
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sekarang Lexa tengah berjalan berdua dengan Elden di lorong apartment. Suasana terlihat ramai. Ada staf yang bekerja, satpam yang sedang melaksanakan tugasnya dan beberapa orang yang berlalu lalang sibuk melakukan tugasnya sendiri-sendiri. Misalnya membicarakan rumput tetangga yang terlihat asik di mata mereka untuk di jadikan bahan gosip pembicaraan mereka.
Beberapa kali Lexa melihat jika segerombolan orang menatapnya dengan pandangan aneh (menurut Lexa) dan sedang berbisik membicarakan tentang dirinya dan juga Elden.
"Apakah perempuan itu kekasih Elden?" Bisik salah satu ibu-ibu yang berumur 35 tahun dengan perhiasan yang melekat sempurna di leher dan di jemarinya.
"Sepertinya iya. Mereka terlihat seumuran." Sahut salah satu ibu-ibu yang menggunakan kaca mata hitam.
"Mungkin mereka hanya adek kakak." Sela mama muda yang sedang asik memakan makanannya dengan menaikkan salah satu alisnya. Akan tetapi salah satu temannya yang duduk di sebelah nya menggeleng. Tidak setuju dengan perkataan nya. "Tidak ada yang namanya adek kakak jika sampai di bawa ke apartment pribadi."
Kini yang semulanya asik bermain ponselnya sendiri sedari tadi mulai ikut mengobrol. "Apakah mereka habis melakukan sesuatu?"
Sontak saja perkataan itu berhasil memancing pikiran mereka. "Sesuatu seperti apa?" Ujar salah satunya dengan duduk mendekat ke teman-temannya.
"Misalnya seperti jub jub." Bisiknya pelan.
Kedua bola mata mereka membulat sempurna. Apakah iya Elden melakukan jub jub dengan perempuan itu?
"Haist! Kamu jangan berkata itu."
"Dasar solimih!"
__ADS_1
Elden berjalan mendahului Lexa sedangkan Lexa berjalan di belakang Elden dengan sesekali bersenandung kecil. Kepala yang semula menatap lurus ke depan lantas langsung tertunduk begitu saja ketika mendengar bisik-bisikan frontal itu. Tidak bisakah ibu-ibu itu kalau berbicara dengan nada yang rendah agar dirinya tidak mendengar obralan dewasa itu?!
Namun langkahnya terhenti ketika langkah Elden berhenti begitu saja. Lexa yang tidak fokus dengan jalan lantas wajahnya langsung menabrak punggung Elden. "Lo bisa ngga kalau berhenti jalan itu konfirmasi dulu?!" Bentak Lexa dengan kesal. Tolong maklumi, Lexa adalah tipikal orang yang emosional dan juga tipe perempuan yang galak.
"Lexa, kenapa kamu sama laki-laki itu?"
Suara rendah dengan nada penuh penekanan itu membuat kepala Lexa langsung mendongak. Betapa terkejutnya ketika Lexa bertatapan langsung dengan Bram, laki-laki yang ia cintai. Dapat Lexa lihat secara jelas jika Bram kini tengah memandangnya dengan pandangan yang penuh tanda tanya.
Lexa dengan langkah mungilnya langsung berlari ke arah Bram. Wajahnya terlihat ceria tanpa dosa ketika meninggalkan Elden begitu saja.
Dipeluknya tubuh Bram sangat erat bagaikan tidak bertemu beberapa tahun. Padahal belum sehari mereka bertemu.
"Aku kangen kamu." Ujar Lexa di sela pelukannya.
Sementara itu Bram yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba langsung membalas pelukan kekasihnya. Banyak hal yang ingin Bram tanyakan, tapi disini bukanlah tempat yang tepat.
Lexa yang menyadari jika tubuh Bram basah karena terkena air hujan lantas langsung melepas pelukannya. "Bram kamu kenapa hujan-hujan-an?" Di tatap nya wajah kekasih nya dengan khawatir. "Kamu kok bisa kesini?" Tanya Lexa secara beruntun. Kedua tangannya memegang bahu kekasihnya.
"Aku cari kamu. Kasian mama khawatir sama kamu. Ponsel kamu juga kamu tinggal begitu saja. Jadi aku cari kamu ke teman kelas kamu dan sialnya teman kamu tidak ada yang tau keberadaan kamu. Jadi aku memutuskan untuk cari alamat kakak kelas kamu yang kebetulan tidak masuk sekolah juga. Awalnya aku tidak mau mencari alamat tempat tinggal dia tapi feeling aku merasa kamu sama dia. Yasudah aku memutuskan untuk kesini." Jawab Bram menjelaskan secara detail.
Elden yang melihat itu semua langsung tersenyum pongah. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. "Adegan sampah." Kata Elden di dalam hatinya. Merasa jijik dengan adegan yang terpampang jelas di kedua bola matanya.
Berbeda dengan perkumpulan ibu-ibu tadi yang membicarakan Elden dan Lexa. Mereka semua tampak terkejut dengan apanyang mereka lihat.
"Jadi itu bukan kekasih Elden."
"Iya bukan. Sepertinya laki-laki itu yang menjadi kekasih nya. Bukan Elden."
"Hufftt, untunglah. Setidaknya anak ku ada peluang untuk mnedekatinya."
"Kenapa kau masih sempat-sempat nya berfikir itu."
Tubuh Lexa langsung berbalik dan menghadap ke arah Elden. "Terimakasih atas bantuan nya. Lain kali akan gue traktir makan." Ucap Lexa dengan tulus.
Elden yang melihat senyuman itu secara otomatis langsung ikut tersenyum. "Hm." Gumam Elden dengan kepala yang mnegangguk..
__ADS_1
"Ayo sayang." Digenganggam salah satu tangan Lexa.
"Ayo." Jawab Lexa. Digenggamnya juga tangan Bram yang megenggam salah satu tangan nya.
Setelah itu Lexa dan Bram berjalan berdua saling bersamaan. Tangan mereka saling berpengangan satu sama lain. Seakan-akan seperti permen karet yang saling merekat.
"Nikmatilah kebersamaan kalian sekarang. Tapi ingat apa yang menjadi milik seorang Elden Crihtian akan tetap menjadi milik Elden. " Sebuah seringai tipis tersungging di bibir nya. Seringai tipis yang membuat orang melihatnya merasa bergidik ngeri sendiri.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1