PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
21. Truth Or Dare 21+ (Season 3)


__ADS_3

Elden memejamkan kedua matanya sejenak. Ada rasa penasaran menyelip di hatinya. "Yaudah, aku pilih Dare." Kata Elden pasrah. Ingin tau tantangan apa yang akan diberikan oleh istrinya ini.


"Yey!" Seru Lexa riang. Bibirnya membentuk sebuah lekungan indah hingga membuat Elden terpesona. "Tantangannya adalah aku ingin kamu memuaskan diri kamu sendiri El. Seperti yang kamu lakukan di dalam kamar mandi."


"A--pa?"


Katakan jika ini cuman mimpi!


"Kenapa El?" Tanya Lexa heran. Keningnya berkerut, heran. Apakah ada yang salah dengan perkataannya tadi?


"Sayang, jangan bercanda." Lirih Elden. Jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Kedua bola matanya menatap memohon ke arah Lexa.


"Lakukan El. Aku ingin melihatnya. Lagian kita juga sudah suami istri kan? Aku juga sudah melihat seluruh bagian lekuk badan kamu El. Jadi lakukan lah." Titah Lexa tegas. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Tatapannya terlihat dingin menusuk. Hal itu sukses membuat bulu kuduk Elden meremang.


Tunggu sebentar. Kenapa Elden merasa di dominasi oleh istrinya?


"Sayang, yang lain aja lah? Seperti lari-lari dalam apartemen, mandi air dingin, pakai pakaian kamu atau mungkin aku bisa bertingkah seperti bayi." Bujuk Elden. Entah kenapa Elden merasa malu karena perkataan istrinya tadi. Elden merasa lemah jika bersama istrinya. Perkataan Lexa seakan titah untuk nya.


"No Elden." Tekan Lexa di setiap kalimatnya. Kedua bola matanya menatap tajam bagaikan seekor singa yang siap memakan mangsanya. "Lakukan El. Aku istri kamu kan? Jadi buang rasa malu kamu. Kamu juga sering melakukannya dengan ku."


Elden menghela nafasnya. Kedua tangannya meremas sprei. Meskipun Elden sering mengajak atau memulai permainan, akan tetapi Elden merasa malu jika disuruh melakukan itu. Bahkan ini adalah yang pertama untuk Elden.

__ADS_1


"Lakukan atau aku mendiami kamu selama satu Minggu." Ancam Lexa semakin menyudutkan Elden. Lexa tau akan kelemahan Elden yaitu Elden paling tidak suka di diamkan.


Elden menyerah. Elden lebih memilih bermain lima belas menit daripada di diamkan oleh istrinya selama satu Minggu. Itu sama saja dengan membunuh dirinya sendiri secara perlahan.


Elden turun dari ranjang. Sedangkan Lexa ikut turun lalu duduk disebuah sofa yang tersedia di dalam kamar. Duduk bersandar dengan senyuman puas tercetak di bibir Lexa.


Entahlah, Elden tidak tau harus memulai darimana. Pasalnya baru kali ini istrinya meminta hal seperti ini. Dilepasnya celana yang ia pakai. Begitupun juga dengan ****** ***** yang Elden pakai. Hingga akhirnya Elden sekarang tidak memakai apapun.


Semburat merah mulai menghiasi wajah Lexa. Sungguh Lexa memberanikan diri untuk meminta hal ini. "Lakukan El. Aku ingin melihatnya." Titah Lexa tegas.


Elden mulai melakukannya. Kedua bola matanya terpejam demi menghindari tatapan istrinya. Elden benar-benar malu sekarang! Katakan jika ini semua hanya mimpi!


Disebuah ruangan kerja yang didominasi warna hitam terlihat seorang pria tengah berdiri tegak menghadap ke arah jendela besar di dalam ruangan kerjanya. "Dekati Elden, lalu kau hancurkan hubungan mereka berdua. Buat Lexa benci dan kecewa ke Elden."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘

__ADS_1


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2