
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Hai balik lagi sama aku! Bagaimana kabar kalian hari ini? Apa menu sahur kalian? Apa puasa kalian lancar? Jangan lupa jaga kesehatan ya cantik.. - Elden Crishtian
...Happy Reading 🥳...
"Selamat, anda akan mempunyai bayi laki-laki. Sepertinya dia akan tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat dan tangguh. Jika kita melihat dari janinnya, janin istri anda bisa di bilang janin yang kuat. Biasanya beberapa dari ibu hamil akan mempunyai janin yang lemah dan rentan. Ini sangat jarang yang terjadi." Ujar sang dokter menjelaskan.
Elden memperhatikan dan mendengarkan dengan teliti. Tatapannya tidak lepas dari dokter tersebut. "Terimakasih dok. Lalu, apa ada beberapa hal yang harus kami lakukan untuk menjaga anak kami agar bisa tetap sehat?" Tanya Elden. Tatapannya beralih ke arah istrinya yang tengah duduk di atas tempat tidur dengan suster yang tengah membantu istrinya.
"Istri anda bisa meminum susu ibu hamil, memakan buah-buahan, memakan nasi dan sayur-sayuran. Itu bisa menjaga kandungan istri anda."
Elden mengangguk, mengerti. "Apa ada beberapa hal yang tidak boleh istri saya makan dok? Atau beberapa hal pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil?" Tanya Elden lagi. Mengingat jika dirinya masih belum mengerti. Jadi tidak salahnya bukan jika Elden bertanya?
Dokter yang sudah berusia 50 tahunan, lantas membetulkan letak kacamata yang ia pakai. "Ibu hamil tidak boleh memakan makanan yang setengah matang. Seperti telur setengah matang, Sushi, steak setengah matang, susu mentah dan minum-minum beralkohol."
Elden mengangguk mengerti. "Lalu pantangan yang harus tidak boleh dilakukan dok?"
"Terimakasih kak." Kata Lexa sambil tersenyum ramah ke arah perawat yang membantunya.
"Sama-sama Bu." Jawab sang perawat cantik tersebut.
Kening Lexa berkerut heran. Sejak tadi Lexa perhatikan, suaminya banyak bertanya ke dokter yang menanganinya.
"Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil, mereka tidak boleh memakan makanan ikan yang mengandung merkuri, meminum minuman susu yang tidak di pasteurisasi, meminum minuman obat tanpa rekomendasi dari dokter, meminum minuman kopi terlalu yang banyak, tidak boleh merokok dan meminum minuman beralkohol dan memakan makanan mentah."
Elden tersenyum. Sekarang dia paham dan mengerti. Mengingat jika dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah. "Baiklah dok. Terimakasih." Ujar Elden.
__ADS_1
Lexa melangkah mendekat ke arah Elden. Lalu, Elden bangkit dari duduknya. "Saya permisi dok." Pamit Elden sopan. Bukankah ada pepatah yang bilang jika buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya? Maka mulai dari sekarang Elden akan berusaha merubah sikapnya yang dingin ini menjadi lebih sopan.
Elden dan Lexa berjalan bersisian. Tangan mungil Lexa mengamit lengan suaminya. Kepalanya sedikit ia sandarkan di lengan Elden. "Jadi Malaikat kecil kita laki-laki El?" Tanya Lexa.
Elden mengangguk. Salah satu tangannya merangkul tubuh istrinya. "Iya sayang. Bayi kita laki-laki." Jawab Elden.
Lexa terdiam. Setiap kali Elden berkata "bayi kita" , membuat hati Lexa teriris perih. Elden begitu lapang dada menerima anak di dalam kandungannya. Elden begitu sabar dan tabah menghadapi emosinya yang naik turun karena hamil. Bukan seharusnya Bram lah yang ada disampingnya? Mengingat jika di dalam kandungannya sekarang adalah darah daging Bram.
Langkah Elden terhenti tepat di depan pintu mobil. Pintunya ia buka. Kedua bola matanya menatap wajah istrinya yang tengah melamun. "Jangan memikirkan apapun sayang. Buang-buang pikiran negatif kamu, oke?" Seakan mengerti isi pikiran istrinya, Elden berkata seperti itu. Salah satu tangannya terangkat mengusap lembut puncak kepala Lexa. "Aku sayang kamu." Bisik Elden.
Lexa tersenyum canggung. Pipinya merona malu. "Aku juga sayang kamu El." Balas Lexa.
Setelah itu Lexa masuk ke dalam mobil. Mendudukkan diri di sebelah kursi kemudi.
Lalu Elden segera menutup pintu mobil dan berjalan memutar untuk masuk ke dalam mobil.
"Sabuk pengaman sudah kamu pakai sayang?" Tanya Elden sambil memakai sabuk pengamannya sendiri.
Dirasa semuanya telah siap, lantas Elden segera menyalakan mesin mobil sport mewah keluaran terbaru miliknya.
"El, aku ingin jalan-jalan." Ujar Lexa sambil menatap rahang tegas milik Elden.
"Mau belanja buat kebutuhan bulanan sayang?" Usul Elden yang langsung disetujui Lexa.
"Mau! Abis itu ke Cafe ya?"
"Oke Cantik."
***
__ADS_1
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊