PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
22. Kilasan Masa Lalu Kematian Ayu (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat sore semuanya. Sudah siap buat baca part ini? Jujur Authornya nyesek ngetik part ini. Sedihnya sampai ke bawa ke real life :-) - Nur Eva Fullandari



...Happy Reading 🥳...


Satu tahun lalu..


H-2 Kematian Ayu.


- MAKAN MALAM TERAKHIR -


"Mama melihat semuanya El. Dibalik dinding dan pintu kamarnya. Mama diam-diam memperhatikan putri kesayangan Mama yang sedang menangis." Lirih Ayu hampir tidak terdengar.


"Mama.."


Ayu menggeleng pelan. Memberikan tanda agar Elden tidak berkata apapun. "Mama percayakan putri Mama sama kamu nak. Mama percayakan anak kesayangan Mama sama Elden. Jaga baik-baik anak Mama seperti Mama menjaganya."


Bibir Elden terasa kelu untuk menjawab.


"Mama titipkan Lexa pada mu El. Tolong jaga putri Mama ya?" Kepalanya terangkat menatap wajah Elden, laki-laki yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Elden tertegun dengan tatapan Ayu. Kedua tangannya mengepal erat. Elden benci orang-orang yang ia sayangi pergi meninggalkannya. "Kita akan menjaga Lexa berdua Ma. Kita akan menjaganya bersama. Mama jangan berkata seperti itu." Ujar Elden dengan menatap tepat kedua bola mata Ayu.


Ayu mengangguk ragu. "Iya nak. Kita akan menjaga Lexa. Kita akan bersama-sama." Kata Ayu. Meskipun faktanya terdapat keraguan menyelinap di dalam hatinya. Ayu tidak yakin dengan perkataannya sendiri.


Tanpa mereka ketahui di sudut ruangan, terlihat seorang perempuan tengah menyembunyikan diri. Tubuhnya tertelan olah cahaya gelap. Mulutnya ia bungkam dengan menggunakan telapak tangannya yang mungil. "Mama.." Lirihnya pelan.


Lexa mendengar semua obrolan antara Elden dan Ayu. Awalnya Lexa ingin mengagetkan Mamanya namun langsung ia urungkan ketika Lexa mendengar namanya di sebut di obrolan mereka. Lexa langsung bersembunyi di balik dinding. Dengan seksama Lexa mendengar obrolan Mamanya. Hatinya terasa sakit ketika mendengar perkataan Mamanya. "Mama tidak akan pergi Lexa. Mama tidak akan pergi kemana-mana." Tekannya dalam hati.


Di usapnya kedua bola mata Lexa yang sembab dengan menggunakan kedua tangannya. Setelah di rasa lebih baik, lantas Lexa memutuskan untuk muncul dengan senyuman ceria.


"Hai Mama, Elden. Apa Lexa membuat kalian menunggu terlalu lama?" Tanya Lexa dengan nada yang ceria. Guratan kesedihan yang tadi tampak kini berubah menjadi senyuman ceria tanpa beban. Lihat? Lexa benar-benar pandai menyembunyikan muka aslinya.


Ayu menoleh. "Tidak sayang. Lexa tidak membuat kita menunggu." Sahut Ayu menanggapi perkataan Lexa.


Elden mengangguk. Menyetujui perkataan Ayu.


"Hm. Baiklah kalau seperti itu. Jadi sekarang ayo kita makan malam. Nanti makanannya terburu dingin." Ujar Lexa sambil menarik kursi kebelakang.

__ADS_1


Sebuah senyuman tersungging di bibir Ayu. Ayu kemudian melakukan hal yang sama. Begitupun juga dengan Elden. Mereka duduk di tempatnya masing-masing.


"Elden, kamu pimpin doa." Kata Ayu menyuruh Elden.


Dengan patuh Elden langsung melakukan. Kedua tangannya terangkat di depan dada. "Berdoa di mulai."


Suasana terasa hening. Mereka mulai berdoa dengan keyakinan masing-masing.


"Selesai."


Setelah doa selesai, Ayu, Elden, dan Lexa segera memakan makanannya. Mulai dari nasi goreng, sosis bakar bumbu saus pedas dan juga mentimun. Mereka memakannya dengan lahap. Tak jarang Ayu dan Lexa bercanda mengusili Elden.


Elden menanggapi candaan itu dengan senyuman. Mulutnya tidak berhenti mengunyah nasi goreng. Sungguh, nasi goreng buatan Mama Lexa ada patut di acungi jempol. Sangat enak mengalahkan restoran bintang lima.


Dari kejauhan terlihat sepasang mata tengah mengawasi. "Tuan sepertinya perempuan itu semakin menjadi-jadi. Dia bahkan dengan beraninya berkata seperti itu ke Elden. Secara tidak langsung dia bertindak agar di curigai." Lapor seorang bawahan Justin.


Justin menatap monitor di hadapannya. Kedua bola matanya tidak lepas dari layar monitor itu. Disana terlihat jelas kebahagiaan dari keluarga kecil itu. "Kita lihat saja, seberapa lama kau akan bertahan Ayu." Desisnya pelan dengan seringai menakutkan yang tersungging di bibirnya.


Setelah acara makan malam, sekarang mereka semua berkumpul ruang televisi. Mereka duduk di karpet sambil menonton film action kesukaan Lexa.


"Wow. Mereka sungguh hebat Ma. Bagaimana bisa mereka bermain pistol seperti itu? Aku jadi ingin mencobanya." Sambil menyandarkan tubuhnya di pinggiran kursi, Lexa mengoceh. Mengomentari setiap adegan action yang menurutnya menarik.


Ayu menatap film action itu dengan fokus. Bayangan masa lalu selalu terlintas di memori ingatannya setiap kali Ayu melihat adegan tembak-menembak. Bunyi nyaring suara tembakan bahkan masih Ayu ingat secara jelas.


Lexa mengangguk. Tangannya tiada henti mengambil Snack. Mereka semua fokus dengan apa yang mereka lihat.


Hampir dua jam lamanya mereka menghabiskan waktu bersama. Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 11 malam.


"Lexa, Elden, sekarang waktunya tidur. Apa kalian mau tidur sama Mama?"


Elden dan Lexa saling menatap. "Mau Ma. Sepertinya itu ide bagus!" Jawab Lexa riang. Dipeluknya tubuh Mamanya dengan sayang. "Aku mohon Tuhan, jangan jadikan malam ini menjadi malam terakhir makan malam bersama Mama. Jangan biarkan malam ini menjadi malam terakhir aku tidur bersama Mama." Ujar Lexa berdoa.


"Elden tolong ambilkan alas tidur di kamar Mama. Mama dan Lexa akan mengambil bantal dan guling."


"Iya Ma."


Mereka semua melakukan tugasnya masing-masing.


Alas tidur Elden tata di depan televisi. Sofa ia pepetkan ke sudut dinding. Sementara Lexa menata banyak dan guling. Kemudian Ayu mematikan lampu ruangan. Menyisakan cahaya malam sebagai penerang.


"Mama tidur di tengah. Elden dan Lexa tidur di sebelah Mama." Ucap Ayu sambil berbaring. Lantas Elden dan Lexa berbaring disebelah Ayu. Mereka semua tidur terlentang dengan selimut yang menyelimuti tubuh mereka.

__ADS_1


"Jangan lupa baca doa kalau tidur. Ingat kalian besok harus pergi bersekolah. Makanan sudah Mama siapkan di kulkas. Besok kalian tinggal memanasi nya saja." Ujar Ayu.


"Iya Ma. Mama bisa tidur sekarang. Kita tidur yuk. Mama pasti lelah kan?" Tanya Lexa. Tubuhnya berbalik menghadap ke arah Mamanya. Di peluknya tubuh Ayu dari samping.


Ayu tersenyum samar. "Iya nak. Mama lelah. Mama istirahat dulu ya?"


Lexa mengangguk. Wajahnya ia tenggelamkan di lengan Mamanya. Buliran kristal mulai jatuh membasahi wajahnya.


"Good night anak-anak Mama." Lirih Ayu.


Elden terdiam. Wajahnya ia tutupi dengan salah satu tangannya. "Selamat tidur Ma."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2