
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Hai gais! Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian baik-baik aja ya disana. Hehehe, banyak banget yang minta aku buat Crazy Up! Oke. Aku akan turutin itu. Tapi bulan Mei ya.. Akan aku usahakan buat Crazy Up buat kalian. Makasih gais udah setia setia sama novel-novel aku! - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
"Bayinya kau beri nama siapa El?" Tanya Justin sambil menggendong bayi mungil yang tampan.
"Aku beri nama Garvin Crishtian Yah." Jawab Elden sambil makan nasi goreng.
Justin menatap wajah Garvin. "Kenapa wajah mu mirip dengan wajah pria brengsek itu?" Ucap Justin dalam hati. "Semoga kau tidak seperti bedebah sialan itu."
"Bagaimana keadaan istrimu? Kapan dia akan sadar?" Tanya Chayden sambil menatap Lexa yang tengah tertidur pulas.
"Sekitar satu jam lagi Lexa akan sadar Ayah. Obat biusnya akan berakhir sekitar satu jam lagi." Sahut Elden, kemudian bangkit dan membuang bungkus nasi goreng di tong sampah.
Ada rasa lega setelah mendengar kabar itu. Setelah itu Chayden memutuskan untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan. Tatapannya beralih ke arah Justin. "Aku tidak menyangka jika kau bisa menggendong bayi Justin." Ucap Chayden membuka pembicaraan.
Lantas Justin menatap wajah musuh yang kini menjadi besannya. Tatapan datar yang membuat Chayden mengumpat pelan dalam hati. "Jangan samakan aku dengan dirimu Chayden. Aku tidak seperti mu yang hanya bisa menatap tanpa bisa menggendong." Sindir Justin sinis.
Kedua bola mata Chayden sontak langsung melotot. "Sialan kau Justin!" Ujar Chayden kesal. Justin memang suka mencari gara-gara dengan dirinya. Ya, walaupun ini juga salahnya berkata seperti itu tadi.
Elden menggeleng pelan ketika melihat interaksi antara Chayden dan Justin. Masih tetap seperti dulu. Hanya saja bedanya, jika dulu mereka main baku hantam atau saling menodongkan senjata, maka sekarang berbeda. Keduanya hanya saling menyindir dan berkomentar pedas.
"Ayah, biarkan aku yang menggendong Garvin." Pinta Elden mengajukan diri.
"Ah iya. Sepertinya Garvin sudah tertidur pulas." Ujar Justin sambil menyerahkan Garvin ke Elden.
__ADS_1
Elden tersenyum. Pandangannya tidak lepas dari malaikat mungil yang selama ini ia nantikan kehadirannya. "Iya Ayah. Aku akan menidurkannya di tempat tidurnya." Jawab Elden kemudian melangkah ke tempat tidur bayi yang terletak di sebelah ranjang istrinya.
Tanpa disadari Chayden ikut tersenyum. Kedua bola mata Chayden mulai berkaca-kaca ketika melihat bagaimana putranya memperlakukan anak yang bukan darah dagingnya. Chayden benar-benar bangga dengan putranya. "Ayah akan pergi sebentar. Nanti Ayah akan datang ke sini lagi membawakan kalian makan malam." Pamit Chayden sambil membetulkan jas warna biru doker yang ia pakai.
Tubuh Elden berbalik. Tatapannya tertuju ke Ayahnya. "Iya Ayah. Nanti tolong bawakan pakaian ganti untuk Lexa dan aku juga." Ucap Elden.
"Iya. Nanti akan Ayah bawakan. Ayah pergi dulu. " Pamit Chayden kemudian berjalan keluar ruangan. Tapi langkah Chayden berhenti tepat di tengah-tengah pintu. "Aku pergi duluan Justin." Ya, walaupun Justin mengesalkan akan tetapi Chayden masih menghargai akan kehadiran Justin.
Justin tersenyum tipis. "Iya. Hati-hati dan berwaspadalah."
Setelah kepergian Chayden, kini hanya ada Justin dan Elden. Suasana langsung berubah hening. Elden menatap sayang ke arah istrinya. Dikecupnya dengan sayang pipi cabi yang ia rindukan.
Perasaan Justin tersentuh ketika melihat bagaimana Elden memperlakukan putrinya. "Bagaimana Geng Mafia mu El?" Tanya Justin sambil duduk tegak di sofa. Sedangkan Elden tengah berdiri.
Mendengar pertanyaan dari Justin membuat Elden menghentikan aktivitas yang ia lakukan. Tubuhnya berbalik dan menghadap ke arah Justin. "Geng Mafia Crowned Eagle berjalan dengan lancar Yah. Untungnya mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik." Jawab Elden sambil menyandarkan badannya ke ranjang.
"Syukurlah. Lalu, apa ada sesuatu hal yang mengganggumu El?" Tanya Justin lagi.
Elden mengingat sejenak. Kemudian kembali menjawab pertanyaan Justin. "Tidak ada Ayah. Semuanya berjalan dengan normal dan aman. Apakah ada yang mengganggu ayah?" Tanya Elden balik.
Justin menggeleng pelan. "Tidak ada yang mengganggu ku El. Hanya saja aku mempunyai firasat yang tidak enak tentang sesuatu hal." Jawab Justin serius.
Pembicaraan serius mulai mereka lakukan. Suasana mulai terasa tegang.
Kening Elden berkerut. Memikirkan apa yang dimaksud oleh Justin. "Sesuatu hal tentang apa Yah?"
Justin menggeleng tidak tau. "Entahlah. Aku juga tidak bisa mendefinisikannya El. Tapi Ayah harap, semoga tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Semoga ini hanya firasat saja bukan sebagai pertanda."
Ya, semoga saja.
__ADS_1
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊