PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
55. Bumil Gendut (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai selamat pagi gais! Jangan lupa follow akun Instagram aku ya @fullandari. Disana kalian bisa tau beberapa informasi yang akan aku Update di story maupun di feed Instagram aku. Tidak cuman itu, aku juga bagi-bagi hadiah loh! So, buruan follow ya!



...Happy Reading 🥳...


"Sayang, kita mau ke Cafe mana?" Tanya Elden. Salah satu tangannya sibuk megenggam jemari istrinya.


"Ke Cafe yang waktu itu saja El." Sahut Lexa menjawab pertanyaan suaminya. Pandangannya lurus ke depan. Melihat beberapa orang yang berlalu lalang, sibuk melakukan kegiatannya masing-masing.


Sekarang Elden dan Lexa berjalan bersisian. Menelusuri jalan yang di samping kanan dan kirinya terdapat beberapa toko, mall, cafe dan restaurant. Mobil sport mewah mereka, mereka tinggalkan di parkiran mall.


Lexa menatap sekelilingnya. Mencari cafe yang akan ia masuki. "El, disana aja ya!" Seru Lexa. Tanpa banyak bicara, Lexa langsung menarik pergelangan tangan suaminya agar mengikuti langkahnya.


"Hati-hati sayang." Ujar Elden memperingati. Pasalnya, istrinya ini berjalan cukup terburu-buru. Elden takut jika terjadi yang tidak-tidak.


Ting..


Pintu Cafe terbuka.


"El, kita duduk disana aja." Ujar Lexa antusias. Melupakan rencana awal yang ingin ke Cafe zaman dulu.


"Iya sayang." Bagaikan seorang anak kecil yang nurut dengan Ibunya, Elden hanya bisa pasrah dan mengiyakan ajakan istrinya itu.


"Kamu duduk disini. Aku duduk disini."


Bahkan tempat duduk saja, istrinya yang mengatur. Memang benar ya, istri pemegang kuasa paling tinggi di hubungan rumah tangga.


Setelah duduk di kursinya masing-masing, Elden menatap wajah istrinya yang terlihat antusias membuka buku menu.


"Aku ingin pesan lamb sandwich, muffin anggur dan strawberry sama fish and chips."

__ADS_1


"Kamu yakin akan menghabiskan semua makanan itu sayang?" Tanya Elden dengan kening yang berkerut. Menatap ragu ke istrinya.


Dengan mantap dan yakin Lexa mengangguk. "Aku akan menghabiskannya El. Kamu tenang saja."


Alis Elden terangkat sebelah. Pandangannya tidak lepas dari paras ayu Lexa. "Baiklah kalau begitu. Aku pesan vanila latte dan roti panggang."


Setelah fix melakukan pemesanan, Elden langsung memanggil karyawan Cafe dan menyebutkan pesanannya.


"El kalau nanti aku sudah melahirkan, anak kita mau diberi nama siapa?" Tanya Lexa serius.


Elden berfikir sejenak. Ada sebuah nama yang terbesit di dalam benaknya sedari dulu. "Garvin. Aku ingin memberi nama anak kita Garvin." Jawab Elden.


"Garvin?" Lexa mengulangi perkataan yang sama. "Kenapa kamu memilih nama Garvin sebagai nama anak kita El?" Tanya Lexa lagi. Kedua bola matanya yang indah menatap wajah suaminya.


"Emh.." Kedua tangan Elden terlipat di depan dada. "Garvin mempunyai arti sebagai teman seperjuangan. Jadi, melihat dari perjuangan aku sama kamu untuk bayi kita bisa dibilang sangat besar sayang. Perjuangan kita tidak main-main. Mulai dari kesabaran, rasa sakit, saling menerima hingga akhirnya kita bisa bersama sekarang. Jadi aku ingin Garvin nanti mengingat bagaimana perjuangan Mommy dan Daddy-nya ini."


"Jadi anak kita nanti kita beri nama Garvin?"


"Iya sayang. Garvin Crishtian. Karena dia adalah bagian keluarga Crishtian sekaligus anak aku dan kamu."


"Aku juga menyukainya sayang."


"Permisi, pesanan dengan menu lamb sandwich, muffin anggur dan strawberry, fish and chips, vanila latte dan roti panggang." Ujar pelayan tersebut sambil meletakkan makanan di meja.


"Terimakasih." Ujar Lexa sambil tersenyum manis.


"Sama-sama nona. Saya permisi." Pamitnya.


Pandangan Elden tertuju ke arah meja. Mejanya kini dipenuhi beberapa menu makanan.


"Selamat makan!" Seru Lexa. Lexa dengan semangat empat lima mulai menyantap makanan yang ia pesan. Dimulai dari kentang dan ikan goreng yang di cocol saus sambal. "Enak banget!" Lagi, Lexa mengambilnya lagi dan lagi. Menikmati makanannya tanpa memperdulikan suaminya yang tersenyum karena kelakuannya.


Elden menggeleng pelan. Semenjak hamil, nafsu makan istrinya naik drastis. Diminumnya Vanilla Latte miliknya sedangkan pandangannya tetap tertuju ke arah istrinya. "Istri ku memang benar-benar bumil Gendut."

__ADS_1



***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2