
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Elden terdiam di kamar Mita. Tubuhnya yang lemas bersandar di dinding kamar. Kedua bola matanya menatap kosong ke tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk tidur bersama Mita. "Katakan ini semua bohong. Katakan ini semua bohong Tuhan. Katakan ini semua hanya mimpi!" Jeritnya frustasi. Kedua tangannya mengepal kuat hingga otot-otot nya menonjol. Wajahnya memerah menahan amarah dan kesedihan yang menjadi satu.
Rafael terdiam diambang pintu. Tangannya mengepal erat. Sejahat-jahatnya Mita ke Lexa, Mita tetap lah sahabatnya, temannya yang selama ini menemaninya bersama Elden.
Rafael menghela nafasnya. Merasa berat untuk mengatakan yang sebenarnya. Namun bagaimanapun, Elden tetap harus mengetahuinya.
Kedua kakinya berjalan masuk ke dalam kamar. Menuju ke tempat dimana Elden berada.
Jam telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Hampir empat jam lamanya Elden diam di dalam kamar tanpa melakukan apapun.
Tap.. Tap.. Tap..
Suara derap langkah terdengar. Elden yang mengetahui kedatangan sahabatnya langsung terdiam di tempatnya.
Rafael menatap iba ke wajah Elden. Kondisi Elden terlihat tidak baik-baik saja. Tatapannya kosong, seperti tidak mempunyai kehidupan.
"El, menurut pengecekan yang telah aku lakukan bersama tim, Mita meninggal bukan karena keinginan sendiri. Tapi Mita telah dibunuh. Menurut hasil autopsi sementara, Mita diperkosa. Terlihat jelas dari organ ******** yang lecet dan sobek. Sepertinya orang itu mengidap penyakit kelainan seksual hingga membuat organ ******** Mita sobek. Dugaan sementara, pelaku telah memasukkan beberapa barang ke dalam organ ******** Mita secara paksa. Jadi karena hal itulah yang membuat darah keluar dari organ ******** Mita." Kata Rafael menjelaskan. Meskipun sebenarnya Rafael merasa berat untuk mengatakannya.
Deg
Hatinya ter-tohok mendengar penuturan kata Rafael. Pesan yang tadi Mita kirimkan padanya semakin membuatnya merasa bersalah.
"Bacalah Raf." Ujar Elden sambil menyerahkan ponselnya ke Rafael.
__ADS_1
Rafael yang melihat hal itu lantas langsung menerima ponsel Elden. Kedua bola matanya membulat sempurna ketika membaca isi pesan dari Mita.
Mita : Aku takut El. Ada orang asing yang sedang berdiri di depan pintu apartment Ku.
Mita : Kau ada di mana? Aku butuh bantuan ku El.
Mita : El, please segera datang apartment ku. Aku menunggu mu..
10 Panggilan Tidak Terjawab dari Mita
"Jika saja aku tidak mematikan telfon ku tadi mungkin Mita sekarang masih bersama ku Raf. Jika saja tadi aku tidak mengabaikan pesan dari Mita dan membacanya, mungkin Mita sekarang sudah berada di pelukan ku dengan menangis tersedu-sedu." Lirih Elden. Penyesalan menghantam nya berkali-kali lipat. Perempuan yang selama ini ia jaga telah pergi meninggalkannya selama-lamanya. Hatinya hancur. Amarah melingkupi nya ketika mengetahui jika Mita telah diperkosa berkali-kali dan lalu dibunuh.
Sungguh Rafael juga tidak terima ketika sahabat perempuannya di perlakukan seperti itu. Rasa dendam menguar dari tubuh Rafael. Aura hitam menakutkan melingkupinya.
"Mita pasti ketakutan tadi Raf. Dia pasti memanggil nama ku terus." Ujar Elden sambil menelungkupkan wajahnya di kedua pahanya. Tangisnya pecah begitu saja ketika mengingat wajah Mita yang tersenyum padanya. "Dia pasti menunggu ku Raf. Dia pasti menunggu ku kedatangan ku!" Jeritnya. Tubuhnya langsung bangkit dan berdiri.
Rafael tidak melakukan pencegahan apapun. Dirinya hanya bisa diam dan menatap apa yang dilakukan oleh Elden. Yang bisa Rafael lakukan sekarang adalah membiarkan sahabatnya meluapkan emosi dan kesedihan yang melingkupi nya.
"Sialan! Brengsek!" Umpat Elden sambil memukul tempat tidur Mita yang berantakan.
"Hiks!" Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Raut kesedihan terlihat jelas dari wajahnya. "Kamu pasti menunggu ku kan Mit? Kamu pasti kesakitan? Iya kan?" Lirihnya pelan. Dicengkeram nya dengan kuat sprei tidur itu. "Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku yang tidak datang menyelamatkan mu. Maafkan aku yang lebih asik dengan Lexa." Penyesalan datang menghantam diri Elden. Jika saja Elden tadi langsung membaca pesan dari Mita, jika saja Elden tidak asik dengan Lexa, mungkin Mita akan bersamanya sekarang. Dan itu semua hanya jika dan tidak akan mungkin terjadi.
Elden yang tiba-tiba ditanya seperti itu lantas langsung menoleh dan menatap wajah Mita. "Jangan berbicara hal yang aneh Mita. Kau tidak akan pergi kemana-mana." Jawab Elden setelah itu fokus kembali.
Senyuman cantik tersungging di bibirnya. "Iya El. Kamu tenang saja. Aku akan bilang sama kamu." Ucap Mita menanggapi perkataan Elden tadi.
Obrolannya bersama Mita waktu itu berputar kembali di ingatannya. Tangisnya semakin pecah ketika baru menyadarinya. "Jadi ini yang kamu maksud Mita? Jadi ini maksud perkataan mu?" Ujarnya disela tangisannya.
Tubuh Rafael membeku ditempatnya. Tanpa ia sadari buliran kristal juga jatuh membasahi kedua bola matanya. Diusapnya buliran kristal itu dengan menggunakan jemarinya.
"Kamu berubah Elden." Kata Mita dengan nada yang terdengar rendah. "Kamu benar-benar berubah." Tambahnya lagi dengan menatap punggung lebar pria yang ia cinta.
"Aku tidak berubah Mita. Aku tetaplah Elden yang dulu. Elden yang tidak suka jika dunia privasinya di usik." Jawab Elden sambil membalikkan tubuhnya.
Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain.
Namun, Mita tidak terima dengan jawaban Elden tadi. Tidak berubah sama sekali dari mana?! Laki-laki di hadapannya sekarang benar-benar berubah hampir 80% tidak seperti dulu lagi. Apa lagi setelah mendengar kabar tentang Lexa yang pernah di bawa ke apartment milik Elden. Hal itu semakin memperkuat dugaan nya. Bahkan Mita yang selama ini berhubungan dengan Elden, dekat dengan Elden dan tidur berkali-kali dengan Elden, tapi kenapa Mita tidak pernah di bawa ke apartment milik Elden? Kenapa?
__ADS_1
Mita melangkah mundur. Tatapan penuh kekecewaan jelas terlihat. "Kenapa kamu bilang sayang padaku Elden?" Tanya Mita. Kedua iris bola matanya menatap langsung kedua bola mata tajam milik Elden.
"Karena aku sayang sama kamu Mita." Jawab Elden dengan tegas. Ya, memang Elden selama ini sayang dengan Mita. Hanya saja, hatinya hanya untuk Lexa.
Mita berdecih pelan. Pandangan nya langsung menatap ke arah lain. Bukti jika Mita tidak mempercayai itu. "Sayang? Kamu bilang sayang pada ku Elden?" Kata Mita mengulangi perkataan Elden.
Elden mengangguk.
"Jauhi Lexa." Titah Mita dengan tegas. Mita tau jika selama ini Elden tidak akan pernah berkata tidak dengan permintaan nya.
Tangan Elden mengepal erat. Rahangnya mengeras. Tatapan nya semakin menajam. "Untuk kali ini aku tidak bisa menuruti permintaan kamu Mita. Tolong mengerti aku. Jika kamu ingin berada tetap di sisiku, ku harap kamu tau batasan apa yang harus kamu lakukan. Jika kamu tidak ingin di sisiku dan menuntut ku untuk bersama mu, kamu bisa pergi sekarang juga." Kata Elden dengan tegas.
Tangisnya semakin pecah ketika mengingat semua apa yang ia lakukan terhadap Mita. "Maafkan aku Mita. Maafkan aku!" Jeritnya frustasi. Kedua tangannya mencengkram erat sprei tidur nya. Penyesalan benar-benar melingkupi diri Elden.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..