PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
10. Pembicaraan Serius (Season 3)


__ADS_3

"Aku baru mendengar kabar mengenai Geng Mafia terbaru yang ingin mengalahkan kita El. Geng itu masih belum mempunyai nama jelas. Hanya simbol mereka yang aku temukan." Ucap Rafael menjelaskan.


"Mahkota?" Gumam Elden ketika melihat gambar tato mahkota di lengan.


Rafael mengangguk. "Iya benar. Gambar mahkota. Hal itu mengingat kan aku ke satu orang El. Dan kau pasti tau siapa orang yang aku maksud itu."


"Bram?"


Rafael mengangguk. "Benar. Bram Alexander. Bukankah dia adalah sosok pria misterius yang dikenal sebagai Ruddin dengan mahkota sebagai ciri khas sosoknya?"


Elden berfikir sejenak. Mencoba untuk mencerna semua perkataan sahabatnya. Jika memang benar itu adalah Bram, lantas siapa yang dimakamkan waktu itu? Apakah benar jika itu bukan Bram?


"Jika Bram masih hidup Raf, lalu siapa yang kau tes waktu itu? Bukankah tes hasil DNA-nya cocok dengan milik Bram?" Ujar Elden sambil menatap Rafael penuh selidik.


Rafael bungkam. Benar, apa yang dikatakan oleh Elden barusan. Bagaimana bisa Rafael melupakan hal itu? Jika jelas-jelas bahwa dirinya sendiri yang melakukan autopsi jasad Bram.


Elden membuang nafas. Tatapannya sekarang tertuju ke arah Rafael. "Lupakan Bram Alexander, Raf. Dia sudah tidak ada. Jangan kau usik lagi tentang itu." Ucap Elden memperingati.


Jika seperti ini, Rafael sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kau bisa kembali ke meja mu Raf. Sisanya biar aku urus sendiri."


Rafael mengangguk tanpa bersuara. Kemudian membungkuk hormat dan berjalan keluar untuk kembali ke ruang kerja pribadinya.

__ADS_1


"Hufftt.. Aku harap kau tidak pernah datang lagi di kehidupan ku dan Lexa, Bram. Jika memang benar kau masih hidup, mulailah kehidupan mu sendiri Bram. Aku dan Lexa sudah bahagia. Jadi, jangan kau hadir dan menghancurkan kehangatan keluarga kecil kami." Lirih Elden.


Berbeda dengan Lexa. Jika Elden sibuk bekerja maka Lexa kini sibuk menyuapi putranya.


"Garvin, makan dulu sayang. Ayo buka mulut kamu." Ujar Lexa untuk kesekian kalinya. Pasalnya, sudah lima menit lamanya Garvin terus mengunyah dan belum selesai juga. "Mommy harus menyelesaikan beberapa pekerjaan kak." Mengingat jika dirinya akan mempunyai seorang anak lagi, alhasil Lexa memutuskan untuk memanggil Garvin dengan sebutan "Kak".


Garvin menoleh. Lalu membuka mulutnya lebar-lebar. "Aa.." Tuturnya sambil memajukan tubuhnya menghimpit tubuh Mommy-nya.


"Pintar." Ujar Lexa setelah menyuapkan satu sendok nasi dan sayur. Garvin terlihat begitu lahap memakan makanannya sambil menonton film kartun kesukaannya. "Kakak suka banget ya nonton Marsha?" Tanya Lexa merengkuh tubuh mungil putranya agar duduk di atas kedua pahanya.


Garvin mengangguk. Kedua bola matanya yang tajam tidak lepas menatap televisi. Baginya Marsha sungguh menggemaskan. "Ata.. Ta.. Da.. Mommy." Jerit Garvin dengan suara khas anak kecil.


Sontak saja Lexa memeluk tubuh mungil putranya. Sesekali dikecupnya ceruk leher Garvin karena saking gemasnya. "Iya Kak. Sambil dikunyah ya makanan di mulut kakak. Jangan nonton televisi terus. Ini makanan buat kakak masih banyak." Bisik Lexa lembut.


Garvin mengangguk mengerti. "Yes Mommy."


"Baik Tuan. Saya mengerti." Jawab seseorang di sebrang sana.


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2