PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
78. Masa Lalu Justin - Jessica |Mafia Story| - Bagian 1 (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Ini kisah kedua orang tua Lexa ❤


WAJIB DENGERIN LAGU MELLOW!


Beberapa tahun yang lalu..


"Justin, aku tidak pernah menyangka jika kau tega melakukan ini pada ku." Lirihnya pelan nyaris tak terdengar. "Aku tidak pernah kau tega melakukan ini pada ku!" Bentaknya dengan nada yang tinggi. Kini, kedua bola mata itu mulai berkaca-kaca. Buliran kristal mulai jatuh membasahi kedua bola matanya yang indah.


Perempuan itu bernama Putri Jessica Aldora. Perempuan cantik dengan senyuman menawan yang berasal dari Indonesia. Pesona kecantikan yang di milikinya mampu membuat seorang laki-laki yang bernama Justin Atkinson yang merupakan seorang Ketua Mafia Italia jatuh terpikat.


"Apa maksud mu Jessica?"


Suara dingin dengan tatapan yang datar itu membuat bulu kuduk Jessica meremang. Sekarang, Jessica tengah berada di ruang kerja Justin. "Kau bertanya apa maksud ku Justin? Kau bertanya pada ku Justin?!" Sungguh, Jessica tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Justin, suaminya. Tubuhnya bergetar. Dengan perlahan kedua kakinya melangkah mundur. Rasanya sakit di hatinya sungguh terasa amat sakit. "Aku tidak pernah menyangka jika kau bisa melakukan hal ini padaku Justin. Aku tidak pernah menyangka nya. Hiks!" Isakan tangis mulai terdengar.


Sebuah seringai tipis tersungging di bibir Justin. "Oh, apa kau sudah mengetahuinya Jessica?" Ucap Justin dengan tenang. Tidak ada ketakutan sama sekali yang terukir di wajahnya. Hanya datar dan dingin seperti biasanya. Tidak berubah sama sekali. Bahkan saat melihat Jessica yang tengah menangis di hadapan nya, Justin tidak merespon sama sekali.


Ditatapnya wajah laki-laki yang selama ini ia cintai. "Justin, apakah menurut mu sebuah pernikahan itu hanyalah sebuah permainan?" Tanya Jessica dengan menatap lekat wajah Justin dari kejauhan.


Justin tersenyum tipis setelah mendengar pertanyaan itu dari Jessica. "Menurut mu Jessica?" Tanya Justin kembali. Setelah itu, Justin bangkit dari tempat duduk nya. Kepalanya mendongak, membalas tatapan dari perempuan yang berada di hadapannya. Kedua kakinya mulai melangkah mendekat ke arah Jessica. "Apakah menurut mu sebuah pernikahan itu hal yang sangat penting Jessica?" Tanya Justin sambil menatap pongah wajah Jessica. Kedua tangan nya ia masukkan ke dalam saku celananya. Jam telah menunjukkan pukul 12 malam. Tiga puluh menit yang lalu, Justin baru saja pulang dari pekerjaan nya. Bahkan, pakaian yang Justin pakai masih lengkap, yaitu menggunakan pakaian formal kerjanya.


Jessica menatap lekat wajah Justin dengan tatapan tak terbaca. Bahkan, sekarang Jessica tidak beranjak sama sekali dari tempat nya ia berdiri. Kedua kakinya seakan-akan telah di beri lem perekat sehingga membuat Jessica tidak beranjak sama sekali dari tempatnya.

__ADS_1


"Aku tau, kau pasti menganggap pernikahan ini sangat berharga kan Jessica?" Ujar Justin sambil tersenyum remeh. Kini Justin telah berdiri tepat di hadapan Jessica. Badannya yang tinggi dan berotot itu terlihat sangat kontras dan serasi dengan tubuh mungil yang di miliki Jessica.


Jessica tidak mengerti dengan tatapan Justin sekarang. Terlihat sangat berbeda dari biasanya.


Wajah Justin mulai mendekat dengan wajah Jessica. Lantas Jessica langsung menjauhkan wajahnya dari Justin. Namun, dengan sigap Justin langsung memeluk erat pinggang istrinya itu agar tidak bisa beranjak dari tempatnya.


"Lepas Justin!" Dengan sekuat tenaga Jessica langsung memberontak dari pelukan Justin.


"Tidak semudah itu cantik." Bisik Justin tepat di telinga Jessica. Lalu, jemarinya mulai bergerak menyentuh tubuh Jessica. Jessica yang merasakan sentuhan di tubuhnya lantas langsung menginjak kuat kaki Justin.


"Shitt" Umpat Justin ketika kakinya di injak kuat dengan menggunakan hells. Dengan spontan Justin langsung melepas pelukannya di pinggang Jessica.


"Justin, aku mau kita cerai." Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Justin langsung menatap tajam Jessica. Kedua tangannya langsung mengepal kuat. Amarah mulai melingkupi Justin. Rahangnya mengeras dengan gigi yang saling bergemelatuk.


"Jaga bicara mu Jessica." Ujar Justin dengan dingin. Mencoba untuk memperingati istrinya itu.


Jessica tersenyum sendu. Ditatapnya dengan lekat kedua iris bola mata suaminya ini. Meskipun pernikahannya baru berumur 6 bulan. Namun, tetap saja Jessica sudah membulatkan tekad nya untuk bercerai dari Justin. Akan lebih baik jika Jessica tinggal seorang diri di Indonesia tanpa penghianat di sebelahnya. "Aku tidak bercanda Justin. Aku ingin kita cerai." Ujar Jessica dengan buliran kristal yang jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. "Pulangkan aku ke Indonesia. Aku tidak mau disini. Aku tidak ingin tinggal di Mansion mu lagi." Ucap Jessica lagi tanpa rasa takut.


Prang..


Dengan brutal Justin langsung membanting hiasan kaca disebelahnya. "Jika kau berani melakukan hal itu, maka aku akan membunuh mu Jessica." Kata Justin dengan menekan di setiap perkataan nya.


Sontak saja perkataan yang keluar dari mulut Jessica semakin memancing amarah Justin.


"Kenapa diam Justin? Bukankah kau ingin membunuh ku?"


Kedua tangannya semakin mengepal kuat ketika mendengar nada bergetar dari suara istrinya.


"Ya benar apa yang kau katakan tadi Justin. Menurut ku pernikahan adalah sebuah hal yang sangat berharga. Bahkan sangat sakral untuk ku. Bagiku, pernikahan cukup dilakukan sekali dalam seumur hidup. Tapi, sepertinya anggapan apa yang selama ini aku terapkan sangat berbeda dengan anggapan yang kau punya." Dengan tersenyum Jessica mengatakannya. Meskipun berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan sekarang.


"Tidak akan ada yang bisa memilikimu Jessica!" Bentak Justin. Lalu, dengan cepat Justin langsung mencengkram kuat pergelangan tangan Jessica.


"Iya, kau benar Justin. Tidak akan ada yang bisa memiliki ku selain dirimu." Lirih Jessica. Kedua bola matanya kini telah sembab. Air matanya semakin deras membasahi kedua pipinya. "Bodohnya aku kenapa bisa aku mempercayai mu."


"Maafkan aku." Bisik Justin. Setelah itu, salah satu tangan nya memegang sebuah suntikan yang berisi sebuah cairan. Dibukanya suntikan itu dengan menggunakan mulutnya.

__ADS_1


Tangis Jessica semakin pecah. "Kenapa kau kirimkan dia untuk mu Tuhan?"


Tanpa aba-aba, Justin langsung menyuntikkan cairan itu di leher Jessica. Tubuh yang semula memberontak kasar mulai melemah. Sedangkan kedua bola matanya mulai terpejam erat.


"Aku mencintai mu Justin. Tapi aku juga membencimu."


"I love you Justin. But I hate you too." - Putri Jessica Aldora


***


Elden : Jika kalian masih berani berkomentar yang membuat Author kesayangan kami sedih, jangan harap nyawa kalian selamat



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2