PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
146. Kehilangan Satu Sahabat (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Pemakaman telah selesai dilakukan. Elden dengan pakaian serba hitam menatap sendu makam yang ada di hadapannya.


Hari ini Elden harus kehilangan kembali salah satu orang yang berharga di hidupnya. Untuk kedua kalinya dan kehidupannya Elden merasakan sakit karena di tinggal oleh orang yang mengisi hari-harinya. Mulai dari Neneknya dan sekarang Mita.


Rafael yang melihat punggung lebar sahabatnya hanya bisa menghela nafasnya. Ditepuknya pelan punggung itu membuat empunya menoleh.


"Ada apa Raf?" Tanya Elden dengan menatap datar.


Rafael lantas memperhatikan wajah Elden dengan seksama. "Kau ingat waktu Mita kita ajak pergi jalan-jalan?" Tanya Rafael sambil berdiri disebelah Elden.


Pandangan Elden kembali lurus ke depan. Kepalanya mengangguk. Masih mengingat betul kenangan manis itu.


"Mita terlihat sangat senang El. Senyuman manis terukir di bibirnya dan aku sangat mengingat betul senyuman itu. Bahkan aku hampir saja khilaf karenanya." Ujarnya dengan tertawa renyah di akhir kalimat. "Dan untuk pertama kalinya aku terpesona dengan senyuman itu."


Elden mendengarnya dengan seksama. Kenangan manis itu masih tersimpan rapi di memori ingatannya. "Mita juga waktu itu merengek pada ku Raf, gara-gara kau menjahilinya terus-menerus. Mungkin itu yang membuatnya menjaga jarak dengan mu." Ucap Elden.


Rafael menghela nafasnya pelan. "Dan dia selalu menghubungi ku tiap waktu bahkan aku hampir mengingat jam berapa saja dia akan menghubungi ku untuk menanyakan kabar mu. Seperti ini.." Rafael lantas mencontohkannya. "Raf, Elden dimana? Kenapa dia tidak datang juga? Raf, apakah Elden sudah mempunyai kekasih? Raf, tolong suruh Elden datang ke tempat ku. Aku merindukan nya. Raf, kalau ada waktu tolong sempatkan diri untuk datang ke tempat ku. Aku kesepian. Raf, Raf, Raf, dan Rafael." Dengan lihai Rafael menirukan nada bicara Mita yang sangat ia hafal.


Tiba-tiba perasaan rindu terbesit di hatinya. Segala kecerewetan Mita dan tingkah laku Mita membuatnya merindukannya. "Dan sekarang aku merindukannya Raf." Ujar Elden dengan nada bicara yang rendah.


Tubuh Rafael terpaku di tempatnya. Dalam sepanjang hidupnya, untuk pertama kalinya Rafael mendengar Elden merindukan seseorang, apalagi orang yang dirindukan oleh Elden adalah Mita. Awalnya Mita lah yang selalu bilang merindukan Elden. Dan sekarang terbalik?


"Aku sangat merindukan dirinya. Tatapannya, senyumannya, bicaranya, Omelan nya dan segala tentang Mita, aku sangat merindukan nya." Ujar Elden dengan tangan yang mengepal kuat. "Aku bersumpah akan menemukan pelaku nya Raf. Akan aku habisi orang dengan tangan ku sendiri. Akan aku cincang *********** dan tangannya hingga habis." Desisnya pelan.

__ADS_1


Sontak saja perkataan Elden tadi membuat tubuh Rafael meremang. Rafael merasa ngeri dengan perkataan Elden tadi. Dengan reflek kedua tangannya menutupi daerah vitalnya. Ingatkan dirinya jika adalah seorang laki-laki. Membayangkannya saja sudah membuat Rafael nyeri. Apalagi pelaku yang di maksud Elden. "Sungguh aku kasihan pada mu. Kau telah salah memilih lawan. Jika sahabat ku sudah berkata seperti itu, maka yakinlah jika nyawa mu tidak akan selamat." Ucapnya dalam hati. "Dan aku akan membantu mu dalam melacaknya El." Kata Rafael menanggapi perkataan Elden tadi.


Elden mengangguk. "Jika kau berani bermain-main dengan ku, maka kau harus siap dengan nyawa mu." Dengan smirk menyeramkan, Elden mengatakannya.


Sosok Elden Crishtian, laki-laki Psycopath yang sudah tidak bisa disembuhkan. Kepuasan dalam dirinya adalah saat melihat tubuh dicincang-cincang menjadi satu.


"Permisi Tuan, saya mendapatkan informasi penting mengenai kematian sahabat tuan." Dengan sopan bawahan Elden berkata.


Lantas tubuh Elden dan Rafael langsung berbalik. "Informasi apa itu?" Kedua bola matanya menatap dingin ke arah bawahannya.


"Kami telah menemukan sidik jari dari sang pelaku tuan. Pria itu bernama Jeff, berusia 37 tahun yang berkerja di bawah kekuasaan kepala sekolah anda tuan. Bisa di bilang jika pria itu adalah suruhan dari kepala tempat anda bersekolah." Jelasnya panjang lebar.


"Shitt! Pria tua itu!" Umpat Elden. Kedua tangannya mengepal kuat hingga jari-jari memutih. Amarah melingkupi nya. "Akan ku habisi kau malam ini!" Aura dominant sangat kental terasa.


"Apa kau sudah tau motif di balik pembunuhan Mita?" Tanya Rafael mencoba untuk menengahi.


Yang ditanya lantas menggeleng tidak tau. "Belum tuan. Kami belum menemukan motif di balik pembunuhan Mita." Jawabnya dengan sopan.


Rafael menatap wajah bawahan Elden. "Baiklah. Kau bisa kembali ke tempat mu. Hubungi kami jika sudah menemukan motif nya." Titah Rafael.


"Baik Tuan."


"Kamu bisa kembali ketempat mu."


"Baik. Saya permisi." Ucapnya dengan sopan lalu berjalan pergi. Jantungnya berdetak dua kali lipat. Sungguh, meskipun usianya lebih tua daripada tuannya, tapi tetap saja aura Tuannya lebih mendominasi. "Memang benar, usia tidak menentukan jabatan."


Sedangkan disisi lain, Lexa berusaha menghubungi Elden berkali-kali. Namun tidak kunjung direspon juga. Rasa kesal karena tidak kunjung di balas membuatnya ingin marah. Jemarinya tiada hentinya mengirimkan pesan untuk laki-laki yang mulai mengetuk pintu hatinya.


Lexa : El, apa benar Mita sudah tidak ada?


Lexa : Kau ada di mana? Aku tadi mencari mu di kelas tapi kau tidak ada.


Lexa : Aku turut berdukacita atas kematian Mita.


Lexa : Apa kita bisa bertemu? Aku ingin berbicara sesuatu dengan mu..


Lexa : Elden?

__ADS_1


Lexa : Kau online, tapi kenapa tidak membalas pesanku? Bukankah ku menyukai ku?


Lexa : Terserah lah!


Dengan kesal Lexa langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku seragam sekolah nya.


Teman disebelah nya yang melihat hal itu lantas bertanya. "Lo baik-baik saja kan Lexa?" Tanyanya dengan menatap heran ke arah Lexa.


Lexa mengangguk. "Iya. Gue baik-baik saja." Jawabnya bohong.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2