PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
92. Geng Mafia Crowned Eagle (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Jadi apa jawaban mu Bram? Aku sudah tidak bisa membuang-buang waktu ku." Kata Elden dengan menatap wajah Bram lagi.


Bram menghembuskan nafasnya. Keputusan sudah Bram ambil secara bulat. "Baiklah aku mau bergabung dengan aliansi mu." Jawab Bram dengan menatap iris kedua bola mata kakak kelasnya itu. Bram juga sudah siap dengan segala resiko yang akan ia terima nantinya. Berani berbuat, maka harus berani bertanggung jawab.


Sebuah seringai tersungging di bibirnya. "Baiklah. Selamat datang di Geng Mafia Crowned Eagle."


Lalu, bodyguard dan bawahan-bawahan Elden keluar dari tempat persembunyian nya. Hal itu sontak membuat Bram terkejut setengah mati. Disana juga ada Rafael yang tersenyum tersenyum sumringah ke arahnya.


"Aku yakin ini adalah Geng Mafia tersembunyi."


Drtt.. Drtt.. Drtt..


Ponsel yang berada di dalam saku hoodie yang ia gunakan bergetar.


"Kau bisa mengecek ponsel mu. Aku mengundang mu ke dalam situs kita. Kau bisa langsung masuk." Ucap Rafael menjelaskan.


Bram mengangguk dan segera mengeluarkan ponselnya. Dan benar saja, Bram mendapatkan notifikasi situs.


"Aku akan pergi. Jika kau ingin bertanya sesuatu, kau bisa bertanya ke Rafael." Kata Elden.


Bram mengangguk, mengerti.


Setelah itu Elden mengangkat sebuah panggilan di telfonnya. Disana tertera nama Mita.


"Elden, aku rindu kamu." Ucap Mita di sebrang sana.


"Bukankah kita baru saja bertemu Mita? Baru dua jam yang lalu aku mengantar kamu pulang." Jawab Elden.


Rafael yang mendengar nama Mita langsung memutar ke dua bola matanya malas.


"Bram, kau bisa ikut dengan ku." Ujar Rafael. "Daripada disini, kita bisa-bisa menjadi obat nyamuk." Tambahnya lagi dengan nada menyindir Elden.


Elden langsung menatap tajam ke arah Rafael. "Aku tau siapa yang kau maksud itu Raf."


Mita yang merasa di kacangin langsung memberengut, malas. "Elden, apa kamu bisa datang ke kamarku?" Tanya Mita. Apapun akan Mita lakukan untuk menarik perhatian Elden.

__ADS_1


Lantas Elden langsung melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Jam 2 dini hari aku akan datang ke kamar mu. Sekalian aku akan beristirahat disana." Ujar Elden.


Sedangkan Rafael, Bram dan bawahan, bodyguard dan yang lainnya langsung berjalan meninggalkan bangunan kosong ini.


"Kami akan pergi terlebih dahulu." Pamit Rafael yang langsung di angguki oleh Elden.


"Baiklah kalau seperti itu." Jawab Mita pasrah. Setidaknya Elden bisa tidur bersama nya malam ini.


"Aku akan menyelesaikan urusan ku terlebih dahulu." Setelah itu Elden langsung mematikan sabungan telfonnya.


Elden menghela nafasnya kasar. "Setelah ini aku akan pergi ke tempat perkumpulan. Lalu, aku akan mengerjakan tugas sekolah." Gumam Elden.


***


Pagi telah menjelang. Seperti yang Elden katakan semalam. Elden akan tidur dan menginap di kamar Mita.


Suara klakson mobil, motor dan suara hura-hura kota mulai terdengar. Hal itu membuat sosok laki-laki dan perempuan yang telah tertidur lelap mulai terganggu.


Dengan perlahan kedua bola mata Mita mulai terbuka. "Wangi." Ujar Mita ketika mencium aroma tubuh Elden yang tengah tertidur tengkurap di sebelahnya.


Elden kini hanya menggunakan celana boxer tanpa menggunakan kaos atau baju. Memperlihatkan tubuh tegap dan berotot ke perempuan yang tertidur di sebelahnya. Sedangkan Mita hanya menggunakan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya.


Semalam adalah malam yang paling panas yang pernah Mita rasakan bersama Elden. Namun sayangnya, Elden selalu menggunakan pengaman ketika melakukan percintaan bersamanya.


Jam telah menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Lantas Mita memutuskan untuk menyingkap selimutnya.


"Sebentar lagi. Kamu bisa mandi terlebih dahulu." Jawab Elden sambil memeluk erat bantalnya.


Sementara itu, di tempat yang lain terlihat seoarang perempuan tengah menyiapkan beberapa buku pelajarannya.


"Lexa apa kamu tidak mau sarapan nak?" Teriak Ayu dari dapur. Sedangkan Lexa berada di dalam kamarnya.


"Tidak Ma. Lexa sarapan di kelas saja. Tolong buatkan aku bekal." Jawab Lexa dari dalam kamarnya.


"Kenapa aku baru ingat jika ada PR pelajaran Ekonomi!" Gerutu Lexa dengan sebal. Pasalnya pekerjaan rumah atau PR dari guru nya sangat lah banyak. "Soal hanya dua nomor. Tapi jawaban nya sampai berlembar-lembar folio." Omel Lexa. Jika seperti ini jangan dekat-dekat dengan Lexa. Lexa sedang berada di zona senggol dikit langsung bacok. Untungnya jam pelajaran ekonomi di kelasnya saat jam pelajaran ke 4 setelah istiarahat pertama.


Setelah dirasa semuanya telah siap, lantas Lexa segera memakai tas ransel miliknya dengan membawa dua buku paket di tangannya. Hari ini adalah hari super duper sibuk baginya.


"Tidak mau sarapan dulu?" Tanya Ayu lagi. Berusaha untuk menbujuk anak gadisnya.


Lexa menggelengkan kepalanya. "Tidak Ma. Aku makan di kelas saja nanti." Tolak Lexa.


"Jangan lupa di makan makanan nya ya. Mama membawakan sosis bakar, nuget sama chicken buat kamu." Ujar Ayu sambil memasukkan kotak bekalnya ke dalam tas ransel Lexa.


"Terimakasih Ma." Kata Lexa dengan riang. Semua makanan yang dibawakan oleh Mama nya hari ini adalah makanan favoritnya semua.


"Lexa berangkat dulu ya Ma. Bram sudah nungguin di depan." Pamit Lexa ke Mamanya samb mencium pipi kanan dan kiri Ayu.


Ayu mengangguk. "Hati-hati. Kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin Mama." Ucap Ayu memperingati anak nya.

__ADS_1


"Iya Ma." Jawab Lexa sambil menggunakan sepatu sekolahnya.


Setelah itu Lexa segera bergegas menuju depam rumahnya.


Seperti biasa di sana ada kekasihnya yang menunggunya. "Maaf lama. Tadi aku harus menata buku ku."


"Iya tidak apa-apa sayang."


Lexa tersenyum mendengarnya.


"Mau berangkat sekarang?" Tanya Bram sambil menatap pemuh cinta kekasihnya.


"Mau!" Dengan nada riang Lexa menjawabnya.


***


- Bram Alexander



- Lexa Ardola



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2