
‼️️Sediakan Tisu dan lagu Galau sebelum membaca part ini. Terimakasih. Jangan lupa like dan komen ya!
"Lebih baik kita mengakhiri hubungan ini Raf. Daripada kita bertahan dan membuang-buang waktu dan tenaga untuk suatu hal yang mustahil. Kita sudah tau ending hubungan kita seperti apa. Kita tidak akan bisa bersama Raf. Tidak akan bisa. Hubungan kita ada hanya untuk saling menyakiti."
"Baiklah jika itu mau mu Nanik. Kalau menurut kamu hubungan kita ada hanya untuk menyakiti, aku minta maaf. Aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu. Maaf jika aku tidak ada waktu luang untuk mu. Maaf jika aku hanya sibuk bekerja tanpa mempedulikan mu. Tapi aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu. Aku kira dengan menemani mu setiap malam akan membuat mu merasa senang. Memberikan barang apa yang kamu mau atau pulang lebih cepat, aku kira akan membuat mu merasa bahagia. Ternyata tidak. Mungkin benar apa kata mu tadi, aku hanyalah laki-laki egois yang mementingkan perasaan ku sendiri. Tapi perlu kamu tau satu hal Nanik, laki-laki egois inilah yang sedang berusaha banting tulang, mengumpulkan uang agar bisa hidup mencukupi kebutuhan mu."
"Terimakasih untuk semuanya. Semoga kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari ku. Rumah ini untuk mu. Aku membangun rumah ini untuk keluarga kecil kita nanti. Tapi sepertinya Tuhan sudah berkehendak lain. Maaf sekali lagi Nanik. Aku setuju dengan keputusan mu tadi. Kita akhiri saja hubungan kita daripada aku semakin menyakiti mu."
Rafael mengusap wajahnya kasar. Kepalanya menunduk dengan kedua tangan yang saling megenggam satu sama lain. "Bodoh. Bodoh. KAU MEMANG BENAR-BENAR BODOH RAF!" Rutuk Rafael kemudian menarik kuat rambut di kepalanya. Lagi-lagi air matanya jatuh membasahi kedua bola mata tajamnya. Ingatan kejadian semalam lagi-lagi datang menghampirinya. "Sekarang apa yang akan kulakukan Raf? Kau telah kehilangan dunia mu. Kau telah kehilangan seseorang yang selalu menyemangati mu." Lirihnya pelan.
Rafael kini sedang duduk di atas tempat tidur miliknya. Setelah kejadian semalam, Rafael memutuskan untuk kembali ke salah satu apartemen pribadi yang terletak jauh dari kota . Apartemen inilah yang akan menjadi apartment miliknya bersama Nanik nanti. Namun sayangnya sebelum kebahagiaan itu terjadi, perpisahan terlebih dahulu datang ke dalam hubungan asmaranya. Apa yang Rafael rencana kan sedari dulu langsung hancur dalam sekejap mata. Memang benar, manusia bisa merencanakan tapi Tuhan lah yang berkehendak. "Tidak bisakah kamu bersabar sedikit Nanik? Bukan hanya kamu yang terluka dan tersiksa. Aku juga merasakan apa yang kamu rasakan. Aku berusaha disini agar mendapatkan restu kedua orang tuaku. Aku bekerja banting tulang agar bisa mencukupi kebutuhan mu tanpa kekurangan sedikit pun." Racau Rafael. Salah satu tangannya bergerak mengambil satu botol anggur lalu ia teguk hingga abis. "Hahaha, kau memang bodoh Raf. Kau memang bodoh." Gelak tawa menyakitkan memenuhi sepenjuru ruangan. Laki-laki yang dikenal ramah dan jahil kini terlihat sedih karena satu orang perempuan yang berpengaruh dalam hidupnya. Ya, setiap orang memiliki mental yang berbeda-beda.
Tatapannya berubah kosong. "Padahal aku hari ini mengambil cuti dua hari untuk mu Nanik." Lirihnya. Kepalanya mendongak menatap atap kamar. "Aku egois, seperti yang kamu katakan." Ujarnya pelan. Lalu tubuhnya bersandar di sisi ranjang. "Untuk apa aku hidup jika orang yang aku sayang menginginkan pergi dari ku. Ya kan?" Lirih Rafael pelan, tak bertenaga.
Ya, Rafael sibuk selama ini bukan tanpa alasan. Rafael memiliki alasan kuat kenapa selama ini selalu sibuk.
Itu semua karena Rafael bekerja untuk membiayai kehidupan gadisnya. Memenuhi kebutuhannya dan bisa memberikan barang apapun yang di inginkan gadisnya.
__ADS_1
Waktu?
Rafael telah memberikan waktunya untuk Nanik. Setiap kali pulang bekerja, Rafael selalu membawakan oleh-oleh untuk Nanik. Setelah itu mandi dan mengobrol dengan Nanik. Jika Rafael egois dan tidak menyayangi Nanik, mungkin Rafael tidak akan seperti itu. Rafael tidak akan meluangkan waktu istirahatnya untuk bersama Nanik. Rafael juga tidak perlu repot-repot untuk kerja seharian dan setia dengan kekasihnya dirumah.
Dan satu lagi, Rafael tidak akan sampai rela meninggalkan kedua orangtuanya demi gadis yang ia cinta.
"Apakah pengorbanan dan usahaku sia-sia untuk mu Nanik?"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
__ADS_1
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊