
Sementara itu dikediaman Elden terlihat sunyi. Elden, Lexa dan Garvin tidur bertiga di atas ranjang. Garvin berada ditengah-tengah. Sedangkan Elden dan Lexa berada di sisi Garvin.
"El, bagaimana orang misterius yang mengikuti kita waktu itu? Apa orang itu sudah ditangkap?" Tanya Lexa lembut. Posisi tubuh Lexa miring, berhadapan dengan Elden. Jemarinya yang lentik mengusap lembut puncak kepala Garvin.
"Belum sayang. Katanya orang yang mengikuti kita waktu itu bukan orang sembarangan. Dia seperti orang yang ditugaskan secara khusus untuk mengawasi kegiatan kita." Jawab Elden. Tubuhnya menghadap ke arah istrinya. Kedua bola matanya menatap lembut istrinya.
"Lalu bagaimana jika belum ditangkap juga El? Aku takut." Lirih Lexa pelan. Rasa gelisah dan cemas kembali datang. Lexa tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi.
Mengerti akan ke khawatiran istrinya, Elden lantas menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Garvin. Diusapnya pelan pipi istrinya. "Kamu tidak perlu khawatir sayang. Aku akan mengurusnya sendiri. Asal satu hal, aku ingin kamu bekerjasama dengan ku." Ucap Elden membuat Lexa heran.
"Berkerjasama apa El?" Tanya Lexa sedikit penasaran. Kedua bola matanya bersitatap dengan kedua bola milik Elden.
"Jangan pernah pergi kemanapun jika tidak ada aku. Jangan membuka pintu untuk orang yang tidak dikenal. Mau itu ada kurir, petugas kebersihan atau keamanan, jangan kamu buka pintu untuk mereka. Sekarang penculikan bisa dalam bentuk motif apa saja. Jadi, kamu dilarang keluar dari apartemen ini sementara waktu. Bibi akan aku suruh untuk menginap disini agar ada yang menemani kamu. Bodyguard juga sudah aku tugaskan untuk membeli beberapa bahan makanan, Snack, cemilan, susu dan buah buat kamu. Aku juga meminta mereka untuk membeli beberapa mainan. Jadi, itu bisa dijadikan sebagai teman selama kamu di apartment agar tidak bosan." Ujar Elden panjang.
Lexa mengangguk. Jika ini demi kebaikan keduanya, kenapa tidak? Ya kan? "Baik El. Aku mengerti." Kata Lexa setuju.
Elden tersenyum lembut. Istrinya memang penurut dan pengertian. "Terimakasih sayang. Peraturan itu akan berlaku mulai besok. Dan CCTV akan aku pasang di setiap sudut luar apartment. Di depan pintu apartment, jendela luar dan di dalam apartemen juga akan aku pasang CCTV. CCTV itu akan tersambung ke ponsel ku. Kamu juga bisa mengeceknya di ponsel kamu sayang. Ini rahasia kita berdua. Jangan kasih tau Bibi atau orang terdekat mu. Mengerti?"
Lagi-lagi Lexa mengangguk. "Siap El. Aku mengerti." Jawab Lexa.
__ADS_1
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama El. Terimakasih juga."
"Sama-sama istri ku." Lalu dengan sayang Elden mengecup kening Lexa. "Mau bermain sebentar?" Ujar Elden sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mengerti akan kode itu lantas Lexa mengangguk. "Ayuk!" Jawab Lexa bersemangat.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
__ADS_1
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1