
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Tuan, putri anda sekarang masuk ke rumah sakit."
Sontak saja berita itu langsung membuat Justin mmebalikkan tubuh nya. "Bagaimana bisa?!" Bentaknya dengan nada yang tinggi. Amarah mulai menglikupinya.
Sang bodyguard langsung menunduk. "It--u tuan, nona bertengkar dengan kakak kelasnya." Jawab nya dengan suara yang terbata-bata.
"Bunuh perempuan itu. Cincang tubuhnya. Lalu, buang tubuhnya ke kandang buaya. Berani-beraninya dia mencelakai putri ku." Titah Justin dengan suara yang tegas.
"Baik Tuan." Jawab sang bodyguard dengan sopan. Badannya sedikit membungkuk.
"Kau bisa pergi."
"Baik Tuan." Tanpa banyak bicara sang bodyguard langsung berjalan pergi, meninggalkan Justin sendiri di dalam ruangan.
"Berani-beraninya dia melukai putri ku." Ujarnya dengan kedua tangan yang mengepal kuat. "Kau akan mati."Â Desisnya pelan. Kilatan amarah jelas telah terlihat dari kedua bola matanya.
Pagi telah menjelang. Semua siswa-siswi mulai berdatangan. Berita mengenai Lexa yang bertengkar dengan Mita menjadi trending topik nomor satu di sekolahnya. Baik di ruang guru maupun di kelas. Nama Mita dan Lexa seakan-akan tidak pernah bosan untuk di bicarakan.
"Hari ini Lexa tidak masuk sekolah. Katanya Lexa akan ijin beberapa hari untuk tidak mengikuti pelajaran."
"Iya. Lexa ijin karena mengalami cidera yang cukup parah di punggungnya."
"Gila banget si! Si anak baru itu mainnya sudah berani banget."
Sungguh, mulai dari ujung lorong kelas 10 sampai ujung kelas 12, semuanya membicarakan tentang keadaan Lexa sekarang. Dan juga tentang Mita yang bisa melabrak Lexa di toilet perempuan.
Seperti biasa, Bram akan datang di saat bel masuk sekolah berbunyi. Hanya saja, sekarang Bram berangkat sendiri tanpa di temani kekasihnya, Lexa.
Sesampainya di parkiran sekolah, Bram lantas melepaskan helm full face miliknya. Membuat perempuan yang melihatnya langsung terkesan dan terpukau akan ketampanan yang dimiliki oleh Bram.
Berbeda dengan Elden. Elden sekarang berada di kamar Mita.
__ADS_1
"Apa kamu sudah baik-baik saja?" Tanya Elden sambil membawa baskom yang berisi air hangat.
Mita menggeleng pelan. "Tidak Elden. Aku masih takut." Lirihnya pelan.
Sungguh, kejadian semalam membuat Mita merasa sedikit trauma. Untungnya Mita menelfon Elden agar datang ke tempatnya sebelum kejadian itu terjadi.
Kejadian semalam..
Mita yang tengah berias di depan cermin langsung di buat terkejut dengan suara jendela yang terbuka. Spontan Mita langsung berdiri dari duduknya. "Siapa itu?" Gumamnya pelan. "Apakah itu Elden?" Tanya nya pada dirinya sendiri.
Namun kedua bola matanya langsung membulat sempurna ketika melihat bayangan itu yang membawa sebuah parang. Bahkan badan nya tidak terlihat seperti badan Elden.
Mita yang sudah merasa curiga lantas segera berlari keluar dari kamarnya.
Klik
Jendela kamar terbuka. "Dasar jalang sialang!" Umpatnya ketika melihat sang mangsa berlari.
Mita menoleh ke belakang untuk melihat siapa sosok yang masuk ke dalam kamarnya melalui jendela kamarnya.
Tapi sayang, sosok itu menggunakan pakaian serba hitam dari atas hingga bawah. Bahkan orang yang tak ia kenal itu menggunakan topi dan juga masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
Mita secepat mungkin membuka pintu kamarnya. "El, please cepatlah datang. Aku takut." Ucapnya di dalam hati dengan berlari. Sedangkan sosok yang ada di belakangnya juga tengah berlari cepat mengejarnya.
Mita yang sudah ketakutan berusaha mempercepat larinya.
Bel pintunya berbunyi. "Pasti itu Elden." Ujarnya di dalam hatinya.
Ctar..Â
Tubuhnya langsung terjatuh ketika kepalanya terkena lemparan dari sebuah gelas kaca. "Akhh!" Rintih nya kesakitan.
Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. "Akan ku bunuh kau malam ini." Ujar sosok itu dengan tersenyum puas.
Elden yang sudah berdiri di luar pintu tempat Mita berada sudah merasa curiga. "Kenapa Mita lama sekali."
Bunyi sebuah pecahan gelas di dalam sana membuat Elden langsung mengeluarkan kartu akses masuk ke dalam tempat Mita. "Kenapa aku bodoh sekali!" Umpatnya ketika Elden baru ingat jika dirinya mempunyai kartu untuk masuk ke dalam tempat Mita.
Dengan cepat Elden segera mengeluarkan kartunya dan segera ia tempelkan pada pegangan pintunya. Otomatis pintu langsung terbuka.
"Sialan lo!" Elden langsung di kejutkan dengan pemandangan Mita yang sudah meringkuk di atas lantai.
Tanpa banyak bicara lagi Elden langsung maju menyerang sosok asing itu.Â
Sosok bertubuh tegap itu tanpa ragu langsung maju menyerang Elden juga.
__ADS_1
Perkelahian sengit sudah tidak bisa terelakkan. Mita lantas segera bangun dengan kepala yang berdarah akibat lemparan dan tamparan kuat yang ia terima tadi. Bahkan tubuhnya sedikit memar akibat pukulan yang ia terima. Mita segera mencari persembunyiannya yang aman untuk dirinya.
Sosok itu mulai kuwalahan melawan Elden langsung menjaga jarak agar tidak berdekatan dengan Elden.
"Jadi kau yang bernama Elden Crishtian." Ujarnya dengan deru nafas yang tidak beraturan.
Kening Elden berkerut heran. Tidak mengenali siapa sosok yang berdiri di hadapannya. Jika orang suruhan ayah nya, Elden pasti akan mengetahuinya. Namun, jika sekarang Elden tidak mengenal sama sekali sosok yang menyerangnya sekarang. "Siapa kau?" Tanya Elden sambil menatap fokus sosok itu.
"Kau tidak perlu tau aku. Tapi, aku tidak ada urusan dengan mu. Aku cuman ada urusan dengan wanita itu." Jawab nya sambil menatap Elden.
Elden menyeringai. "Urusan dia maka menjadi urusan ku."
"Pergilah dari sana. Kau bisa membunuhnya besok. Aku punya tugas yang lebih penting lagi buat mu." Suara tegas yang penuh dengan aura dingin itu membuat sosok itu langsung terdiam dan menurutinya. Pembicaraan itu berlangsung melalui earphone yang terpasang di telinganya secara tersembunyi. "Baik tuan." Jawabnya.
"Oho, jadi kau orang suruhan." Ujar Elden yang baru menyadari itu. Di lihatnya secara fokus penampilan orang itu.
Dengan gerakan kilat tak terbaca sosok itu langsung melemparkan sebuah benda kecil yang mengeluarkan asap. Membuat Elden langsung menutup hidungnya. Tidak hanya itu, kedua bola matanya terasa perih ketika terkena asap itu.
Sementara sosok itu langsung berlari meninggalkan tempat Mita.Â
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..