
Assalamualaikum wr wb π₯³ππ₯° Hai semua pembaca Novel Fullandari β€οΈ Akhirnya Season 1 dari Novel Psycopath Vs Cewek Galak telah ending π₯°πΆβ¨
Jadi di Season 1 ini sudah banyak hal yang terjawab dari kisah mereka. Sudah banyak clue yang aku beri untuk kelanjutan ke Season 2 nya π₯°β€οΈπΌ
Apa saja poin penting yang terdapat di Season 1? ππ₯°π
Ternyata Ayah Lexa adalah seorang Ketua Mafia Italia yang termasuk kedalam jajaran orang paling ditakuti di Dunia.
Ayu bukan merupakan ibu kandung Lexa. Ayu ini hanya mengasuh dan merawat Lexa seperti anak kandung sendiri. Ibu kandung Lexa bernama Putri Jessica Aldora yang merupakan orang asli dari Indonesia.
Justin sebagai Ayah kandung Lexa, memberikan sebuah tantangan ke Elden maupun Bram. Tantangannya yaitu, Elden harus membunuh Mita. Sementara Bram, Bram harus membentuk atau membangun Aliansi nya sendiri.
Kematian Mita menjadi pukulan terberat untuk Elden dan Rafael. Itu jika dilihat dari dampak negatifnya. Tapi jika kita lihat dari sisi positifnya, jalan hubungan Elden dan Lexa semakin terbuka lebar.
Dan sisanya kalian bisa menyimpulkannya sendiri ππ₯°π
__ADS_1
Apa si pesan moral Author Fullandari yang tersirat dari Novel Psycopath Vs Cewek Galak Season 1?
Yuk simak pesan moral yang dapat kita petik π
Jangan mencintai kedua orang sekaligus. Karena hal itu akan membuat salah satu diantara keduanya terluka. Dan mungkin dari luka itu akan menimbulkan sebuah dendam yang terpendam dan bisa mengakibatkan sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi. (Pesan ini dapat dilihat dari hubungan Elden yaitu antara Mita atau Lexa. Dapat juga dilihat adri hubungan Lexa yaitu pilih Bram atau Elden)
Jangan menilai seseorang dari covernya saja. Sosok yang dikenal diam dan tidak banyak bicara. Terkadang memiliki beban yang lebih berat daripada orang yang banyak bicara. (Pesan ini saat dilihat dari hal apa saja yang dialami oleh Elden. Sosok ya yang dikenal dingin dan menakutkan ternyata memiliki masalah berat yang tidak orang ketahui)
Sekian dan Terimakasih β€οΈ
Kita akan lanjut ke Season 2 nya π Dimana kita akan fokus ke hubungan Elden - Lexa πβ€οΈπ₯³ Jadi disini mereka telah berkuliah di Universitas yang sama dengan jurusan yang berbeda πβ€οΈ
Siapa yang sudah menanti kejadian di Prolog ini hayoo? π₯³
"Elden lepaskan aku!" Bentak perempuan yang badannya terikat di atas kursi. Kaki dan tangannya terikat dengan sangat kuat. Bahkan rasanya sangat sakit sekali. Sudah tiga jam dirinya di kurung didalam kamar ini. Hal itu benar-benar membuatnya jenuh dan kesakitan karena ikatan yang sangat kuat di tangan dan kakinya.
Disana ada laki-laki yang sedang duduk di atas kursi dengan senyuman smirk nya. Laki-laki itu hanya menatapnya dengan seringai yang tersungging dibibir tipisnya.
"Tolong lepaskan aku Elden. Lepaskan ikatannya. Ini benar-benar menyakitiku." Pinta Lexa dengan menatap kekasihnya penuh permohonan.
__ADS_1
Namun Elden hanya diam dan menatapnya dengan pandangan yang tak terbaca. Tanpa berniat untuk melepaskannya.
Lexa sempat terpesona dengan wajah tampan itu. Wajah tampan dengan rahang yang tegas bagaikan seorang dewa tampan yang di utus Tuhan untuk turun ke bumi. Jangan lupakan juga, hidung mancung dengan tatapan mata yang tajam itu. Alis tebal dan tatapan mata yang tajam bagaikan Sang Singa Raja Hutan yang tengah memburu mangsanya.
Lexa langsung menggelengkan kepalanya. Mencoba untuk menyadarkan dirinya jika didepannya bukanlah Singa Sang Raja Hutan. Tapi lebih menyeramkan daripada itu.
"Aku tidak akan melepaskan ikatan mu sayang . Karena kau berani bermain-main dengan ku jadi, kau harus menerima hukuman mu." Ujar Elden dengan sesekali menyesap wine yang berada ditangannya.
"Aku tidak bermain-main denganmu! Kau yang terlalu cemburuan!" Jawab Lexa dengan membentak keras Elden, kekasihnya.
Bentakan keras yang Lexa lakukan membuat singa yang tertidur didalam diri Elden terbangun. Elden tidak suka dilawan ataupun dibantah. Apalagi dibentak kekasihnya sendiri. Elden benar-benar tidak menyukainya.
Tubuhnya bangkit dan berdiri menjulang tinggi dihadapan Lexa. "Kau sudah tau aku cemburuan Lexa. Tapi kau tetap saja berdekatan dengan laki-laki lain!!" Bentak Elden dengan suara yang menggelegar. Membuat Lexa terjengkit kaget.
Dengan emosi yang memuncak Elden membanting dengan kasar gelas berada digenggamnya itu. Gelas kaca yang bernilai ratusan juta itu hancur berkeping-keping, tak terbentuk lagi. Lexa sampai terkejut dengan apa yang dilakukan Elden. Elden kekasihnya selama tiga tahun ini.
Lexa menatap sendu wajah tampan Elden yang tampak memerah menahan emosinya. "Aku tidak mendekatinya." Jawab Lexa dengan suara yang sedikit bergetar.
Namun, jawaban dari kekasihnya itu, Elden tak terlalu memperdulikannya. Elden telah diselimuti emosi. Tidak akan ada yang bisa menghentikannya, kecuali Lexa, kekasihnya.
Setelah itu, dengan penuh amarah Elden membanting semua barang mewah yang berada di dalam kamarnya. Sedangkan Lexa tubuhnya mulai bergetar ketakutan dan mulai menangis. Siapa yang tidak takut jika berhadapan dengan laki-laki psycopath seperti kekasihnya? Pasti kalian juga akan menangis kalau berhadapan dengan laki-laki seperti Elden.
"Maaf. Maafkan aku." Kata Lexa. Sudah cukup. Lexa tidak mau lagi melihat Elden yang dulu. "Jangan marah Elden." Dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya, Lexa memberanikan diri untuk menatap wajah Elden yang tengah dilingkupi amarah.
"Arrgh!"Jerit Elden frustasi. Diusapnya wajahnya itu dengan kasar. Tatapan tajamnya bertemu dengan kedua mata sembab itu. Deru nafasnya mulai tidak teratur. "Kamu milikku Lexa. Kamu milikku." Ucap Elden sambil berjalan mendekati Lexa.
Lexa mengangguk dengan kedua bola mata yang berlinang air mata. Lexa tidak tau harus bagaimana lagi agar dirinya bisa lepas dari jeratan kekasihnya itu. "Iya aku milikmu Elden. Hanya milikmu." Ujar Lexa pasrah. Lexa memang tidak akan pernah bisa lepas dari jeratan kekasihnya. Tidak akan pernah.
Mendengar jawaban dari kekasihnya membuat Elden langsung tersenyum puas yang tampak menakutkan. Diusapnya dengan sayang dan penuh kelembutan pipi Lexa. "Iya. Kamu memang milikku Lexa. Kamu milikku. Tidak ada yang bisa mengambil mu dariku. Atau bahkan menyentuhmu sekalipun dari ujung rambut hingga ujung kaki. Jika ada yang berani meganggu atau menyentuhmu yang telah menjadi milikku, maka akan aku pastikan dia akan pulang dalam keadaan mati atau keadaan sekarat. Jadi, kau bisa memilihnya Lexa, menjauh dari laki-laki lain atau laki-laki yang mendekatimu pulang dangan keadaan sekarat atau mati."
Tubuh Lexa menegang mendengar perkataan Elden. Lexa ketakutan ketika mendengar perkataan Elden tadi. Percayalah, Elden tidak pernah bermain-bermain dengan ucapannya. Semuanya telah terbukti nyata dimatanya.
"Iya Elden. Aku akan menjauhi laki-laki lain. Aku hanya milikmu."
Elden yang mendengar perkataan itu langsung tersenyum tipis. "Ya kau milikku. Dan aku milikmu."
__ADS_1
Apa kalian sudah siap untuk menjadi saksi bisu ke Possesive-an seorang Elden Crishtian yang merupakan seorang Psycopath gila sekaligus Pendiri dari Geng Mafia Crowned Eagle? πβ€οΈβ¨