudah El." Kedua kaki Lexa berlari kecil mendekati Elden. Jaket warna hitam yang ia pakai ia betulkan. "Aku mau lihat." Lantas Elden segera memberikan ponsel miliknya ke Lexa. Menunjukkan hasil foto yang terlihat sexy.
Lexa tersenyum. Merasa puas dengan hasil foto yang ditunjukkan oleh kekasihnya. Dirangkulnya bahu Elden dengan perasaan bahagia. "Kamu memang tidak pernah mengecewakan El." Bisik Lexa. Ponsel Elden ia masukkan ke dalam tas ransel miliknya. "Yuk, katanya mau ke komedi putar kan?" Rangkulan tadi berubah menjadi genggaman.
Elden mengangguk dalam diam. Kedua bola matanya menatap komedi putar disana yang sedang berputar pelan. Lexa tersenyum manis ketika melihat kedua bola mata Elden. Ada binar kebahagiaan disana. "Yuk." Digenggamnya tangan besar itu. Dengan menurut Elden mengikuti langkah Lexa yang mengajaknya.
Sambil melangkah ke tempat tujuan, Lexa memakan sosis bakar yang ia beli tadi. Dimakannya dengan lahap, mengabaikan Elden yang sedang menatapnya dengan sedikit gelengan kepala.
"Mau masuk neng?" Ujar sang abang-abang komedi putar.
Elden dan Lexa mengangguk. "Iya bang." Jawab Lexa.
Sang abang-abang komedi putar lantas membuka ruang yang kosong. "Silahkan."
Lexa mengangguk. Kemudian melangkah terlebih dahulu untuk masuk dan duduk di dalam. Elden mengikutinya dari belakang. Tatapannya berubah tajam ketika bertatapan dengan sang abang-abang komedi putar. Hal itu membuat sang abang-abang komedi putar tersenyum canggung. "Apa ada yang salah dengan dirinya?"
Pintu ditutup dan di kunci. Elden dan Lexa duduk saling berhadapan. Ada rasa canggung yang melanda di Antara keduanya.
Komedi putar mulai bergerak pelan. Namun, ada sebuah goncangan sedikit hingg membuat Elden hampir terjatuh. Spontan Elden berpegangan di paha milik kekasihnya dengan sedikit mengumpat. "Shit!" Umpat Elden. Tubuhnya sedikit membungkuk.
"Elden." Suara peringatan dari Lexa, membuyarkan keterkejutan Elden tadi. Tubuhnya kembali tegap seperti semula.
"Ekhem." Elden berdehem pelan. Menghilangkan rasa canggung yang semakin datang menghampirinya.
Pandangan Lexa tidak luput dari Elden. Setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh Elden terekam jelas di memori ingatannya.
__ADS_1
"Maaf sayang. Aku tadi reflek." Kata Elden sambil menatap wajah Lexa yang juga tengah menatapnya. Sungguh, Elden yang salah tingkah disini. Sementara Lexa hanya menatapnya intens.
"Jangan di ulangi lagi El. Jangan berbicara kotor atau kasar lagi. Itu tidak baik." Lexa terlihat seperti seorang Ibu yang sedang mengomeli putranya.
"Iya sayang." Jawab Elden patuh.
Kemudian, keheningan melanda. Lexa menatap pemandangan luar dengan kagum. Sisa sosis bakar yang ia beli tadi, ia buka lagi untuk ia makan.
"Lexa, apa yang membuat kamu mau menerima ku?" Sebuah pertanyaan yang selama ini Elden pendam akhirnya tersampaikan.
Lexa mengalihkan pandangannya ke arah Elden. Sosis yang ia buka tadi, ia tutup kembali. "Kamu menyayangi ku El. Kamu mencintai ku. Kamu sabar menghadapi ku. Kamu menerima ku dengan baik. Kamu juga yang selalu menemani ku disaat aku jatuh terpuruk. Kamu dengan sabar mengerti keadaan ku."
Elden tercengang dengan jawaban itu. Tatapan tulus dapat ia lihat jelas dari kedua bola mata Lexa. Tatapan penuh cinta yang dulu ia dapat kan dari mendiang neneknya. Tatapan yang sama persis.
"Aku mencintaimu El. Aku hanya mau dengan mu." Dipeluknya tubuh tegap Elden yang selama ini selalu memberinya kenyamanan.
Elden membalas pelukan itu. Di usapnya punggung mungil Lexa dengan lembut. "Aku juga menyayangi mu Lexa. Jangan pergi tinggalkan aku." Ujar Elden dengan suara yang rendah.
Lexa mengangguk. Dagunya ia sandarkan di bahu kokoh yang selalu siap menjadi sandaran setiap kali Lexa merasa lelah.
Pelukan terlepas. Keduanya saling menatap penuh cinta. Wajah mereka mulai mendekat. Dapat Lexa rasakan hembusan nafas Elden yang terasa hangat.
Cup..
Jantung Elden berdetak lebih cepat dari biasanya. Diciumnya dengan lembut bibir cerry milik Lexa. Ciuman lembut yang semakin intens dan berubah menjadi ciuman panas menggairahkan.
Lexa mengalungkan kedua tangannya di leher milik Elden. Tubuhnya semakin merapat dengan tubuh milik Elden. Nafasnya berderu tidak karuan. Sementara saliva mereka mulai jatuh membasahi dagu. Elden benar-benar lihai dalam berciuman.
Dilumatnya bibir atas dan bawah Lexa dengan lembut. Rasa manis dapat ia rasakan. Sungguh bibir Lexa terlalu enak untuk dilepas.
Lexa mulai kehabisan oksigen. Dipukulnya dada bidang Elden. Memberikan kode jika Lexa sudah mulai kehabisan nafas. Elden yang mengerti hal itu lantas melepas ciumannya.
"Hah... Hah.. Hah.." Lexa mengusap bibirnya dengan menggunakan ibu jari.
Elden tersenyum penuh arti. "Bibir kamu ternyata manis juga sayang." Ujar Elden memuji Lexa.
Pipi Lexa memerah malu. "El, jangan membuat aku malu!" Protes Lexa dengan nada tinggi. Namun bukannya merasa takut, Elden semakin menggoda kekasihnya dengan candaannya.
Beberapa orang yang tanpa sengaja melihat kejadian itu hanya bisa mengalihkan pandangannya. Di mata mereka, hubungan Elden dan Lexa terlihat seperti couple impian.
__ADS_1
"Mereka terlihat sangat cocok." Ujar salah satu diantara mereka.
Sementara itu dari kejauhan Bram melihat semuanya. Tatapan yang dulu kecewa kini hanya terlihat datar dan tidak berekspresi apapun. Jika dulu Bram menangis dalam diam. Kecewa dan sakit hati, maka sekarang berbeda.
Bram menyeringai tipis. "Ya, lakukan semuanya. Bersenang-senang lah sekarang Elden. Tunggu tanggal mainnya. Akan ada bom peledak yang akan meledak sewaktu-waktu tanpa kau ketahui. Kau memang cerdas dan kuat. Tapi sayang, kau terlalu lengah."
"Tuan, apa anda ingin pulang sekarang?"
Tanpa banyak bicara Bram langsung melangkahkan kedua kakinya menuju mobilnya. "Aku jadi tidak sabar melihat ekspresi kalian ketika bertemu dengan ku."
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊