PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
132. Peringatan dari Cheryl (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Tidak ada Tuan. Perempuan itu dalam kondisi aman. Hanya saja, saya curiga dengan gerak-gerik salah satu siswa kelas 12 IPA. Dia bernama Mita. Dia terlihat sangat mencurigakan. Akan lebih baik jika kita menyingkirkan nya daripada membahayakan nyawa perempuan itu." Usulnya.


"Iya kau benar. Jika terjadi sesuatu dengan Lexa maka nyawaku yang akan menjadi taruhannya." Desisnya pelan dengan sebuah seringai yang tersungging di bibirnya.


"Jadi apa yang akan kita lakukan Tuan? Apakah kita akan membunuh perempuan itu?" Tanyanya dengan menatap wajah tuannya.


"Iya. Kita bunuh perempuan itu malam ini juga. Jangan sampai gagal dan ketahuan. Jika kita sampai gagal melindungi nyawa anak dari Justin Atkinson maka nyawa ku yang akan menjadi taruhannya. Akan lebih baik jika kita menyingkirkan hama sebelum merugikan kita." Ujarnya dengan sebuah seringai tipis yang tersungging di bibirnya.


"Baik tuan."


Tet.. Tet.. Tet..


Bel jam pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa-siswi langsung mengemasi bukunya masing-masing. "Huftt.." Lexa menghela nafasnya pelan. Selama seharian ini Lexa tidak bersemangat sama sekali sejak Bram memutuskan untuk break dari hubungan mereka. Sejujurnya Lexa tidak ingin break. Jika bisa, Lexa ingin egois dengan pilihannya sendiri. Namun sayangnya Lexa bukanlah tipe perempuan yang seperti itu.


"Lexa ada yang nungguin lo di depan kelas." Ujar salah satu teman kelas Lexa.


Lexa yang sibuk dengan pikirannya sendiri langsung tersadar. "Ah iya." Jawab Lexa dengan menatap wajah temannya. "Terimakasih." Ucapnya dengan tersenyum manis. Setelah itu Lexa langsung mengemasi buku-bukunya dan ia masukkan ke dalam tas ransel sekolahnya. "Apa itu Bram yang sedang menunggu ku di luar?" Lexa bertanya-tanya di dalam hatinya. Lalu ke dua kakinya yang mungil berjalan keluar dari kelasnya.


"Lexa, aku ingin berbicara sesuatu sama kamu." Sontak saja Cheryl perempuan yang pernah berkaitan dengan Elden kini berdiri di hadapannya. Ada rasa kecewa di hatinya ketika tau jika bukan orang yang ia harapkan yang sedang menunggunya.


Keningnya sedikit berkerut. "Berbicara tentang hal apa?" Tanya Lexa. Bukankah urusannya dengan Cheryl telah selesai?

__ADS_1


Kedua bola matanya yang bulat itu bergerak ke kanan dan ke kiri. "Ikut aku sebentar." Tanpa banyak bicara Cheryl menarik pergelangan tangan Lexa agar mengikuti langkahnya.


Lexa yang tiba-tiba di tarik seperti itu hanya bisa pasrah mengikuti langkah perempuan yang ada di hadapannya.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Lexa dan Cheryl telah sampai di sebuah Cafe yang ada di dekat sekolahnya. "Kenapa kita ada disini? Apa tujuan mu membawa ku kemari?c Tanya Lexa dengan bersedekap dada. Kedua bola matanya yang indah menatap wajah Cheryl yang terlihat sedikit berkeringat.


"Kita masuk dulu. Kita cari tempat yang sedikit tertutup. Aku ingin berbicara tentang Elden." Ucap Cheryl dengan menatap memohon ke Lexa.


Lexa yang melihat hal itu lantas menganggukkan kepalanya. Tidak ada salahnya jika Lexa mendengarkan apa yang akan Cheryl katakan.


Setelah itu Cheryl dan Lexa berjalan masuk ke dalam Cafe. Mereka berdua memilih duduk di tempat private dan tertutup. "Kamu ingin memesan makanan apa?" Tanya Cheryl dengan membuka buku menu dihadapannya.


Lexa berfikir sejenak. Untungnya hari ini Lexa tidak di jemput oleh Ayahnya. "Aku pilih menu Bangers and Mash dan Eton Mess." Jawab Lexa dengan menatap wajah Cheryl.


"Oke." Ucap Cheryl laku dengan segera menulis menu makanan yang Lexa pesan. Sedangkan Cheryl memilih menu makanan Lancashire Hotpot dan minumannya Ice Blend Strawberry Javachip.


Setelah itu Cheryl bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat kasir. Diserahkan nya kertas yang berisi menu makanan dan minuman yang ia pesan.


"Nona bisa menunggunya. Lima belas menit lagi makanan dan minuman tersedia." Ujar sang kasir dan segera menotal jumlah keseluruhan di mesin total.


10 pound sterling setara dengan 191.753,09 rupiah.


Dengan cepat Cheryl mengeluarkan uangnya. "Uang pas. Anda bisa menunggunya."


Lalu Cheryl segera kembali ke tempatnya. "Maaf sudah membuat kamu menunggu lama Lexa." Ucap Cheryl dengan tersenyum.


Lexa sedikit heran dengan perubahan yang Cheryl alami. Bukankah tadi Cheryl terlihat ketakutan ketika berada di sekolah? Atau ini hanya perasaan Lexa saja? "Iya tidak apa-apa Cheryl." Jawab Lexa dengan menatap wajah Cheryl.


Cheryl menghela nafasnya. Berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum memulai obrolan serius. "Aku ingin memberi tau tentang Elden sama kamu."


Lexa mengangguk. "Katakan saja. Aku tidak akan memberi tau siapapun." Ucap Lexa dengan menatap tepat iris kedua bola mata lawan bicaranya.


Kedua tangan Cheryl saling megenggam satu sama lain. "Waktu penculikan yang aku alami waktu itu, Elden yang melakukannya. Dia membawaku ke sebuah ruang yang terlihat seperti gudang tak terpakai." Ujar Cheryl dan menggeleng pelan. "Bukan. Bukan gudang tak terpakai tapi terlihat seperti gudang yang jadikan sebagai tempat penyiksaan. Waktu aku berada disana, aku mencium bau anyir darah segar. Bahkan lantai yang aku pijak waktu itu terdapat bekas darah segar. Di sana juga terdapat alat penyiksaan yang terlihat sangat mengerikan. Untungnya Elden tidak jadi menyiksaku ketika kamu menelfon ku. Jika kamu tidak menelfon, mungkin aku sekarang tidak berada di sini. Tidak akan bisa mengumpul dengan keluarga ku."


Lexa mendengarkannya dengan seksama. Ada rasa terkejut ketika mengetahui sebuah fakta yang terjadi.

__ADS_1


"Aku menyimpulkan jika Elden Crishtian adalah seorang laki-laki Psycopath yang tidak kita ketahui selama ini."


Deg..


Dunianya seakan runtuh begitu saja. Mulutnya sedikit terbuka. Saking terkejutnya dengan perkataan Cheryl tadi.


"Aku sarankan sama kamu Lexa. Tolong berhati-hati lah ketika berurusan dengan Elden. Apalagi dengan perempuan yang selalu berada di sekeliling Elden. Perempuan itu juga perempuan yang berbahaya."


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2